
^^^Setelah asik bermain di sekitaran kebun teh, aku dan dokter Arfan memutuskan untuk kembali pulang. menuju Villa.^^^
Sekarang aku dan dokter Arfan telah sampai di villa, saat keluar dari mobil. Dokter Arfan dengan sigap memanggil tukang kebun yang ada di Villa tersebut untuk membantu membawakan tas ku yang tertinggal di dalam mobil, aku yang merasa tidak enak pada tukang kebun itu.
...“ Ah.. Pak, tasna wios abdi wae “...
...“ [ Pak, tasnya .. udah, sama saya saja ] “...
Ucap ku yang merasa tidak enak kepada seorang Bapak yang sudah setengah baya itu
“ Henteu nanaon neng, wios ku abdi wae. Tenang wae atuh neng. Moal bakalan dicandak iue tas nage “
^^^“ [ Gap papa neng, udah sama saya saja. Tenang saja neng. Gak bakalan diambil ini tasnya juga ] “^^^
Jawab Bapak itu dengan tertawa.
...“ Hatur Nuhun, Pak “...
...“ [ Terimakasih, Pak ] “...
Balas ku diakhir senyuman.
...“ Muhun sami sami “...
...“ [ Iya, sama sama ] “...
Jawabnya yang kemudian, langsung masuk kedalam villa sambil membawa tas ku.
...“ Ayo kita masuk “...
Ajak dokter Arfan yang kemudian menggenggam tangan kanan ku. Aku pun menganguk berjalan beriring dengan nya, sambil tersenyum.
^^^Setibanya di dalam Villa.^^^
Aku dan dokter Arfan langsung menaiki tangga yang menuju kamar utama. Sesampainya di depan pintu kamar, Dia menyuruh ku untuk terlebih dahulu membuka kamar dari Dokter Arfan merasa tidak enak karna pasalnya itu bukan lah kamar ku.
^^^Aku berdiri tepat di depan pintu kamar dengan perasaan ragu.^^^
...“ Sayang, kamu kenapa diem ? “...
^^^“ Gak papa buka aja, Sekarang kamar ini menjadi kamar kita berdua “^^^
ucapnya sembari menyentuh kedua pundak ku.
^^^[ Soal tas dibawa, tenang saja. Tas nya udah duluan sampai dikamar ].^^^
Kemudian dengan pelan aku membuka pintu kamar itu, Ketika pintu kamar terbuka terlihat gelap karena sedari tadi lampu kamar dimatikan oleh tukang kebun yang membawa tas Nayla ke dalam kamar atas perintah dari Dokter Arfan.
^^^Ketika lampu kembali di nyalakan, Betapa terkejutnya aku melihat seluruh kamar telah dihiasi oleh dekorasi yang indah, Begitu banyak bunga menghiasi setiap kamar begitu juga taburan kamar berbentuk hati yang ada di atas ranjang berukuran king size.^^^
Seketika aku mearasa menjadi wanita yang paling spesial di malam itu, lalu aku membalikan badan mengahadap ke arah Dokter Arfan yang sedari tadi sudah tersenyum kepada ku.
...“ Apa Kamu menyukainya sayang ? “...
tanya nya sembari menangkup kan kedua tangan nya dipipi ku, mengelus kedua pipi ku dengan begitu lembut.
^^^[ Wanita mana yang tidak akan terharu jika diperlakukan sebaik itu ]^^^
Aku tidak dapt berkata apa apa lagi, aku langsung memeluk dokter Arfan sembari menguccapkan terimakasih.
...“ Terimakasih Dokter, Nay seneng banget “...
kata ku yang tersipu malu dalam pelukan dokter Arfan.
^^^“ Apa semua ini hasil karya Dokter atau ada orang lain yang membantu ? “^^^
tanya ku, sembari merenggangkan pelukan ku.
“ Ini semua aku yang dekor.
Aku sengaja dekor ini sebagus mungkin untuk malam pertama kita sayang. Malam Pertama di kamar ku, jika sebelum nya kita malam pertama itu di kamar kamu “
^^^Jelasnya dengan tertawa , sembari menggenggam kedua tangan ku kemudian mengucup pucuk tangan ku.^^^
Membuat ku sontak merasa malu. Pipi ku begitu panas dan semakin panas ketika melihat sikap yang di tunjukkan oleh Dokter Arfan.
Jika mengingat malam pertama kami. Setelah akad nikah kemarin, Usai kepulanggan tamu yang menghadiri akad nikah kami.
Aku dan Dokter Arfan langsung tidur. Membaringkan tubuh yang begitu kelelahan. Bahkan jika da yang bertanya sudah belah duren atau belum. Aku menjawab belum.
__ADS_1
Pasalnya dokter Arfan sudah terlebih dulu tidur. Awalnya aku ragu untuk tidur disampingnya tapi mau tidak mau, Karena sekarang aku telah menjadi istrinya.
Aku memberanikan diri untuk tidur disampignya. Hingga kami terlelap, seketika suara alarm yang berbunyi membangunkan kami tepat pukul 03.00 dini hari.
Kami yang masih mengumpulkan asupan raga sekarang , mulai berjalan untuk melaksakan shalat Tahajud bersama sama dan dilanjutkan taadrusan bersama sampai memasuki waktu shalat subuh.
^^^Namun untuk sekarang, Aku tidak tahu. Rencana apa yang akan Dokter Arfan berikan. Yang jelas sekarang aku semakin gugup.^^^
...“ Sayang, kamu kenapa ? “...
^^^“ Kenapa diem ? bukan nya tadi ada yang kegiranggan “^^^
tanya nya dengan menggoda.
...“ Enggak apa apa kok “...
^^^jawab ku sambil tersenyum.^^^
Aku mengingat sesuatu yang sedari tadi belum aku fikirkan. Mengenai makan makan malam.
...“ Emmh.. Dok ? “...
“ Apa didapur masih ada bahan bahan untuk makan malam nanti ? “
^^^tanya ku.^^^
^^^“ Sepertinya masih ada Sayang, Kemarin Abil menyuruh pak Darman untuk membeli bahan makanan “^^^
menjedah sebentar. Lalu melanjutkan ucapnya.
...“ Sayang, apa Kamu mau masak ? “...
...“ Iya dok, Kalau gitu saya ke dapur ya “...
ujar ku.
Kemudian Dokter Arfan mengangguk, Lalu membawa ku ke dapur. Aku bersama Dokter Arfan menuruni anak tangga untuk menuju dapur, dengan dokter Arfan yang terus mengenggam tangan ku.
^^^Setibanya di dapur, Dokter Arfan membuka kulkas untuk mengambil bahan makanan yang akan di masak. Tapi tiba tiba saja suara Azan berkumandang.^^^
^^^“ Yaah..... Sayang, Maaf. Aku gak bisa nemeni kamu masak, Aku harus sholat Ashar dulu di masjid “^^^
“ Kamu tidak keberatan kan ? Kalau aku tinggal sebentar “
...“ Gak papa kok, Dok “...
balas ku sambil tersenyum.
...“ Kalau gitu aku siap siap ke masjid “...
Ucapnya yang berpamitan kepada ku, sembari mencium kening ku, Berjalan pergi untuk melakukan shalat Ashar.
🌵🌵🌵 🌵🌵🌵🌵 🍄🍄🍄🍄
Aku yang sedang asik memasak, tiba tiba seseorang memeluk tubuh ku dari belakang, ku lihat sebuah tangan melingkar di pinggang ku.
^^^Berhasil membuat ku teriak dan ingin memukul pria kurang ajar itu dengan sentong sayur. Karena sedari tadi aku sedang ingin mencicipi masakan ku.^^^
Aku menoleh, ,membalikan tubuh ku untuk memastikan seseorang yang sudah berani memeluk ku secara diam diam.
...“ Sayang, kamu kenapa ? “...
...“ Itu, sentong sayur kamu bikin aku takut “...
ucap Dokter Arfan sambil menarik kembali tubuh ku membawanya kedalam pelukan dan menempelkan dagunya di atas bahu ku.
^^^“ Habisnya Dokter, ngagetin. Bisa bisa aku kena serangan jantung mendadak gimana “^^^
oceh ku pada nya, yang kesal dengannya.
...“ Hahaha..... iya deh maaf sayang “...
^^^“ Maaf ya sayang, istri manis ku. Habis aku kangen banget sama kamu “^^^
sambil mengecup pipi kiri ku.
Kemudian dengan pelan aku melepaskan pelukan dari dokter Arfan, Lalu menaruh kembali sentong sayur yang sedari tadi ingin ku lempar ke dalam panci.
Kemudian membalikkan badan menghadap arah dokter Arfan. Mengingat dengan anak anak pengajian, yang sudah beberapa hari tidak mengajari mereka mengaji.
__ADS_1
...“ Dokter, tadi shalat di msjid kan ? “...
...“ Iya, emang kenapa sayang ? “...
^^^“ Apa dokter melihat, anak murid yang selalu mengaji setiap sore. Sudah dua hari aku tidak mengajari mereka “^^^
jelas ku.
^^^“ Ada kok tadi. Mereka mengaji bersama Mas Hisyam “^^^
...“ A Hisyam “ Ulang ku....
Yang tidak percaya, karena sedari kemarin A Hisyam tidak memberitahu ku jika ia mengajari anak anak untuk mengaji.
Aku mengira jika anak anak akan libur mengaji.
...“ Sayang, pasti Kamu rindu untuk mengajar “...
^^^tanya dokter Arfan.^^^
Aku menganggukkan kepala sambil tersenyum. Sehari saja tidak mengajar seperti ada yang kurang. Aku tidak bisa meninggalkan aktivitas mengajar apalagi jika itu di rumah senja.
^^^“ Kalau kamu rindu, besok aku izini kamu untuk mengajar di rumah senja dan sore hari nya kamu bisa kembali mengajari anak anak untuk mengaji “^^^
Jelas dokter Arfan.
...“ Beneran Boleh, Dok ? “...
^^^tanya ku yang tersenyum.^^^
...“ Iya sayang boleh “...
...“ Besok aku juga sudah bisa mulai dinas “...
“ Aku takut, kalau nanti kamu bakal kesepian dirumah “
...“ Jadi aku izini kamu untuk kembali mengajar “...
^^^jelasnya di akhir senyum.^^^
...“ Terimakasih banyak, dok “...
Ucapku diakhir senyuman.
...“ Tapi sayang --- “...
Dokter Arfan sedikit menjeda, membuat ku penasaran dengan kalimat terakhir yang ingin dia sampaikan.
...“ Iya ? Kalau apa dok ? “...
Tanya ku padanya.
Dia melangkah maju, menggapai kedua tangan ku sambil menghela nafas dengan berat.
^^^“ Kalau setelah resepsi nanti kita sudah tinggal di Jakarta, Maafkan aku. Aku tidak lagi mengizinkan mu untuk bekerja sayang “^^^
dokter Arfan yang masih tetap menggengam tangan ku, dia berkata.
“ Kelak, ketika kita memiliki anak. Aku hanya ingin kamu fokus menjadi ibu serta madrasah utama untuk anak anak kita nanti “
lalu dia mengecup kening ku. Lalu melanjutkan perkataan yang sempat berhenti.
^^^“ Sayang. Kamu adalah salah satu wanita shaliha yang telah Allah turun ku kepada ku, Dan aku yakin kamu akan menjadi ibu yang baik untuk anak anak kita nanti “^^^
...“ Kamu adalah wanita yang cerdas serta memiliiki hati yang lembut dan juga sabar “...
^^^“ Jika suatu hari nanti kamu melahirkan seorang bayi laki laki ke dunia ini serta mendidiknya dengan baik, maka kamu telah mendidiknya menjadi seorang pemimpin, Dan jika kamu melahirkan bayi perempuan serta mendidiknya dengan baik. Maka kamu sudah mendidik satu generasi seorang wanita yang kuat “^^^
“ Aku menginginkan anak anak kita menjadi generasi Qura’ni. Seorang penghafal Al – Quran. Aku berharap anak anak kita nanti shaleh dan shaleha “
^^^sambil mengelus pipi kanan ku.^^^
Pada saat itu, aku tersenyum mendengarkan setiap penjelasan yang diberikan oleh Dokter Arfan.
...“ Aamiin. Setiap perkataan yang terucap dari Dokter Arfan adalah perintah bagi ku, selama itu tidak melanggar hukum dan syariat agama “...
...“ InsyaAllah, Akan aku lakukan. Karena sekarang surga ku ada pada suami ku “...
...‘ Kita sebagai seorang wanita, khusunya yang telah menikah. Ada baiknya taat kepada suami. Karna jika kamu tahu, tanggung jawab sebagai seorang suami itu sangatlah besar. Suami akan menanggung semua dosa dosa istri serta anak anak nya apabila, ia tidak menaati perintah serta menjauhkan diri dari larangan – Nya. Nauzubillah min zalik ‘...
__ADS_1
...♻...
☕ Kali ini dibuat lebih panjang, jangan lupa setelah membaca, like dan bagi yang belum klil Favorit. buruan klik sekarang juga.