Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 46 ]


__ADS_3

...🏫🏫🏫 RUMAH SENJA 🏫🏫🏫...


Sampai nya dirumah senja dengan Nabil yang bersemangat. Lalu jam pelajaran juga sudah di mulai.


Anak anak fokus memperhatikan Nabila yang sedang menulis di depan kelas menjelaskan kepada mereka mengenai soal matematika cara pembagian, perkalian dan pengurangan di papan tulis yabg berwarna hitam.


^^^" Nay, A Hisyam mau bicara sebentar sama kamu "^^^


ucap A Hisyam yang membuyarkan konsentrasi ku dengan anak anak senja.


..." Mau bicara soal apa ya, A? "...


^^^tanya ku.^^^


A Hisyam menjeda ucapan nya, kedua mata itu mengisyarat kan ke arah pintu keluar dan berkata.


..." Bisa kita bicara diluar saja "...


Nadanya yang masih tetap dingin.


..." Ta.. Tapi, A. Ini masih jam pelajaran "...


..." Bagaimana kalau kita bicara nya nanti saja setelah jam pelajaran telah selesai "...


^^^Tawar ku pada A Hisyam.^^^


..." Baik lah kalau begitu Nay "...

__ADS_1


A Hisyam yang kembali fokus untuk memberikan pelajaran kepada anak anak seraya membantu Nabil, begitu pula aku yang kembali menjelaskan kepada anak anak di samping mereka.


Tidak terasa begitu cepat, Nabil benar benar jago dalam menjelaskan pelajaran hingga tiba dimana jam pelajaran telah usai, Sementara Nabil mengantarkan anak anak lain untuk menuju ke luar kelas begitu pula dengan A Hisyam yang mengajak ku untuk berbicara di depan pintu.


^^^Sedangkan Nabil yang tidak ingin mengetahui permasalahan ku dengan A Hisyam dia hanya menunggu ku di bawah pohon yang rindang di temani oleh anggin, Sambil bermain dengan sepeda ku bak anak anak.^^^


..." Nay, Kamu marah sama, Aa? "...


Tanya A Hisyam yang mengalihkan pandangan ku dari Nabil. Aku yang mendengar pertanyaan itu membulatkan kedua mata ku dengan wajah heran.


^^^" Kenapa marah? Nay, enggak marah kok sama, A Hishyam "^^^


balas ku dengan senyum tipis.


..." Nay, Soal kemarin sore "...


" Soal kemarin sore, Aa minta maaf ya Nay. Jujur dari lubuk hati Aa yang paling dalam, Aa belum bisa mengiklaskan, Nay bersama orang lain "


^^^jelas nya.^^^


Sejenak aku menghela nafas.


" A, Kalau Aa mencintai Nay karna Allah seharusnya Aa tidak perlu takut jika harus kehilangan Nay. Karna kita juga menyadari bahwa Allah telah menyiapkan yang terbaik untuk umatnya yang sabar dan mencintai - Nya "


^^^Jelas ku dengan nada pelan.^^^


A Hisyam hanya berdiam, sambil menatap lurus ke arah Nabila dengan tatapan dingin, yang sedari tadi sudah memperhatikan percakapan yang sedang terjadi antara aku dan A Hisyam.

__ADS_1


^^^Kemudian aku melanjutkan ucapan ku yang sempat terjeda.^^^


" A, Aa dengerin Nay. Semakin Aa berusaha untuk mengiklaskan maka semakin tenang pula perasaan Aa dan Aa harus yakin bahwa Allah telah mempersiapkan sesuatu yang jauh lebih baik dari hari ini. Belajar untuk menerima serta berserah atas kehendak - Nya bukan sebaliknya seperti ini sama halnya Aa memaksakan kehendak - Nya "


^^^Aku menjeda setiap kata yang akan ku ucapkan, mengumpulkan beberapa asupan udara dan melanjutkan kembali.^^^


" Aa, tahu kan kalau jodoh itu suda di tentukan oleh Allah, Lantas apa yang harus Aa takutkan. Kalau Nay ini bukan jodoh Aa InsyaAllah setelah ini Aa mendapatkan jodoh yang kebih baik dari pada Nay "


^^^Jelas ku.^^^


Lagi lagi A Hisyam hanya diam mencerna setiap kata yang sedari tadi ku sampaikan.


" Aa, Jangan sedih ya kalau Nay ini bukan jodoh Aa, karna Nay sudah anggap Aa ini layaknya kakak kandung Nay sendiri "


..." Kalau begitu Nay pamit, A "...


..." Assalamualaikum "...


pamit ku.


..." Waalaikumussalam "...


Balasnya dengan wajah dingin dan datar tampa berbicara.


setelah berpamitan aku pun meninggalkan A Hisyam yang masih diam.


Reminder :

__ADS_1


Setelah kejadian kemarin sore, A Hisyam yang pergi meninggalkan Aku, Nabila dan dokter Arfan. tidak berselang lama Dokter Arfan dan Nabila berpamitan pada Abah dan Ummi, Disebabkan Hari mulai gelap dan bertamu di Saat azan magrib berkumandang itu tidak baik.


__ADS_2