
^^^Pukul 21.00 malam.^^^
Seluruh tamu undangan telah pulang hanya tersisa keluarga ku, beserta keluarga A Hisyam dan Keluarga dari Mas Arfan.
^^^Sementara waktu kami semua menginap di hotel mengingat begitu rame tamu hari ini membuat kami semua merasakan capek disekujur badan.^^^
Ucapan Mamah Ayu, yang membenci keluarga ku terus saja tergiang di kepala ku.
^^^' Astagfirullah, positif thinking Nay '^^^
Kini aku sudah berada di depan meja hias memperlihatkan pantulan diri ku dicermin, sementara aku sudah duluan membersihkan badan. Dan 5 menit kemudian di ikutin oleh mas Arfan yang keluar dari kamar mandi.
^^^Bertelanjang dada hanya menggunakan handuk menutupi tubuh bagian bawah. Sehingga aku yang sedari tadi melamun kini tersadar dari lamunan ku.^^^
..." Astagfirullah " ...
sambil menundukkan pandangan ku.
..." Sayang, kamu kenapa ? " ...
^^^tanya Mas Arfan yang menghampiri ku.^^^
" Enggak papa mas, cuman tolong kenakan pakaian mu. Aku belum terbiasa melihat mu seperti itu "
^^^jawab ku sambil menutup mata ku.^^^
Detik selanjutnya aku berkata.
" Aku sudah menyiapkan pakaian mu diatas kasur "
^^^ucap ku sambil menunjuk dengan mata tertutup.^^^
" Sayang, bukannya tadi kita mandi berdua "
__ADS_1
^^^ucapnya yang menggoda membuat kedua pipi ku memanas.^^^
Dengan cepat aku mencubit tangannya.
" Apaan sih mas, jangan bikin aku bersalah karna menerima ajakan mesum dari mu "
^^^oceh ku.^^^
Aku yang belum melepaskan hijab ku. Kini berlarian menuju kamar mandi.
Menyembunyikan pipi ku yang sudah merah bak kepiting rebus, sambil menormalkan jantung ku yang kian berdegup dengan kencang.
^^^Setelah usai menyisir rambut, aku melangkah keluar dari kamar mandi. Kemudian aku menghampiri mas Arfan yang sedang berbaring diatas kasur sambil menatap diri ku. Seolah memberi sinyal.^^^
Namun, aku tidak merespon tatapan tajam penuh hasrat yang diberikan mas Arfan. Aku berjalan, Lalu menyenderkan diri ku di pinggir kasur sambil menatap langit langit sembari terdiam.
^^^' Hari ini begitu lelah dan rasanya aku tidak ingin diganggu '^^^
..." Kamu kenapa? "...
Tanya mas Arfan sambil menyenderkan kepalanya di bahu ku, Lalu beralih dengan pelukan.
^^^Aku memutuskan untuk menoleh dan menjawab sesingkat mungkin.^^^
..." Tidak apa apa Mas " ...
^^^diakhir senyum.^^^
Detik selanjutnya. Mas Arfan muncubit kedua pipi ku seraya berkata.
..." Sayang, Kamu gemesin banget " ...
beralih dengan elusan halus dari sela jari Mas Arfan.
__ADS_1
" Mas, berhenti untuk selalu mencubit ku "
..." Bisa bisa pipi ku melar "...
^^^Ucap ku kesal.^^^
..." Sayang " ...
panggilnya lembut.
..." Iya mas "...
jawab ku yang menoleh kearahnya.
Kemudian kedua tangan Mas Arfan menangkup diwajah ku, sepasang mata indah dari mas Arfan begitu jelas ku lihat, kini senyuman itu menghiasi wajah nya menambah tingkat ketampanan seorang Mas Arfan.
Hingga membuat ku berdegud begitu kencang.
" Sayang, Aku mencintai mu. Seperti apapun diri mu, Aku mencintai mu bagaimana keadaan diri mu sekarang. Jika suatu saat kesedihan menghampiri mu maka aku akan berusaha keras untuk membawa tawa mu hadir kembali dalam hidup mu. Aku akan melakukan apa pun yang kamu inginkan. Mulai sekarang kita harus saling berbagi kisah suka maupun duka. Karena bahagia mu adalah milik ku dan menjaga mu adalah kewajiban ku sebagai seorang suami. Aku akan selalu mencintai mu dan menjaga mu karena - Allah "
Setelah mengatakan itu, Mas Arfan mencium kening ku begitu lama.
Aku tidak menahan air mata yang sekarang sudah tumpah, membasahi pipi ku.
^^^Lantas aku memeluk Mas Arfan begitu erat. Kemudian berkata.^^^
..." Aku mencintai mu, Mas "...
^^^" Terimakasih sayang, telah menerima ku di dalam hidup mu " ^^^
kemudian aku dan Mas Arfan terbawa oleh malam.
✋ Hay..... kalau ada kesalahan kata tolong di kasih tau ya, dibagian dan halaman berapa. agar author bisa memperbaiki.
__ADS_1