Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 35 ]


__ADS_3

^^^Keesokan harinya ..........^^^


...Tin...Tin....Tin...


Terdengar Suara klakson mobil yang terdengar dari luar rumah, Aku yang hendak berniat untuk membantu Ummi mencuci piring piring kotor yang sudah menumpuk setelah sarapan pagi tadi pun tidak jadi mencuci piring dikarenakan Ummi menyuruhku untuk melihat kedepan rumah memastikan siapa tamu yang datang sepagi ini kerumah.


Aku melihat Caca dan Blue yang sedang memakai sepatu sekolah diruang tamu, aku mengira bahwa kedua adik perempuan ku telah berangkat sekolah sedari tadi nyatanya mereka masih memakali sepatu sekolah.


“ Kalian berdua belum juga berangkat sekolah ?“


^^^Tanya ku sambil mendengus kesal melihat kedua adik ku yang dengan santai memakai sepatu sekolah.^^^


“ Belum Teh Nay, Tadi itu sih Blue nyari sepatunya lama banget “ Ucap Caca.


“ Blue. Kan Teteh udah beresin sepatu kamu di rak sepatu Blue “


^^^Ucap ku yang kesal melihat tingkah Blue sedari tadi masih mencari sepatu.^^^


“ Teh, Sepatu yang di rak sepatu itu tuh udah jelek. Ini juga sepatu bekas Teh Caca “


“ Teh, Blue tuh pengen ganti sepatu sekolah “


ucapnya sambil memanyun kan bibir kedepan.


“ Nanti Teteh beliin sepatu baru kalau kamu naik kelas !! “


^^^Jawab Ummi sambil teriak dari dapur, yang sedari tadi mendengar keributan diruang tamu. Blue yang mendengar ucap Ummi hanya bisa mendengus kesal sementara Caca menertawain Blue.^^^


...“ Teh, Nay beliin Blue sepatu Teh “...


Renggek Blue yang sudah menempel pada tubuh ku.


“ InyaAllah nanti Teh Nay beliin tapi kamu harus rajin belajar “

__ADS_1


^^^Aku yang mengusap kepala Blue yang tertutup dengan kerudung sembari memeluknya.^^^


...“ Siap Teh, Makasih ya Teh Nay “...


Ucap Blue yang merasa kegiranggan.


“ Yasudah sekarang kalian pamitan dulu sama Ummi dan Abah “


^^^Ucap ku yang berjalan menuju pintu sembari melihat tamu yang berkunjung sepagi ini ke rumah.^^^


🚪🚪🚪


Saat aku membuka pintu, memastikan siapa tamu yang berkunjung kerumah. Aku melihat terparkir sebuah mobil BMW berwarna putih yang tidak lain itu adalah mobil Dokter Arfan.


Aku hendak ingin menghampiri pemilik mobil tersebut namun. Dokter Arfan dan adik nya sudah duluan keluar dan menghampiri ku. Nabila itu nama adik dari Dokter Arfan, dia begitu cantik dengan memakai satu stel pakaian dengan hijab yang senada berwarna biru sementara dokter Arfan memakai kemeja merah maron dengan jas Dokter yang sedang ia tenteng di lengan kirinya.


...“ Assalamualaikum Kak Nayla “...


^^^Sapa Nabila yang sedari tadi melambaikan tangannya.^^^


Balasku sambil tersenyum.


“ Masuk dulu, Kita ngobrol di dalam “


^^^Ajak ku kepada Dokter Aran dan Nabil.^^^


...“ Tidak usah Mba, saya sedang buru buru “...


Jawab dokter Arfan yang tersenyum ke arah ku.


“ Kak Nay, berhubung Kak Arfan Dinas pagi dan Nabila gak ada temen. Boleh ya kalau Nabil main sama kak Nay “


^^^Ujar Nabil yang menggandeng tangan ku.^^^

__ADS_1


...“ Boleh Nabil “...


Ucap ku sambil tersenyum pada gadis cantik itu.


...“ Yeeey... “...


Nabila yang berseru gembira membuat ku dan dokter Arfan yang melihat ulahnya tertawa.


Ketika melihat Nabil aku merasa, dia seorang gadis yang ceria, memiliki tubuh yang ideal, memiliki sifat yang dominan manja dan mungkin umur kami terpaut tidak jauh.


“ Mbak Nay, kamu enggak keberatan kan kalau nemeni Nabila berkeliling sebentar mengenal desa ini ? Soalnya saya sudah harus ke puskemas dan tidak bisa membawa anak kecil "


^^^ledek Dokter Arfan.^^^


...“ Apaan sih Kak ! Nabil udah gede “...


Nabil yang menepuk lengan dokter Arfan dengan wajah yang kesal. Aku hanya bisa tertawa ketika melihat Kakak beradik ini tertawa ria.


“ Sama sekali tidak keberat atau merepotkan saya, Tapi sebelumnya saya harus mengajar dulu. Apa Nabil mau ikut ? “


^^^Tanya ku pada Nabil.^^^


“ Mau... Nabil mau ikut selama itu pergi sama Kak Nay”


“ Ngajar dimana kak Nay ? Abil Ikut boleh ya “


^^^Ujar Nabila.^^^


“ Boleh dong, saya mengajar di Rumah Senja. Nanti saya kasih tahu itu dimana “


^^^jawab ku sembari menepuk pucuk tangan Nabil yang masih menggengam erat lengan ku.^^^


“ Kalau gitu sekalian aja pergi bareng entar saya antar ke Rumah Senja “

__ADS_1


^^^Ajak Dokter Arfan.^^^


__ADS_2