
...“ Dokter Arfan “ ...
jawab ku yang masih belum mengerti.
“ Kamu ga ngerti sama maksud aku ? Dokter Arfan ini sebentar lagi bakal jadi suami kamu jadi otomatis kalau kamu sakit nanti dokter Arfan yang mewarat kamu, mengobati kamu. bukan aku, 24 jam akan dirawat kalau sama pasien aja perhatian gimana kalau nanti sama kamu yang bakal jadi istrinya “
^^^ucap Syava yang tertawa geli.^^^
...“ InsyaAllah, Saya akan menjaga Mba Nayla “ ...
Balas dokter Arfan yang ikut tersenyum.
“ Tuh Kan.. beruntung banget kamu “
^^^Kata Syava.^^^
...“ Makasih, Dok “ ...
ucap ku diakhir senyuman.
...“ Sama sama “ ...
balas dokter Arfan dengan senyuman. Di detik selanjutnya dokter Arfa mulai serius.
...“ Mba Nay, saya mau berbicara “...
...“ Iya dok, Mau bicara apa ? ” tanya ku....
“ Mengenai Mas Hisyam “ Balasnya. Dan berkata.
“ Mari, kita bicarakan di belakang Villa saja, Mba Syava juga boleh ikut “
Aku dan Syava hanya bisa saling pandang mengikuti langkah Dokter Arfan yang menuju Villa belakang. Dokter Arfan sudah berjalan terlebih dahulu.
Dan sesampinya di belakang Villa kami bersama dokter Arfan duduk di Ghazebo yang ada di Villa belakang. Suasana disini begitu sejuk dengan pemandangan kebuh teh yang terlihat sangat indah jika memandang.
“ Mba, Apa hubungan Mba Nayla dengan Mas Hisyam ? “
^^^Tanya dokter Arfan kepada ku.^^^
__ADS_1
Aku yang kaget mendengar pertanyaan dari dokter Arfan sejenak melirik ke arah Syava yang juga duduk di samping ku.
Aku menghela nafas sejenak dan berkata.
“ Saya dan A Hisyam sudah berteman sejak kecil dan saya sudah menganggap A Hisyam seperti kakak kandung saya sendiri. Sedari saya kecil dia sudah melindungi dan menjaga saya “
“ Apa Mba Nayla punya perasaan terhadap Mas Hisyam ? ”
^^^pertanyaan Dokter Arfan membuat ku kaget.^^^
“ Saya menyayangi A Hisyam hanya sebagai kakak kandung tidak lebih “
^^^Jawab ku dengan singkat dan tegas.^^^
...“ Syukurlah kalau begitu “ ...
ujar Dokter Arfan yang diakhiri senyuman. Detik selanjutnya ia berkata.
“ Makasih Mba, sudah jujur. Saya hanya takut jika lamaran yang Mba terima hanya terpaksa “
“ Saya juga terimakasih sama dokter “
^^^Jawab ku di akhiri senyuman.^^^
tanya nya pada ku.
“ Terimakasih atas bukti keseriusan dokter pada saya. Karna saya tidak menyukai seorang pria yang banyak janji melainkan bukti “
^^^Ucap ku diakhir senyuman.^^^
“ Karena saya memiliki prinsip. Jadilah lelaki yang tidak banyak memiliki janji. Jika dia mencintai seorang wanita. Dia akan datang mengajak nya untuk menikah bukan mengajaknya pacaran. Karena laki laki sejati tahu betul makna dari surah Al – Isra ayat 32 “
Ucap dokter Arfan di setiap akhir senyuman.
...“ MasyaAllah “ ...
Ucap ku bersama Syava mendengar penjelasan dari dokter Arfan.
...“ Mba Nay “ ...
__ADS_1
Panggil nya dengan suara yang lembut. Membuat jantung ku kembali merasakan guncangan hebat.
...“ Iya dok ? “ ...
Ucap ku yang sedari tadi gugup.
“ Izinkan aku untuk meminjam nama mu. Untuk ku sebutkan di setiap doa ku “
^^^ucap manis dengan senyuman.^^^
Aku tersenyum mendengarnya sementara Syava dia sudah terbatuk batuk mendengar ucap yang terlontar dari dokter Arfan. Sekaligus membuat ku bigung.
...“ Va, kamu kenapa ? “ ...
tanya ku.
Syava menghela nafas sejenak dan berkata.
“ Sesag, Dada ku merasa sesag. Penyakit lama ku kambuh “
^^^sontak membuat ku ketakutan.^^^
...“ Penyakit Apaaan Mba ? “ ...
tanya dokter Arfan yang ikut takut.
...“ Penyakit KNC Dok “ ...
Jawab Syava.
...“ KNC ? ” ...
Tanya ku bersamaan dengan dokter Arfan.
...“ Iya KNC “...
...“ Kebelet Nikah Cepet “ ...
kontan membuat ku dan dokter Arfan tertawa saa mendengar ucapan Syava
__ADS_1
...“ Dasar Syava ada ada saja “ ...
Ujar Dokter Arfan dan aku yang ikut tersenyum.