
...“ Hem... jadi kamu dari tadi mikirin ini ya “...
“ Papa dan Mama sedang ada perjalanan bisnis keluar Kota, Tapi kamu tenang saja karna papa dan mama sudah merestui kita “
ucapnya sambil mengelus pipi kanan ku.
“ Oh Begitu.. Alhamdulillah, Kalau mereka sudah merestui kita “
^^^balas ku diakhir senyuman.^^^
...“ Sayang “ tegurnya....
...“ Iya dokter ? “ ...
...tanya ku yang menatap kedua mata nya....
“ Aku menikahimu, Bukan semata mata *****. Melainkan aku ingin beribadah kepada – Allah bersama mu, Hingga Allah merodhoi kita untuk hidup di dunia dan surga – Nya “
^^^Ucapnya yang sedari tadi mengelus kedua pipi ku yang kini tidak berdiri menangkup kedua pipi ku. Perkataan nya membuat ku Terharu.^^^
Kemudian dokter Arfan membawa tangan ku untuk lebih dekat dengan jantung nya merasakan detak yang sama sama kian bergemuru,dengan menggenggam tangan ku sembari berkata.
“ Menikahi mu serta mengajak mu beribadah bersama kepada – Nya. Itu adalah bukti cinta ku kepada mu. Ana Uhibbukki Filah. Zaujati “
^^^jelasnya pada ku.^^^
Aku tersenyum bahagia bersama dengan air mata yang membasahi wajah ku yang merasa terharu dengan semua perkataan yang di ucapkan oleh dokter Arfan membuat ku tersentuh.
__ADS_1
^^^Ia langsung membawa ku kedalam dekapan nya serta mencium kening ku begitu lama .^^^
Cup .... cup..... dua kecupan yang diberikan oleh dokter Arfan lagi lagi membua ku terbuai
...“ Ciuman pertama untuk Bidadari Surga ku “ ...
Ucap nya yang membuat ku malu.
...🚪🚪🚪 Tok.... Tok... Tok 🚪🚪🚪...
Tiba tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, dengan cepat aku langsung melepaskan pelukan dari dokter Arfan dan meminta izin pada nya untuk membuka pintu kamar yang sedari tadi sudah di ketuk.
Aku membuka pintu kamar yang sedari tadi seseorang sudah berdiri cukup lama, ketika membuka pintu kamar.
^^^Sontak membuat ku terkejut mendapati A Hisyam yang sedari tadi sudah berdiri di depan pintu kamar ku.^^^
..." Sayang, Siapa yang dateng. Kok lama cuman ...
^^^buka pintu aja ? "^^^
Tanya dokter Arfan yang tiba tiba muncul menghampiri ku. Sempat membuat ku dan A Hisyam kaget, terlebih dengan A Hisyam yang menyimpan luka.
..." Oh, Ada mas Hisyam toh. Gimana kalau kita ngobrolnya di ruang tamu saja? Ayo Mas" ...
Ajak Dokter Arfan yang merasa kurang sopan jika laki laki lain berbicara didepan kamar seorang wanita apa lagi itu sudah memiliki suami.
A Hisyam yang menganggukkan kepalanya mengikuti dokter Arfan yang sedari tadi sudah merangkul pundak A Hisyam dan mengajak nya mengobrol di ruang tamu, sementara itu aku mengikuti mereka dari belakang.
__ADS_1
Sesampainya diruang tamu, dengan aku yang duduk bersampingan dengan dokter Arfan dan A Hisyam yang duduk berhadapan dengan kami berdua. Aku merasakan suasana yang canggung tidak seperti biasanya.
Apalagi A Hisyam yang sedari tadi terdiam menatap ku membuat ku semakin takut dan aku hanya bisa menundukkan wajah ku dari pandangan nya.
..." Ehem... istri orang "...
Dokter Arfan yang pada saat itu berdehem, membuat ku dan A Hisyam menoleh ke arahnya.
^^^Di menit selanjutnya.^^^
..." Nay " ...
panggil A Hisyam.
..." Iya, A? " ...
^^^jawab ku yang persekian detik melihat wajahnua kemudian menundukan pandangan ku kembali. ^^^
^^^" Barakallahu Lakuma Wa Baraka Alaikuma Wa Jamaah Baina Kuma Fii Khair "^^^
Ucapnya diakhir senyuman.
..." Aamiin. Syukron mas Hisyam " ...
jawab dokter Arfan yang membalas doa dari A Hisyam.
^^^Sedangkan aku hanya tersenyum mengaamiin kan doa nya di dalam hati. ^^^
__ADS_1