Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 69 ]


__ADS_3

Kemudian semua anak membalas sapaan dari Bunga.


..." Hallo teh Bunga " ...


^^^Sahut Cherry yang begitu antusias.^^^


Membuat ku dan Bungan tersenyum, serta dua laki laki yang melihat itu ikut tersenyum.


..." Alhamdulillah, kalau begitu hari ini kita akan belajar dengan Teh Nayla, Teh Bunga dan Aa "...


^^^ ucap A Hisyam. ^^^


..." Lalu, pak dokter enggak ikut ngajar, A? "...


^^^Tanya Adi. ^^^


Mas Arfan yang sedari tadi duduk kini berdiri dari tempat duduk nya. Kemudian dia menghampiri ku dan berdiri di samping ku dengan erat merangkul pundak ku.


^^^Membuat kedua pipi ku kembali memanas. ^^^


Sambil berkata kepada anak anak.


..." memangnya adik adik mau di ajarin apa ? " ...


^^^tanya nya.^^^


" Dokter, ajarin Azam untuk jadi dokter, Azam mau jadi dokter "


^^^ujar Azam yang semangat. ^^^


..." MasyaAllah, kalau begitu Azam harus rajin belajar dan jangan males untuk solat " ...


balas Mas Arfan diakhiri senyuman.


..." Siap! Dokter " ...


^^^balas Azam dengan sorak. ^^^


..." Sekarang kita belajar bareng Teh Nay dulu ya " ...


^^^sela A Hisyam yang sedikit tidak suka melihat Mas Arfan merangkul pundak ku. ^^^


Lalu Bunga mulai menghampiri anak anak untuk mengajari mereka pelajaran mengenai Bahasa Inggris bersama dengan ku.


^^^Hingga akhirnya, jam terakhir pelajaran telah selesai. Tampa sengaja air mata ku mulai menetes. Aku merasakan sedih akan berpisah dengan seluruh anak anak dirumah senja.^^^


Mas Arfan yang melihat ku menangis mulai menghampiri ku, ia menghapus air mata ku lalu berkata.


" Sayang, udah ya jangan nangis. Nanti kalau mereka tahu kamu nangis, mereka akan ikutan nangis "


^^^Perkataan mas Arfan seolah mantra untuk ku, seketika aku pun tenang. ^^^


Aku mulai memberanikan diri ku untuk berbicara kepada anak anak yang ada di rumah senja, ketika jam pelajaran telah usai.


^^^" Anak anak, semuanya ayo duduk di tempat kalian dan dengarkan apa yang ingin Teteh sampaikan " ^^^


ujar ku kepada mereka semua, sementara Bunga dan A Hisyam ikut mendengarka ku.


" Hari ini adalah hari terakhir teh Nay mengajar disini. Teteh tahu kalau kalian tidak mengizinkan teteh untuk pergi tapi tolong mengerti.


^^^Teh Nay harus berangkat ke Jakarta bersama Dokter Arfan, tapi sebelum teh Nay pergi apa ada yang mau di sampaikan tidak ? " ^^^


Ucap ku kepada mereka.


Tiba tiba saja seorang anak perempuan mengangkat tanganya, kami yang melihat itu semua menoleh tidak terkecuali Mas Arfan juga menyaksikan acara perpisahan ku dengan mereka. Lalu A Hisyam mempersilahkan Cherry untuk mengatakan sesuatu kepada ku.


^^^" Teh, Cherry cuman mau. Teteh jangan pernah lupain kira semua, Cherry dan teman teman yang lain sayang Teteh "^^^


Hiks... Hiks.. Hiks...


Tangis anak perempuan itu seketika pecah.


Aku yang melihat anak perempuan itu menangis di tempat duduk nya.


^^^Tidak tega melihatnya lalu menghampiri sekedar untuk memeluk tubuh munggil. Tampa aku, Bunga, A Hisyam dan Mas Arfan duga.^^^


Semua anak mendatanggi ku, mereka memeluk ku dengan tangis.


..." Teh, jangan pergi "...


Hiks.... Hiks... Hiks....


^^^Renggek Azam pada ku. ^^^


" Teh Nay, Kami semua sayang banget sama teh Nay, Makasih banyak teteh udah ngajarin kami, kami berharap teteh enggak akan lupain kami disini "


^^^ucap Salsa yang meneteskan air mata sembari terisak menangis. ^^^

__ADS_1


Semua anak anak membuat hati ku ikut terenyuh. Semakin tidak tega jika harus meninggalkan mereka semua.


^^^Aku mulai menyeka air mata ku yang sudah membasahi kedua pipi ku. Bunga yang melihat juga ikut terharu.^^^


Detik selanjutnya aku kembali berkata.


^^^" Teh Nay, enggak pernah lupa sama kalian. Kalian selalu bikin teteh ketawa. Teh Nay, sayang banget sama kalian "^^^


Lantas semua anak anak memeluk ku, aku tenggelam dalam pelukan mereka.


^^^Sementara itu Dokter Arfan di bantu oleh A Hisyam menyiapkan beberapa bingkisan cendra mata yang mulai ku bagikan bersama Bunga. Sebuah hampers dan buki cerita islami sebagai kenang kenangan ku untuk mereka. ^^^


Semua anak yang mendapatkan hampers dan buku cerita terlihat bahagia tampa ada sedih di setiap wajah mereka.


^^^Setelah selesai membagikan hampers dan buku cerita. Aku mulai berpamitan dengan Bugan dan A Hisyam. ^^^


... " Sayang, udah dong jangan sedih lagi " ...


ucapnya sambil mengecup tangan kanan ku.


^^^ " Mas, aku begitu sedih. Jika berpisah dengan mereka semua" ^^^


tatap ku dengan wajah sendu.


^^^" Bagaimana kalau kita mampir dulu kerumah Abah dan Ummi " ^^^


ajaknya seketika membuat ku tersenyum.


..." Boleh Mas, aku juga rindu Abah dan Ummi " ...


^^^jawab ku dengan senyum.^^^


..." Tapi semua itu ada bayaran, sayang " ...


^^^timpalnya. ^^^


..." Bayaran? " ...


aku pun membeo dengan aneh.


^^^" Iya Bayaran, satu kecupan dari mu membayar lelah ku " ^^^


goda nya, sambil menunjuk nunjuk pipi kiri.


..." Jadi kamu lelah, Mas? " ...


..." Bukan sayang, hanya saja.... " ...


^^^dia sedikit menjeda kalimat terakhir. ^^^


..." Ya? Hanya saja apa, Mas " ...


tanya ku yang bingung.


..." Hanya saja aku ingin di cium oleh istri ku "...


..." Mas, berhenti menggoda ku " ...


aku mulai memutar bola mata ku yang malas meladeni manusia modus seperti mas Arfan.


..." Sayang " ...


^^^kali ini mas Arfan semakin meranggek .^^^


..." Iya ia, baiklah Mas " jawab ku. ...


Cup... Satu kecupan singkat menempel di pipi kiri.


..." Tadi itu apa sayang? "...


..." Aku sama sekali tidak merasakannya " ...


Lagi lagi dia berhasil membuat ku malu.


Sepanjanh perjalanan, Mas Arfan selalu menghibur ku. Aku mengerti tujuannya membawa ku berkunjung ke rumah Abah dan Ummi untuk berpamitan.


^^^Karena setelah makan siang aku dan Mas Arfan memutuskan untuk berangkat ke Jakarta, sementara dengan Abah, Ummi dan kedua Adik ku akan menyusul bersama Keluarga A Hisyam beserta Syava yang ikut menghadiri resepsi besok. ^^^


Mereka akan berangkat besok setelah solat subuh.


Sesampainya di depan perkarangan rumah, aku dan Mas Arfan segera turun untuk masuk kedalam rumah. Bertemu dengan Abah dan Ummi yang sedari tadi sudah menunggu.


..." Assalamualaikum " ...


^^^sahut ku bersama dengan Mas Arfan yang sedang membuka tali sepatu nya.^^^


..." Waalaikumsalam "...

__ADS_1


Jawab Ummi yang berlari kecil dari dalam rumah bersama dengan Abah


..." Ayo masuk dulu, Nak Arfan " ...


Ajak Abah.


..." Terimakasih Abah " ...


^^^Balas Mas Arfan. ^^^


..." Abah gimana kabarnya? " ...


tanyanya pada Abah sambil berganti mendorong kursi roda Abah.


..." Alhamdulillah, baik nak " ...


^^^ujar Abah diakhir senyum. ^^^


Setelah itu kami semua bersantai di ruang tamu, lain hal dengan Ummi yang sedari kemarin sudah sibuk mempersiapkan oleh oleh untuk ku bawa ke Jakarta.


Tidak berselang lama, Azan Dzhur pun berkumandang.


^^^Abah dan Mas Arfan memutuskan untuk sholat ke masjid yang tidak jauh dari rumah. Dan sementara itu aku akan membantu Ummi di dapur.^^^


" Nay, kamu kan teh suka atuh sama keripik pisang. Ini Udah Ummi buatin bekal buat kamu di jalan nanti "


^^^Ujar Ummi sambil membawakan satu toples keripik pisang dengan senang hati aku menerima kripik pisang pemberian Ummi. ^^^


..." Nuhun, Ummi " ...


ucap ku diakhir senyum.


^^^" Nay, Ummi juga nitip ini buat mertua kamu, semuanya udah Ummi jadiin satu di dalam kardus " ^^^


Ujar Ummi sambil membawa kardus yang sudah berisikan banyak sekali oleh oleh untuk Papa dan Mama Mas Arfan.


..." Ummi, ini teh apa isi nya? " ...


tanya ku sembari menghampiri bungkusan kardus yabg ada di ata meja.


" Itu teh ada peuyuem, ada bolu gulung, ada tahu tauhid, ada kopi aroma, ada gepuk, ada picnic roll, ada oncom, ada tahu susu, ada rujak cireng, ada juga batagor. Ini teh semua makanan khas Bandung Nay, pasti nanti mertua kamu suka "


^^^jelas Ummi.^^^


Sejenak aku menghela nafas dan berkata kepada Ummi.


..." Ummi, Nay harus tanya dulu sama Mas Arfan" ...


^^^sebab oleh oleh yang akan dibawa begitu banyak.^^^


Lalu Ummi yang mendengar penjelasan dari ku. Bertanya.


..." Kenapa harus tanya Arfan atuh, Nay ? "...


..." Tidak apa apa Ummi, Nay takut nanti barangnya gak muat di dalam mobil " ...


jelas ku pada Ummi.


^^^" Iya jelas muat atuh Nayla, kalau besok Ummi yang bawa pasti makin repot " ^^^


" Besok teh kami semua satu mobil dengan keluarga Hisyam, kemudian menuju Hotel tempat kamu akan mengadakan resepsi, pasti enggak keburu untuk mampir kerumah mertua kamu.


^^^Tidak mungkin juga kan Ummi membawa oleh oleh kedalam Resepsi secara kamu tahu bagaimana ibu mertua mu " ^^^


jelas Ummi.


...Tok... Tok... Tok...


Assalamualaikum.


Terdengar seseorang mengetuk pintu sambil mengucapkan salam. Ummi yang sedari tadi sudah duluan menyelasai sholat membuka kan pintu sedangkan aku baru menyelesaikan sholat segera melilat mukenah serta sejadah.


^^^' Pasti itu, Mas Arfan dan Abah ' ^^^


sahut ku dalam hati. Ketika aku hendak mendatangi asal suara bemar saja Mas Arfan telah mendorong kursi roda Abah untuk masuk kedalam rumah.


^^^Membantu Abah untuk duduk di salah sofa yang ada di ruang tamu. ^^^


Sebab, sedari azan Dzuhur berkumandang Abah dan Mas Arfan melaksanakan sholat di masjid. Sementara aku dan Ummi melaksanakan sholat dirumah.


^^^Aku melihat Mas Arfan yang sedang menggendong Abah untuk berpindah duduk di sofa. Membuat hati ku terharu menyaksikan pemandangan tersebut, sebab tidak ada seseorang pun yang begitu menyanyangi Abah seperti ku.^^^


Dengan cepat aku berlari menuju Abah dan Mas Arfan, untuk mencium tangan mereka. terlebih dahulu diawali mencium tangan suami kemudian mencium tangan Abah.


..." Nak Arfan, Ummi sudah siapkan beberapa kardus ada beberapa oleh oleh khas Bandung untuk keluarga kamu. Sampaikan salam kami sekeluarga untuk keluarga kamu, Nak " ...


jelas Ummi pada Mas Arfan sambil

__ADS_1


^^^menunjukkan beberapa kardus yang akan nanti kami bawa.^^^


__ADS_2