
Sore ini aku mengambil izin untuk tidak mengajar ngaji, Meliburkan semua anaj anak.Dikarenakan seluruh tubuh ku masih begitu lemas.
Usai shalat Ashar aku hanya menemani Abah sembari duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu yang ada di belakang rumah sementara Abah yang duduk di kursi roda.
Aku dan Abah yang sedang melihat kebun teh hanya dari rumah, cukup jauh terlihat pemandangan yang menampilkan bukit bukit berwarna hijau, serta langit yang berpadu dengan senja sore itu semakin membuat suasana menjadi sejuk.
^^^“ Nay, Kamu mau denger cerita dari Abah gak ? ” tawar Abah.^^^
...“ Mau Abah “...
...“ Sudah lama Nay enggak denger Cerita dari Abah lagi “...
^^^Jawab ku dengan antusias.^^^
Sedari aku SD Abah selalu menceritakan ku sebuah kisah dan aku akan menjadi pendegar terbaik Abah, Abah selalu bercerita mengenai kisah Nabi beserta para sahabat nya.
Hingga sampailah aku yang menceritakan kembali kisah itu kepada anak anak yang mengaji bersama ku.
“ Kamu tahu Kisah Istri Dari Al – Hattab yang di cemburui oleh para muslimah “
__ADS_1
^^^Tanya Abah, sontak aku menggelengkan kepala.^^^
...“ Enggak tahu Bah, Nay belum baca kisahnya “...
^^^Jawab ku pada Abah.^^^
“ Istri Al – Hattab hidup pada zaman Nabi Salallahualaihi Wassalam, Ia amat penyabar, seorang mukminah yang dikabarkan oleh Rasulullah akan mendapatkan kedudukan di Surga.
Nabi menyampaikan berita itu kepada para sahabatnya, dan segera menyebar ke sudut sudut rumah kaum Muslimin.
Mereka saling bertanya
Bahwa dijaminya Surga atas Istri Al – Hattab yang menimbulkan banyak tanya dan cemburu dari istri istri Muslimin lainnya.
...“ MasyaAllah “...
...“ Lalu apa kelebihannya Bah ? “...
Abah mulai melanjutkan kisah dari seorang Istri Al – Hattab. Lantas aku menyimak baik baik sebuah kisah yang sedang Abah ceritakan.
__ADS_1
“ Istri dari Al – Hattab kemudian menceritakan mengenai dirinya.
‘ Suami ku bekerja mencari kayu bakar di gunung, memotongnya lalu memikulnya. Kemudian ia membawanya ke pasar untuk di jual. Setelah menjual kayu di pasar, suami ku kembali ke rumah dengan membawa segala kebutuhan keluarga. Aku melihat wajahnya yang begitu letih, badan nya panas dan tenggorokan nya sangat haus. Suami ku benar benar kelelahan karena itu aku menyediakan air dingin sebagai penyejuk dahaganya ‘ “
“ Begitu ia pulang, Ia langsung mendapatkan air yang telah ku sediakan, setelah itu ku lanjutkan menyiapkan bekal makan siang, sembari mengemasi barang barangnya.
‘ Aku berdiri menyambut kedatangannya dengan menggunakan pakaian yang rapi dan bagus, ku sambut ia dengan penuh rindu, seolah olah telah berpisah sekian lama. Begitu ia masuk ku sambut layaknya mempelai laki laki yang begitu lama telah ku nanti. Ku serahkan seluruh diri ku kepadanya. Kalau suami ku ingin beristirahat dan bersenang senang, akan ku bantu jika ia meninginkan diri ku, ku rebahkan diri ku diantara kedua lengannya bak anak kecil yang bersuka ria dengan ayahnya ’
Tutur istri dari si pencari kayu bakar yang sangat mengharukan bagi mereka yang mendegarkan nya “
Begitu juga dengan aku yang mendengarkan kisah yang di ceritakan oleh Abah membuat ku menitihkan air mata tampa terasa kini telah basah di sela pipi ku begitu terharu mendengarkan kisah yang Abah ceritakan.
Dengan cepat aku menghapus air mata ku dan kembali mendengarkan Abah bercerita.
“ Segala keletihan dan kepenatan Al – Hattab segera sirna atas hiburan dan sambutan dari istri yang begitu mulia, sikap indah dari istrinya yang mukminah lagi shaleha menjadi obat penawar serta penyegar bagi suaminya yang pulang setelah bekerja mencari nafkah "
...Hal tersebut di tekankan pada jawaban Rasulullah saat menjawab pertanyaan dari Asma’ binti Zaid bin Sakan Al – Anshari....
“ Ya Rasulullah, saya adalah wali dari perempuan perempuan yang ada di belakang ku, secara keseluruhan adalah kaum muslimah dan istri istri orang mukmin. Mereka bertanya seperti aku yang akan bertanya kepada mu. Pandangan mereka seperti halnya pandangan ku. Suaru ku adalah suara mereka.
__ADS_1