
Selepas Shalat subuh. Aku memutuskan untuk turun ke bawah menghampiri dapur membanti Mbok Jum yang sedari tadi sudah sibuk memasak, membuat nasi goreng cumi menu pagi ini.
Ketika aku ingin membantu Mbok Jum, Beliau menolak dengan alasan takut jika Mas Arfan tahu.
Dia akan memarahi Mbok Jum yang membiarkan ku berada di dapur. Namun dengan sekuat tenaga ku, Aku berhasil menyakinkan Mbok Jum bahwa Mas Arfan tidak akan memarahinya.
..." Mbok? "...
" Apa setiap pagi keluarga Mas Arfan sarapan Nasi Goreng atau ada yang lain? "
tanya ku sambil mengaduk nasi goreng.
" Tergantung Non. Kadang kalau nyonya lagi gak mau makan nasi Mbok suka membuatkan sandwich atau hanya ada Roti, Buah dan Susu saja di meja "
Jawab Mbok Jum yang berada di samping ku.
" Lalu? Apakah Omah atau Papa tidak pernah meminta Mbok untuk membuatkan sesuatu yang beda dari sebelumnya? "
Tanya ku sambil menuang kecap kedalam nasi.
" Kalau Tuan dan Non Nabila tidak mempermasalahkan mengenai menu sarapan pagi, kecuali dengan Omah "
^^^Sedikit menggantung penjelasan dari Mbok Jum. ^^^
..." Omah kenapa Mbok? "...
" Setiap pagi Omah selalu minta untuk dibuatkan Bubur ayam jadi Mbok harus membuatnya "
jelas Mbok Jum.
^^^" Kalau gitu kita bagi tugas saja. Mbok buatin Omah Bubur sementara aku akan melanjutkan membuat Nasi Goreng "^^^
..." Biar tugas kita cepat selesai " ...
jawab ku diakhir senyum.
Tampa intrupsi atau bantahan. Mbok Jum mengangguk seraya setuju, Lalu aku memulai untuk memasak Nasi goreng cumi dengam telur dan sosis.
Sementara aku yang asik memasak. Sebuah tangan sudah melingkar diatas pingang ku membuat ku kaget dan Mbok Jum yang melihat adegan pagi itu tertunduk malu sambil tersenyum.
^^^" Pantesan aku cari kamu di kamar, Kamunya gak ada ternyata bidadari ku ini lagi masak di dapur " ^^^
Ujarnya sambil menaruh wajahnya diantara tengkuk leher ku.
" Den, Maafkan Mbok. Karna Non Nayla bantu Mbok Masak didapur "
^^^Sahut Mbok Jum memotong pembicaraan kami. ^^^
" Mbok, Jangan merasa tidak enak. Mas Arfan tidak akan mungkin memarahi Mbok Jum karena aku ikut memasak didapur. Bear begitu kan Mas "
Ucap ku sambil menghadap ke arah wajahnya.
" Benar Sayang, Saya tidak akan marah sama Mbok jika Nayla ingin membantu Mbok memasak didapur. Lagi pula aku ingin memakan masakan istri ku yang cantik ini setiap hari "
__ADS_1
^^^balasnya sambil memeluk pingang ku, Lalu mencubit hidung ku. ^^^
" Mas, jangan puji aku berlebihan seperti itu tidak enak jika Mbok Jum menertawai kita "
^^^sanggah ku sambil menyikut perut Mas Arfan, Sementara itu Mbok Jum hanya tertawa geli melihat tingkah kami. ^^^
" Sayang. Siapa juga yang muji kamu itu tuh Fakta. Fakta kalau istri aku ini emang paling cantik. Benar kan Mbok Jum? "
^^^tanya Mas Arfan pada Mbok Jum sambil cekikikan. ^^^
..." Bener Den, Non Nayla emang cantik " ...
sahut Mbok Jum diakhir tawa.
" Tuh sayang, Kamu dengerin apa kata Mbok Jum. Kamu itu cantik sayang "
^^^ujarnya kemudian mengeratkan pelukan tampa menyisakan jarak diantara kami. Sementara Mbok Jum masih asik meracik bubur ayam untuk Omah. ^^^
" Mas, sebaiknya kamu mandi, sebentara lagi mentari mulai terbit. Kamu harus berangkat duluan agar sampai di rumah sakit "
jelas ku dengan setenang mungkin.
..." Baik Buk Bos " ...
dengan nada terdengar manja, Lalu wajahnya mendekat pada ku. Memberiku sedikit imun pagi. Kedua pipiku merasa mulai panas, sontak membuat ku salah tingkah.
Bagaimana tidak dia memberiku kiss morning disaksikan oleh Mbok Jum.
^^^" Mas, Aku malu. Kita sedang dilihatin oleh Mbok Jum " ^^^
" Gak papa sayang, lagian aku ini suami kamu dan kamu istri ku. Iya kan Mbok Jum? "
Ucapnya sambil tertawa geli.
^^^" Aden dan Non Nayla emang masanggan paling so the sweet. Sosweet " ^^^
sambil melempar tertawa pada Mas Arfan.
" Sayag. Apa kamu kamu aku mengulanginnya ? " seringai menggoda dari Mas Arfan.
..." Mas !! " ...
tegur ku sambil melotot.
" Hahahha.... Iya sayang, Aku mandi dulu.
Kamu buruan nyusul ke kamar. Kita bisa selesaikan disana "
katanya sambil menaik turun kan alis wajah sambil tersenyum. Aku hanya menggeleng melihat tingkah dari Mas Arfan.
' Astagfirullah, Namun aku bahagia mendapatkan Suami semanis dan sebaik Mas Arfan '
Menatap pundaknya melihat kepergian Mas Arfan yang mulai berjalan beranjak meninggalkan dapur untuk segera menuju kamar .
__ADS_1
' Dasar Tuan Mesum. Menyebalkan '
Setelah 30 menit, Aku dan Mbok Jum telah selesai memasak. Kini semua sarapan telah siap untuk dihidangkan diatas meja. Aku bersama Mas Arfan beserta seluruh keluarga kini memulai untuk menyantap sarapan pagi tampa ada yang berbicara sedikit pun.
" Apa Pagi ini, Kamu membantu Mbok Jum menyiapkan sarapan? "
^^^tanya Papa Fajar. Yang memecah keheninggan. ^^^
..." Iya Pa, Apa rasanya tidak enak? " ...
tanya ku ragu ragu.
..." Rasanya sangat beda " ...
Mendengar Papa Fajar menuturkan bahwa masakan ku sangat beda. Aku merasa dalam bahaya sementara dilain sisi, Mama Ayu yang belum mencicipi masakan ku tertawa kecil melihat reaksi Papa Fajar.
..." Terlalu Asin ya, Pa " ...
jawab ku kembali.
..." Tidak nak, Ini benar benar enak " ...
lanjutnya yang membuat perasaan ku lega, Lalu Mas Arfan menggenggam tangan ku sembari menenangkan ku.
..." Tenang lah sayang, Ini sangat enak " ...
bisik Mas Arfan.
Aku bisa melihat ekspresi dada Papa Fajar, Nabila dan Mas Arfan yang begitu lahap menyantap masakan ku, lain hal dengan Mama Ayu yang tiba tiba tidak ingin memakan masakan ku. Dia hanya memakan beberapa lembar roti.
..." Masakan kamu selalu enak Nay, Kemarin Papa nyobain soto buatan kamu. MasyaAllah, enak banget Papa sama Mama sampai menghabiskan soto buatan kamu " ...
jelas Papa Fajar.
^^^" Jangan berlebihan Pah, Toh rasanya biasa aja. Entar yang ada dia malah merasa disanjung sama kamu " ^^^
ucap Mama Ayu dengan nada sinis dan aku hanya tersenyum.
" Ma, Papa enggak berlebihan ma. Emang kenyataan nya kok kemarin Mama kan yang paling suka sama soto buatan Nay "
detik selanjutnya Papa Fajar memanggil ku.
" Nay, kapan kapan Papa minta buatin Soto lagi, Kamu enggak keberatan kan nak? "
tanya Papa Fajar.
^^^" Alhamdulillah, jika Papa Dan Mama suka sama Soto buatan Nay, Besok besok Nay bakal buatin lagi buat Mama dan Papa " ^^^
balas ku diakhir senyum.
Mendengar perbincangan ku dengan Papa Fajar. Omah, Nabila beserta Mas Arfan tersenyum memandang ku kecuali Mama Ayu yang memalingkan wajahnya.
Setelah seluruh keluarga menyelesaikan sarapan pagi itu. Aku mengantar Mas Arfan sampai pintu depan rumah sambil mebawakan jas dan juga tas kerja milik suami ku.
__ADS_1
^^^" Sayang, aku berangkat dulu. Jaga diri baik baik dan janga terlalu capek " ^^^
ucapnya sambil mengelus rambut ku yang tertutup oleh hijab, Lalu mencium kening ku dan aku membalas mencium tangan kanan suami ku.