Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 53 ]


__ADS_3

Sontak membuat wajah ku memanas dan disanalah kedua mata kami bertemu, saling menatap satu sama lain. Ku lihat satu persatu dari wajahnya.


^^^Alis yang tebal, Bulu mata yang lentik, hidung yang mancung, bahkan bibir yang tipis menambah kesan ketampanan Seorang Arfan.^^^


...“ Kamu cantik Sayang “ ...


puji dokter Arfan dengan senyum menggoda dari seorang dokter Arfan.


...“ Terimakasih Dok “ Balas ku....


...“ Dokter juga ganteng “ ...


Ujar ku sambil tersenyum.


^^^Membalas pujian dari suami itu tidak dosa.^^^


...“ Apalagi kalo sambil nahan malu, semakin kemerah merahan “...


...“ Kamu Sangat cantik Sayang “ ...


Ujarnya sambil mengelus ngelus pipi ku sedari tadi.


Sontak aku menjauhkan wajah ku dari pandangan nya, sembari memegangi kedua pipi ku yang saat ini begitu panas.


^^^‘ Ya Allah, Inikah yang namanya Indahnya pernikahan ? Rasanya aku begitu senang walau hanya sekali mendapat pujian dari suami sendiri ‘^^^


^^^“ Dok, Kita belum tanda tangan buku nikah, kan ? “^^^


“ Gimana kalau kita keluar dulu untuk tanda tangan buku nikah “


“ Takutnya nanti Pak Penghulu nyariin kita berdua “


^^^Oceh ku yang mencoba untuk menetralkan denyut jantung.^^^


Dokter Arfan kembali menangkupkan kedua tangannya di pipi ku sembari berkata.


...“ Haduh kamu lucu banget sih sayang “ ...


ujarnya dengan wajah lucu yang di buat buat.


^^^‘ Ya Allah, Sungguh sempurna ciptaan mu ini. Jika diam saja bisa membuat ku jatuh cinta bagaimana dengan perlakuan manis yang sekarang sedang ia tunjukan ‘^^^


Aku hanya bisa tersenyum dan ya, lagi lagi jantung ini selalu berdetak semakin kencang.

__ADS_1


...“ Kamu tenang aja ya. Aku udah bilang sama Pak Penguhulunya. Kalau kita mau ---- ? “...


Dokter Arfan menjeda kalimatnya, yang membuatku panasaran.


...“ Mau ? Mau apa Dok ? “ ...


tanya ku yang penasaran.


Lagi lagi dia mendekatkan wajahnya pada wajah ku, Membuat ku gugup dengan menutup kedua mata ku yang takut. Dan ternyata dia hanya mencium kening ku.


...“ Cup “ ...


satu kecupan hangat membuat jantung dan kedua pipi ku memerah


...“ Mau cium kening kamu, Boleh kan ? “ ...


^^^tanya nya sambil tertawa.^^^


Aku yang mendengarkan ucapan dari dokter Arfan hanya tersenyum.


“ Aku tadi cuman bilang kalau kita mau shalat sunah dulu “ Ucapnya.


...“ Berarti tadi dokter lagi isenggi Nay ? “ ...


...“ Hahahaha.... apa itu salah “ ...


^^^ledek nya pada ku.^^^


...“ Ayo kita shalat dulu “...


...“ Atau kamu mau aku cium lagi ? “ ...


Ucapnya menggoda. Membuat ku malu.


Sejenak ketika kaki ingin melangkah meninggalkan Dokter Arfan yang masih berdiri membelakangi pintu kamar,


^^^Aku berjalan duluan untuk mengambil air wudhu, baru selangkah melangkah membiarkan dokter Arfan yang sendirian dengan cepat dokter Arfan menarik tangan ku kembali kedalam kedapan nya. ^^^


Mendekatkan wajahnya pada wajah ku. Dia mengecup bibir ku dengan tempo yang dalam. Sontak membuatku kaget. Rasanya seperti bermimpi.


...‘ Oh, Ya Allah Aku malu tapi aku juga bahagia ‘...


...“ Itu sebagai tanda aku Mencintai mu, Nay “ ...

__ADS_1


Ujarnya diakhir senyuman. Aku hanya mampu tersenyum dengan memandang wajah nya yang saat ini terlihat lebih tampan.


...“ Ayok sayang kita wudhu dulu ! “...


...“ Atau perlu aku gendong ? “ ...


ajaknya dengan nada menggoda, sambil menarik tangan ku dan kembali membuka pintu kamar. Karena jarak kamar dan kamar mandi yang hanya ada di dapur.


💍💍💍 [ Sah ] 💍💍💍


Ketika pintu kamar terbuka dengan dokter Arfan yang ada di barisan terdepan. Membuka pintu kamar, Kami hanya melihat Blue, Caca serta para tetangga yang sedang sibuk membawa makanan dan juga minuman dari dapur.


Seketika aku bernafas lega, Mereka yang sedang sibuk sibukya berlarian mengurus acara akad hari ini tidak begitu menatap ku dan juga dokter Arfan yang sedari tadi mereka lewati.


“ Ciee.... yang udah halal mah bebas


^^^ gandengan tangan “^^^


...“ Bebas Banget !! ”...


^^^‘ Allahuakbar !! ‘^^^


Aku terkejut dengan ke datangan Syaa dari arah dapur sambil membawa sepiring nasi.


Memergokin Dokter Arfan yang sedari tadi menggandeng tangan ku, memnuat ku malu lain hal dengan dokter Arfan dan Syava yang tertawa.


...“ Apa sih Syav “ ...


Ucap ku kesal. Sambil melepaskan gandengan tangan yang sedari tadi membuat ku malu.


...“Eeeem.... Dok itu kamar mandinya disana. Dokter bisa duluan ambil wudhu “ ...


^^^Ucap ku yang memberitahu nya.^^^


Dokter Arfan pun mengangguk hanya tersenyum yang kemudian melangkah masuk kedalam kamar mandi.


“ Sekali kali panggil Sayang, Nay. Masih aja manggil dokter Arfan dengan sebutan Dokter “


ujar Syava yang masih tertawa meledek ku.


...“ Udah Gih sana makan di depan ruang tamu “ ...


ucap ku gemas karena Syava yang terus menggoda.

__ADS_1


✋✋ Hay.... maaf. Lama up cerita. semoga ini bisa membalas kerinduan kalian. 😊


__ADS_2