Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 81 ]


__ADS_3

Perlahan Mas Arfan menuntun ku untuk sejenak menenangkan fikiran diatas sofa yang ada di ruang kerja.


^^^membiarkan ku untuk bersender dipundaknya.^^^


" Mas, Maafin Nayla. Seharusnya tadi Nay tidak berlaku seperti itu, Maaf karna Nay terlalu terburu buru, Nay tidak bisa tahan jika ada orang lain memanggil mu dengan sebutan sayang " jelas ku.


^^^Sembari menghapus air mata .^^^


^^^Kemudian Mas Arfan menatap ku.^^^


..." Pasti tadi kamu cemburu ya, Sayang "...


..." Enggak, siapa bilang "...


jawab ku menyembunyikan kebenaran.


..." Terus? Tadi kenapa kamu nangis "...


..." Kamu cemburu kan, sayang "...


desak Mas Arfan, sementara aku yang gugup membenarkan posisi duduk dan menghadap Mas Arfan.


" Habisnya, Naura panggil kamu. Sayang !"


" Hati ku sakit jika mendengar orang lain


memanggil suami ku dengan sebutan sayang "


oceh ku yang tidak menyadarinjika sedari tadi Mas Arfan telah menatap wajah ku.


" Itu artinya kamu takut. Takut jika harus kehilangan aku dan terlebih lagi kamu sangat mencintai suami mu yang ganteng ini, kan? " tanya nya diakhir senyum.


" Apaan sih Mas " jawab ku tertawa geli.


" Itu fakta sayang " balas nya.


Setelah perasaan ku tenang, aku meminta izin pada Mas Arfan untuk pulang. Awalnya Mas Arfan meminta Pak Tarno untuk menjemput ku namun aku menolaknya aku lebih memilih untuk pulang dengan memesan Taxi Online. Tidak berselang lama Taxi Online pesanan Mas Arfan sudah sampai, Mas Arfan hanya bisa mengantar ku dari luar rumah sakit karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai sementara aku menaiki Taxi Online menuju rumah.


Seperti janji ku kemarin, setelah sampai rumah aku akan membuatkan Soto untuk Papa Faja dan Mama Ayu untuk makan siang malam nanti.


Sesampainya dirumah, Pak Darman membukakan gerbang rumah menyambut kepulangan ku dengan begitu ramah kemudian aku membalas nya dengan ramah. Berjalan menuju dapur, lalu menyiapkan seluruh bahan untuk membuat soto. Hingga seseorang mendatangi ku dari belakang.


" Aroma Soto buatan kamu tercium harum,Pasti enak jika disantap selagi hangat " Ujar Omah Ratna yang membuat ku kaget.

__ADS_1


" Omah, Nay kira siapa "


" Omah ngangetin kamu, ya " ucap Omah yang ikut kaget sambil tertawa.


" Omah, hampir aja bikin Jantung Nay keluar. Omah kenapa keluar kamar? Kenapa enggak istirahat di kamar aja " balas ku tersenyum manis.


" Omah baru saja selesai Mandi setelah itu Shalat Ashar " balas Omah


Sambil mendengarkan Omah, perlahana aku mematikan kompor. Mengambil mangkuk yang berada di samping, Lalu menuangkan soto.


" Omah, apa omah mau coba soto buatan, Nay? " tawar ku.


" Omah akan mencicipi soto buatan kamu setelah kuah soto itu dingin " ucap Omah yabg sedikit tertawa.


Lalu Aku menuntun Omah berjalan ke meja meja sambil membawakan mangkuk putih berisikan Soto. Kemudian Omah bertanya sembari duduk diatas kursi.


" Nay, Apa Mertua mu sudah pulang? " Aku bigung dengan maksud Omah Ratna.


" Mertua? " beo ku.


" Maksud Omah, Mama Ayu " Jawab ku, Lalu Omah Ratna mengangguk seraya mengiyakan.


Perlahan Mas Arfan menuntun ku untuk sejenak menenangkan fikiran diatas sofa yang ada di ruang kerja.


^^^membiarkan ku untuk bersender dipundaknya.^^^


" Mas, Maafin Nayla. Seharusnya tadi Nay tidak berlaku seperti itu, Maaf karna Nay terlalu terburu buru, Nay tidak bisa tahan jika ada orang lain memanggil mu dengan sebutan sayang " jelas ku.


^^^Sembari menghapus air mata .^^^


^^^Kemudian Mas Arfan menatap ku.^^^


..." Pasti tadi kamu cemburu ya, Sayang "...


..." Enggak, siapa bilang "...


jawab ku menyembunyikan kebenaran.


..." Terus? Tadi kenapa kamu nangis "...


..." Kamu cemburu kan, sayang "...


desak Mas Arfan, sementara aku yang gugup membenarkan posisi duduk dan menghadap Mas Arfan.

__ADS_1


" Habisnya, Naura panggil kamu. Sayang !"


" Hati ku sakit jika mendengar orang lain


memanggil suami ku dengan sebutan sayang "


oceh ku yang tidak menyadarinjika sedari tadi Mas Arfan telah menatap wajah ku.


" Itu artinya kamu takut. Takut jika harus kehilangan aku dan terlebih lagi kamu sangat mencintai suami mu yang ganteng ini, kan? " tanya nya diakhir senyum.


" Apaan sih Mas " jawab ku tertawa geli.


" Itu fakta sayang " balas nya.


Setelah perasaan ku tenang, aku meminta izin pada Mas Arfan untuk pulang. Awalnya Mas Arfan meminta Pak Tarno untuk menjemput ku namun aku menolaknya aku lebih memilih untuk pulang dengan memesan Taxi Online. Tidak berselang lama Taxi Online pesanan Mas Arfan sudah sampai, Mas Arfan hanya bisa mengantar ku dari luar rumah sakit karena masih ada beberapa pekerjaan yang belum selesai sementara aku menaiki Taxi Online menuju rumah.


Seperti janji ku kemarin, setelah sampai rumah aku akan membuatkan Soto untuk Papa Faja dan Mama Ayu untuk makan siang malam nanti.


Sesampainya dirumah, Pak Darman membukakan gerbang rumah menyambut kepulangan ku dengan begitu ramah kemudian aku membalas nya dengan ramah. Berjalan menuju dapur, lalu menyiapkan seluruh bahan untuk membuat soto. Hingga seseorang mendatangi ku dari belakang.


" Aroma Soto buatan kamu tercium harum,Pasti enak jika disantap selagi hangat " Ujar Omah Ratna yang membuat ku kaget.


" Omah, Nay kira siapa "


" Omah ngangetin kamu, ya " ucap Omah yang ikut kaget sambil tertawa.


" Omah, hampir aja bikin Jantung Nay keluar. Omah kenapa keluar kamar? Kenapa enggak istirahat di kamar aja " balas ku tersenyum manis.


" Omah baru saja selesai Mandi setelah itu Shalat Ashar " balas Omah


Sambil mendengarkan Omah, perlahana aku mematikan kompor. Mengambil mangkuk yang berada di samping, Lalu menuangkan soto.


" Omah, apa omah mau coba soto buatan, Nay? " tawar ku.


" Omah akan mencicipi soto buatan kamu setelah kuah soto itu dingin " ucap Omah yabg sedikit tertawa.


Lalu Aku menuntun Omah berjalan ke meja meja sambil membawakan mangkuk putih berisikan Soto. Kemudian Omah bertanya sembari duduk diatas kursi.


" Nay, Apa Mertua mu sudah pulang? " Aku bigung dengan maksud Omah Ratna.


" Mertua? " beo ku.


" Maksud Omah, Mama Ayu " Jawab ku, Lalu Omah Ratna mengangguk seraya mengiyakan.

__ADS_1


__ADS_2