Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 65 ]


__ADS_3

“ Ya Ampun Nay, kering tuh gigi senyum mulu dari tadi “


...“ Lagi Chatinggan sama siapa sih ? “...


tanyanya dengan nada sedikit ngomel.


...“ Ini lagi Chatinggan sama dokter Arfan “...


Jawabku sambil tertawa senang.


^^^“ Emang ngomong apaan sih sampai seneng gitu kamu ? “^^^


tanyanya yang mulai kepo.


...“ Ada Deh. Mau tau aja “...


jawabku yang sengaja mengusilinya.


Tidak jauh dari tempat aku dan Syava menunggu dokter Arfan. terdengar suara ringtone panggilan dari salah satu Handphone ibu ibu yang setengah baya, yang duduk di sebrang meja ku.


^^^Ku dengar seiap bait kata yang terdengar sayup sayup di kuping ku, sama persis seperti ucapan yang baru saja diakatakan oleh dokter Arfan.^^^


...“ Va, yang barusan itu lagu ya ? ”...


tanya ku yang memastikan.


...“ Lagu apaaan ? “...


“ Itu coba deh kamu dengerin, suara handphone ibu itu, nada deringnya mirip kaya kata kata yang barusan dikirim dokter Arfan kepada ku di Whatsapp “


^^^jelas ku yang merasa heran.^^^


“ Hahahaha...... Jadi dari tadi kamu senyum senyum enggak jelas “


...“ Karna itu. Nay itu tuh lirik lagu. Judulnya Bidadari Surga. Kan penyanyinya Almarhum ustad Jefri, masa kamu enggak tahu sih ? “...


...“ Hahahaha.... Kamu ini “...


timpalnya yang puas meledek ku.


Aku mendengus kesal. Dugaan ku salah jika Chat yang masuk dari dokter Arfan, iya tidak sedang mengirimkan lirik lagu,melainkan isi hatinya. Aku menghelas nafas dalam dalam.


“ Gak papa deh, cuman lirik lagi. Setidaknya dia sudah membuat ku tersenyum “


^^^Jawab ku.^^^


Sebagai alasan agar Syava tidak mencurigai ku.


...“ Iya Nay Iya. Yang udah Halal mah bebas “...


dengus Syava dengan kesal.


Ditengah perdebatan antara aku dan Syava.


Sebuah tangan menutupi mata ku dari arah belakang. Aku mulai meraba setiap ejengkal jari yang berukuran 2 kali lebih besar dari tangan ku, Aku mencoba melepaskan tangan itu dan menoleh untuk melihat soosk yang sedari tadi menutupi mata ku. Ternyata dokter Arfan yang barusan saja sampai.


...“ Sayang Maaf, Aku lama ya ? “...


katanya sambil bertanya pada ku, yang ikut duduk disamping ku.


...“ Enggak kok, dok “...


aku tersenyum dan langsung saja membuka taperware yang sedari tadi sudah ku siapkan buat dokter Arfan. menyajikannya di depan dokter Arfan.


“ Kelihatan nya, masakan kamu enak sayang “


...“ Makasih ya, sayang “...

__ADS_1


jawab nya sambil mengecak lembut hijabku, aku yang merasa senang dengan perlakuan dokter Arfan hanya mengganguk dan tersenyum.


^^^Seorang pelayan membawakan pesanan. Makanan beserta minuman kepada Syava, setelah itu dia berlalu pergi.^^^


^^^“ Wah... Mbak Syava juga belum makan siang ? “ tanya dokter Arfan sambil menyantap masakan ku.^^^


...“ Hehe... Iya, Dok “ Jawabnya....


...“ Kalau begitu kita makan bersama saja “...


Ajak dokter Arfan bersama ku dan Syava.


^^^Syava yang merasa canggung pun hanya tersenyum, Sementara itu dokter Arfan mulai mencicipi masakan ku.^^^


...“ Sayang, Masakan kamu enak banget “...


...“ Kamu mau cobain gak ? “...


tawar dokter Arfan yang kini menyuapi ku.


“ Terimakasih dok, Tapi saya bisa memesannya sendiri “


^^^“ Saya bawakan bekal makan ini khusus hanya untuk dokter “^^^


Ujar ku dengan polos. Syava yang mendengar itu,sontak ikut tersedak. Aku mulai melihat wajah Syava.


^^^Wanita itu sedang meneguk segelas air putih sambil menetralkan wajahnya, karena baru pertama kali dalam hidup ku aku membuat masakan untuk seorang laki laki yang tidak lain adalah suami ku.^^^


Aku melirik wajah Syava dan berkata.


“ Syava, Aku fikir kita sudah bisa mencari guru baru untuk anak anak di Rumah Senja “


^^^ujar ku.^^^


...“ Guru baru ? “...


...“ Maksud mu, kamu ingin berhenti mengajar dan mulai mencari baru untuk anak anak ? “...


^^^tanya nya. Sambil menyendokan satu sendok nasi goreng ke dalam mulut nya.^^^


“ Iya Benar, Guru baru untuk menggantikan aku “ Balas ku.


Sontak membuat Syava dan Dokter Arfan yang menghentikan aktifitas makan siang pada saat itu.


...“ Kamu beneran mau berhenti mengajar, Nay ? “...


tanyanya dengan ragu, Syava tahu betul aku begitu menyayangi anak anak di rumah senja.


^^^“ Sayang, kamu beneran mau berhenti mengajar dari Rumah Senja “^^^


tanya dokter Arfan yang juga ikut tidak percaya.


...“ Iya benar, dok “...


Jawab ku sambil tersenyum.


“ Iya Va, Setelah resepsi nanti. Aku akan tinggal bersama doter Arfan di Jakarta “


^^^Jelas ku dengan singkat.^^^


...“ Benar Juga, yasudah nanti aku akan mencari nya, Siapa tahu ada yang ingin mengajar “...


Balas Syava sambil meneguk es teh manis.


...Aku tersenyum manis sembari mengelus lembut pucuk tangan Syava sembari melanjutkan makan siang yang sempat terjeda....


...“ Sayang “...

__ADS_1


panggil dokter Arfan. Dengan aku yang ikut menoleh kearahnya.


“ Maafkan aku, Maaf jika karena aku. Kamu harus berhenti mengajar dari rumah senja “


^^^ujarnya, dengan wajah bersalah.^^^


“ Tidak apa apa dok, Berhenti mengajar dan meninggalkan anak anak senja itu adalah keputusan yang saya buat sendiri dan berhenti untuk menyalahkan diri sendiri dok. Lagi pula aku ingin menjadi seorang Ibu Rumah Tangga serta istri yang baik buat kamu dan anak anak kita nanti “


^^^Jelas ku diakhir senyum.^^^


...“ Makasih banyak sayang “...


Balasnya sambil tersenyum memeluk ku, Lalu mencium kening ku.


“ Uhuuuuk........ Uhuuuuk....... Uhuuuuk “


Seketika Syava terbatuk batuk. Melerai kejadian yang baru saja terjadi di depan matanya.


Dengan cepat aku menyodorkan segelas air putih untuk meredakan batuknya. Kemudian dia meneguk air yang tadi kuberi, sambil menepuk nepuk pelan dadanya.


“ Maaf Penyakit ku kambuh lagi. Penyakit KNC ku suka kambuh tiba tiba. Maaf “


^^^Jelasnya. Lalu menatap tajam ke arah dokter Arfan.^^^


“ Dok, Tolong ! Please banget . Jangan suka buat penyakit KNC ku kambuh “


Ucapnya kembali meneguk sebotol es teh yang sudah dia tukar. Sementara aku dan dokter Arfan tersenyum sambil tertawa.


...“ Kalau begitu nikah aja, Mbak “...


Sahut jahil dari Doker Arfan.


...“ Aku masih menunggu jodohku, Dok “ jelasnya....


“ Emang kamu sudah tau siapa jodoh mu itu, Va ? “


^^^tanya ku yang ikut menggoda.^^^


^^^“ Kemarin aku sempat memesannya kepada – Allah, Mungkin saja dia sedang dalam perjalanan “^^^


“ Atau mungkin sedang dalam perjalanan tertunda “


guraunya, dan kami kembali tertawa.


^^^Setelah selesai dari Puskesmas, kini aku berjalan untuk pulang ditemani oleh dokter Arfan.^^^


...“ Sayang “ panggilnya....


“ Iya dok ? “ Jawab ku.


...“ Hati hati, hari ini matahari begitu terik “...


ucapnya sambil merangkul pinggul ku, lalu mencium kening ku.


“ Dokter, saya malu. Ini masih di puskesmas “


^^^Jelas ku yang menahan malu.^^^


“ Baik sayang, kita sambung dirumah saja “ goda nya.


...“ Dok.....ter “...


panggil ku penuh dengan penekanan, sambil memukul dada bidangnya.


“ Hahaha... Iya sayang, aku hanya bercanda “


^^^diakhir tawanya.^^^

__ADS_1


Dengan cepat aku mengayuh sepeda biru ku.


__ADS_2