Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 51 ]


__ADS_3

Sampailah di hari yang begitu berbahagia ini. Sebuah akad yang akan dilaksanakan pukul 09.00 pagi bertempatan di Masjid desa ini. Tidak jauh dengan rumah ku.


^^^Namun lain halnya dengan ku yang tidak ikut ke masjid. Menyaksikan Dokter Arfan untuk mengucap Ijab Qabul, Aku hanya berdiam diri di kamar ditemani oleh Syava sahabat terbaik ku.^^^


Aku tidak seperti pengantin pada umumnya yang tampil dengan balutan kebaya atau sebagainya aku hanya menggunakan Dress berwarna putih, Pemberian Ummi dengan segala perlengkapan lain. Aku juga tidak memanggil seorang perias melainkan Syava yang akan merias wajah ku dengan make – up, sederhana dan terlihat natural.


Aku berharap Dokter Arfan akan suka dengan penampilan ku yang sederhana ini. Lagi pula aku tidak begitu ingin terlihat cantik di mata orang lain melainkan di ingin terlihat cantik di mata suami sendiri.


...“ Nay, sebentar lagi Akad akan di mulai “...


^^^seru Syava yang sedari tadi sudah sangat antusias.^^^


[ Flasback ]


Aku kembali teringat oleh wejanggan Abah kepada dokter Arfan sehari sebelum hari pernikahan. Abah berkata.


“ Saya adalah orang pertama yang


^^^memeluknya, Bukan kamu.^^^


Saya adalah orang pertama yang menciumnya


^^^,Bukan kamu.^^^


Saya lah orang pertama yang mencintai nya, Bukan kamu “


Ucap Abah dengan menyeka air matanya. Dan dilanjutkan setelah menjeda beberapa kata.


“ Tapi saya harap, kamu adalah orang yang bisa bersamanya selamanya. Jika suatu hari nanti kamu tidak lagi mencintainya lagi, jangan katakan itu padanya. Kau bisa mengatakan itu kepada saya sebagai gantinya. Saya akan datang dan membawa nya pulang "


Membuatku menitihkan air mata mendengar ucapan yang Abah katakan pada dokter Arfan.

__ADS_1


^^^5 menit kemudian aku tersadar dari lamunan ku, Terdengar suara dari toak Masjid yang, Salah satu suara dari seorang Bapak penghulu yang akan memulai akad.^^^


Pada awalnya aku ataupun Abah dan Ummi berencana untuk menikahkan ku dengan dokter Arfan di masjid disaksikan oleh beberapa keluarga dan beberapa warga di desa tanpa menggunakan pengeras suara, Tapi beda hal dengan dokter Arfan yang meminta agar suaranya terdengar lebih jelas di penjuru desa dengan menggunakan speaker masjid.


^^^Dia berkata agar Ijab Qabul kali ini terucap lebih lantang dan aku bisa mendengar suaranya ketika mengucapkan Ijab Qabul. Bukan saja aku bahkan A Hisyam juga dapat mendengarkan suara dari Dokter Arfan yang akan mengucapkan Ijab Qabul.^^^


...[ Qabiltu Nikaha wa tazwajiha alal mahril madzkur wa radhiitu bihi, wallahu waliyu taufiq ]...


...Bagaimana para saksi ? Sah ?...


...SAH..... !!!!!...


...ALHAMDULILLAH ....


Aku dan Syava berpelukan dengan tangis haru yang sedari tadi mendengarkan suara lantang dari Dokter Arfan.


^^^Jangan di tanya dengan Nabila yang pada saat itu juga terharu menyaksikan kakak nya mengucapkan Ijab Qabul hanya dengan satu tarikan hafas tampa pengulanggan. Kemudian Syava berkata.^^^


...“ Aamiin “...


...“ Terimakasih ya Va “...


Ucapku yang masih menangis.


“ Sst.... Udah Ya stop nangisnya. Lihat sekarang make – up luntur. Sini aku benerin dulu “


Ucapnya sembari menghapus air mata ku. Aku yang pada saat itu merasa tenang oleh perlakuan sahabat ku hanya bisa mengangguk sambil tersenyum.


^^^Lalu Syava kembali merias wajah ku yang sedari sudah luntur.^^^


...“ Udah selesai. Makin cantik aja “...

__ADS_1


Kata Syava yang memperlihatkan ku di sebuah meja rias. Aku tersenyum melihat hasil make – up dari Syava.


“ MasyaAllah. Emang gak salah pilih dokter Arfan. Cantik bener kamu Nay “


^^^Goda Syava.^^^


Dilain hal rombongan Dokter Arfan, Nabila beserta Abah dan Ummi dan sanak keluarga sudah mulai bberjalan menuju rumah.


^^^Syava yang sedari tadi membereskan peralatan Make – up yang dimasukan kembali kedalam tas.^^^


...“ Va, Terimakasih banyak ya “ ujar ku....


...“ Iya Nay, Kalau gitu aku keluar dulu ya “...


^^^ucap nya, dengan cepat aku menahan tangannya.^^^


“ Va, nanti saja perginya temani aku sebentar disini “


^^^Ujar ku yang sudah mulai gugup.^^^


...“ Ya, Ampun Nay. Bentar lagi dokter Arfan masuk ke kamar kamu “...


“ Ya kali aku ada disini, Terus lihat kailan berduan gitu ? “


“ Bisa bisa penyakit KNC ku kumat lagi, Nay “


^^^Ledeknya sambil tertawa.^^^


...“ Tapi kan Va--- “...


^^^“ Udah ya, No Tapi Tapi. Aku sekarang harus keluar “^^^

__ADS_1


__ADS_2