Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 52 ]


__ADS_3

“ Udah ya, No Tapi Tapi. Aku sekarang harus


^^^keluar “^^^


...“ Aku mau makan. Dari pagi nemeni kamu “...


...“ Bye, Nay. Have fun “ ...


katanya sambil melambai lambaikan tangan nya yang pergi dari kamar.


Aku kembali berdiri di depan meja hias, bertanya tanya apakah penampilan ku kali ini sudah cukup baik untuk terlihat menawan di depan dokter Arfan.


^^^Hanya memakai gaun sederhana dan polesan make up yang menambah keindahan di wajah ku.^^^


...Tok.... tok...tok...


Terdengar ketukan pintu dari luar, sontak membuat ku semakin kalang kabut, ritma jantung ku berdetak lebih kencang.


^^^‘ Ya Allah. Bagaimana ini ? ‘^^^


Dengan ragu aku berjalan menuju pintu kamar, sela jari ini mulai dingin dan tidak ku tahu jika kedua tangan ku sudah basah. Aku mulai menyentuh gagang pintu mencoba perlahan membuka pintu kamar dengan tangan yang semakin bergetar . Sedari awal aku sudah mendugaan bahwa yang ada di depan kamar tidak lain adalah dokter Arfan.


Dia begitu tampan dengan tuxedo berwarna biru dengan kemeja putih serta mengenakan peci berwarna hitam yang berpadu dengan warna silver menambah tingkat ketampanan, MasyaAllah dia begitu tampan.


Aku yang menyadari bahwa telah lama menatapnya, seketika menundukkan pandangan ku karena aku malu.


...“ Ehem.. hem “...

__ADS_1


Dokter Arfan yang tersenyum sambil berdeham seraya menggoda ku.


...“ Apakah saya boleh masuk ? “...


Tanya nya, yang membuat ku saat itu mendongakkan kepala ku menatap wajah nya.


...“ Te......Tentu saja bo..Boleh “ ...


Ucap ku yang semakin gugup.


^^^“ Tatapan dokter Arfan benar bbenar membuat ku teduh” Ujar ku dalam hati.^^^


Lelaki itu dengan percaya diri melangkahkan kaki kanan untuk pertama kalinya memasuki kamar ku semakin dia melangkahkan kaki semakin membuat kaki ku berjalan mundur dengan malu dan gugup yang semakin tidak bisa ku bendung.


Lalu dia mengunci pintu kamar sontak membuat ku kaget bukan main, Aku semakin tidak bisa mengontrol seberapa kuat jantung ku berdegup.


...“ Emmm Dok “ ...


Panggil ku dengan gugup.


...“ Kenapa pintu kamar di ---- “...


...“ Di kunci maksud kamu ? “ ...


Tanya ku yang seketika memotong pembicaraan ku.


...“ Apa kamu mau ? Jika nanti ada orang lain yang masuk dan melihat kita sedang ---- “...

__ADS_1


Seketika aku menutup mulut dokter Arfan, agar dia tidak lagi melanjutkan kalimat terakhir yang ingin ia ucapkan kepada ku dan semakin membuat ku dilanda kegugupan.


...“ Stop. Tolong jangan dilanjutkan dok “ ...


jawab ku dengan seringai malu. Perlahan aku melepaskan dekapan tangan ku dari wajah dokter Arfan membuat ia tersenyum tipis menatap tingkah konyol ku.


...“ Maaf Dok “...


...“ Boleh saya cium tangan dokter ? “ ...


tanya ku.


...“ Maafkan saya, tadi saya lupa “ ...


Jelas ku diakhir senyum.


...“ Boleh Sayang “ ...


Jawabnya. Sembari mengulurkan tangan yang sempat ada di saku celana sebelah kanan.


Dalam hidup ku, ini kali pertama aku mencium tangan seseorang selain tangan Abah dan Ummi sekarang lelaki yang tampan nan soleh ini telah menjadi suami ku, Imam serta kepala keluarga untuk ku dan anak anak ku kelak.


^^^Aku mulai mendaratkan ciuman pertama ku di tangan seorang lelaki. Begitu hangat, lembut dan tercium aroma parfum. Aku masih takut jika bertatapan langsung dengan mata nya, mata yang indah. Siapa saja yang menatapnya akan jatuh hati, begitu meneduhkan ku. Aku hanya bisa tertunduk malu.^^^


Tapi siapa yang akan menduga dengan respon yang dokter Arfan lakukan pada Nayla.


^^^Tiba tiba saja tampa aku mengetahui pergerakan, Dokter Arfan menangkupkan kedua tangan pada pipi ku, mendekatkan wajahnya dengan wajah ku. ^^^

__ADS_1


__ADS_2