
...Nabila bergegas keluar dari dalam mobil....
..." Kalau gitu Abil berangkat dulu kak "...
..." Sebentara lagi Pesawat ku akan terbang "...
..." Assalamualaikum "...
Pamitnya sambil menyalami tangan ku dan juga Dokter Arfan.
..." Waalaikummusalam " ...
jawab ku bersama Dokter Arfan. Kemudian Nabila berjalan keluar dari mobil untuk menuju Bandara. Setelah Nabila menghilang dari pandangan kami. Dokter Arfan memutuskan untuk pergi dari Bandara .
^^^Sepanjang perjalanan ku bersama Dokter Arfan, tidak seorang pun dari kami membuka mulut sekedar untuk berbincang. ^^^
Aku melihat deretan kebun teh yang indah menghiasa jalanan di desa. Namun tiba tiba saja Dokter Arfan menghentikan mobilnya tepat di depan kebun teh.
Sehabis mengantar Nabila yang pulang ke Jakarta, aku mengira akan kembali ke Villa. Aku kaget dengan dokter Arfan yang tiba tiba saja memberhentikan Mobilnya tepat di depan Kebun Teh.
..." Apa Mobilnya mogok? " ...
tanya ku kepada lelaki itu. Namun sama sekali tidak mendapatkan jawaban, sebaliknya dia malah keluar dari mobil setelah itu berjalan menghampiri ku, membikakan pintu untuk ku.
^^^Aku yang bingung bercampur senang, sebab partama kali dalam hidup ku ada seseorang yang memperlakukan ku semanis ini. ^^^
..." Ayo turun sayang " ...
ujarnya sambil mengulurkan tangan nya, membantu ku untuk keluar dari mobil.
Menggenggam erat tangan kanan ku. Mengajak ku berjalan jalan jalan di tengah kebun teh dengan semua mata yang melihat kami, Aku tersenyum senang atas sikap manis dari dokter Arfan.
__ADS_1
Para pekerja yang ada di kebun teh itu satu persatu menyapa ku dengan ramah bersama dokter Arfan. Kami pun membalas sapaan ramah dari mereka lalu memutuskan melanjutkan untuk berjalan menuju puncak kebun teh.
..." Sayang " ...
panggilnya, sambil terus berjalan.
..." Iya dok? " jawab ku. ...
^^^" Kamu tahu. Kenapa aku terus menggenggam tangan mu ini ? "^^^
Tanyanya sambil menunjukan genggaman tangan yang semakin di pererat oleh jari jari dokter Arfan.
..." Ti.. Dak. Saya tidak tahu "...
" Kenapa dokter masih saja menggenggam tangan ku dengan erat "
^^^balas ku yang lebih memilih untuk menjawab di dalam hati. ^^^
..." Karna aku selalu ingin menggengam tangan ini, hanya tangan ini yang akan selalu aku genggam. Bahkan jika setelah kita sama sama kembali kepada - Nya. Hanya tangan ini yang akan ku genggam " ...
sambil menciup pucuk tangan ku. Diakhiri dengan senyuman.
..." Aamiin " ...
aku membalas perkataan dari dokter Arfan dan kembali tersenyum malu.
^^^Sejenak dokter Arfan berhenti melihat sekeliling hamparan kebun teh yang hijau dan luas. ^^^
" SubhannaAllah. Pemandangan disini terlihat jelas dan benar benar indah "
^^^Terlihat menjeda ucapan yang ingin dia ucapkan sambil melihat kebun teh dengan semilir anggin sejuk. ^^^
__ADS_1
..." Indah seperti kamu " ...
Ia menatap ku sambil melanjutkan ucapan yang sempat ia jedah.
..." Hemm.... " ...
balas ku yang kemudian memutar bola mata ku, dan berkata.
..." Gombal lagi "...
dokter Arfan pun tertawa melihat ku yang cuek.
Lalu kami melanjutkan perjalanan menyusuri bukit bukit teh yang hijau, dengan dokter Arfan yang sedari tadi tidak melepaskan tangan ku dari gandenggan nya. Namun di tengah perjalanan kaki ku merasakan sakit yang hebat.
..." Aaaaaaaw " ...
Sakit renggek ku sambil mencari tempat duduk, aku hanya menemukan batu berukuran besar yang ada di dinggir kebun teh lalu mendudukan bokong ku disana.
..." Sepertinya kaki ku sedikit terkilir dok " ...
ujar ku yang ragu ragu memastikan diri sendiri.
..." Apa sakit? Sini biar aku gendong sayang "...
Ucapnya, tampa bantahan dari ku. Dokter Arfan mendenggendong ku.
^^^" Dokter tidak keberatan? Jalan yang akan kita lalui begitu menanjak " ^^^
ujar ku yang ada dalam gendonggan nya.
..." Demi kamu apapun aku lakuin sayang "...
__ADS_1
Jawabnya yang tersenyum, dengan aku yang ikut tersenyum menyembunyikan wajah ku dalam gendonggan nya.