
“ MasyaAllah Gadis ini cantik sekali, Apa dia adik dari Dokter Arfan ? “
^^^tanya ku dalam hati.^^^
Saat aku dan Ummi berjalan menghampiri mereka yang sedang asik mengobrol. Dokter Arfan langsung melihat kearah ku sembari tersenyum.
...“ Membuat ku gugup saja “...
“ Kata orang, Udara di pedesaan itu sejuk kalau malam hari tapi kenapa disini panas ya, Pa ? “
celetuk dari wanita setengah baya sambil mengipasi seluruh tubuh yang merasa gerah.
...“ Mungkin aja disini belum hujan, Ma “ ...
^^^balas pria setengah baya yang berada dekat dengan wanita itu.^^^
Sementara aku duduk di samping kursi roda milik Abah, Lalu Caca dan Blue beralih tempat duduk di dekat Ummi.
“ Mohon maaf pak, bbu disini tidak ada Ac. Kebetulan juga disini lagi musim kemarau jadi udara disekitar sedikit panas “
^^^Ucap Ummi yang menjawab dengan setenang mungkin. Sementara aku hanya terdiam tidak dapat berucap.^^^
“ Tidak apa apa ibu, maafkan kalau istri saya ini sedikit lancang “
^^^ucap pria itu.^^^
“ Apaaa sih, Pa. Mama itu berkata apa adanya, jujur dari lubuk hati masa di bilang lancang ? “
^^^ucap wanita itu.^^^
“ Pa, Ma nanti aja di lanjutin kalau mau perang “
__ADS_1
...ucap Dokter Arfan yang menjadi penengah....
“ Pak, Buk sebelumnya perkenalkan saya Fajar yang tidak lain adalah Papa dari Arfan dan wanita yang disamping saya ini adalah istri saya, Mama dari Arfan yang bernama Ayu. Kemudian gadis cantik yang disana namanya Nabila, Adik kandung Arfan “
^^^Ucap Pak Fajar.^^^
Di detik selanjutnya Abah yang menoleh kearah ku sambil tersenyum.
“ Pak Fajar, Perkenalkan Ini Nayla. Putri sulung saya “
^^^Lalu Abah berkata lagi.^^^
“ Kalau saya sendiri namanya, Yusuf dan ini Istri saya bernama, Salma beserta kedua adik adik Nayla yang bernama, Caca dan Blue"
Aku menemani Abah yang sedang asik berbincang dengan Pak Fajar dan Dokter Arfan.
Sementara itu Ummi bersama Caca dan Blue sedang mengambil kue dan minum yang sudah disiapkan di dapur. Sedangkan Mama dari Dokter Arfan masih asik mengobrol dengan Nabila, dan aku sendiri merasa di abaikan tidak bisa membantu Ummi dan disini tidak ada yang mengajak untuk sekedar mengobrol.
Berselang beberapa waktu ummi beserta Caca dan Blue sudah membawa kue dan minuman keruang tamu, aku hanya bisa membantu menyuguhkan kue dan minuman yang dibawa oleh Ummi. Dengan wajah yang tertunduk malu. Di detik selanjutnya.
“ Sebelumnya saya ingin menyampaikan maksud kedatangan saya kemari ini adalah untuk meminang putri Bapak yang tidak lain adalah nak, Nayla Salshabilla Azzahra dan jika terima akan kami sandingkan dengan anak kami Muhammad Arfan Alfaridzi “
^^^Ucap Pak Fajar.^^^
Penjelesan dari Pak Fajar membuat ku senang begitu juga hati ini seketika mencair, Namun aku tetap menunduk karna takut ketahuan jika sekarang wajah ku begitu senang.
“ Kalau saya, Terserah saja asalkan itu membuat putri saya bahagia dan merasa nyaman “
^^^Ucap Abah yang melirik ke arah ku.^^^
“ Jadi Bagaimana Nak, Nayla? Apa kamu mau menerima pinangan dari kami ? “
__ADS_1
^^^tanya pak Fajar pada ku.^^^
...Deg........
Bagaimana ini ? Apa yang harus aku katakan. Menjawab Iya atau tentu saja atau dengan senang hati saya terima atau bagaimana ini ? .
pertanyaan itu terus saja meracau kan fikiran ku mengaduk aduk isi hati ku membuat kedua pipi ku memanas, ingin rasanya aku berkata, namun aku begitu malu.
“ Bagaimana, Nay ? Kenapa malah melamun kamu “
^^^tanya Ummi yang sudah duduk disamping ku sedari tadi.^^^
Aku tetap menunduk tidak memiliki keberanian untuk menjawab aku hanya sanggup mengangguk tanpa berkutik apa apa.
...“ ALHAMDULLILAH “ ...
suara mereka saling bersahut di dalam ruang tamu dengan aku juga yang ikut mengucapkan kata hamdalah dalam hati.
“ Kami dari pihak keluarga meminta
pernikahannya untuk disegera kan bulan depan apa bisa Pak Yusuf ? “
^^^Tanya Pak Fajar.^^^
“ InsyaAllah bisa Pak. Anak saya juga sudah menerima pinangannya, jadi lebih cepat lebih baik bukan ? “
^^^Jelas Abah.^^^
...“ Gak Pa !!!!!!! “...
Ucap Ibu Ayu yang sontak membuat kami semua kaget.
__ADS_1