
...“ Alhamdullilah, Terimakasih Ummi “...
^^^“ Tapi jangan puji saya berlebihan Mi. Saya hanya laki laki biasa saja, Justru saya yang malah beruntung mendapatkan putri Ummi yang cantik dan soleha “^^^
timpalnya yang semakin membuat kedua pipi ku malu, Abah dan Ummi tersenyum melihat kemesraan yang tercipta diantara kami.
Setelah asik berbincang, tidak terasa hari semakin siang. Aku beserta dokter Arfafn berpamitan untuk pergi.
...🏫🏫🏫 Rumah Senja 🏫🏫🏫...
Sesampainya dirumah senja, aku melihat A Hisyam yang datang dengan sepeda motornya, Sambil tersenyum tipis kearah ku.
^^^Hari berlalu dengan singkat. Satu setengah jam pelajaran telah usai. Anak anak seperti biasa akan berpamitan sebelum pulang dan menyalami tangan ku dan juga tangan A Hisyam.^^^
Seorang anak perempuan yang manis tiba tiba saja memeluk ku dengan erat, berumur sekitar 9 tahun. Anak itu berkata.
“ Teh Nay, Jangan pergi ke Jakarta. Teteh gak boleh pergi “
^^^rengek anak perempuan itu, bermana Syakil.^^^
Perlahan aku melepaskan pelukannya, Lalu mensejajarkan tubuh ku agar setara dengan nya.
^^^“ Emang siapa yang bilang kalau Teh Nay mau ke Jakarta ? “^^^
...“ Teh Nay masih disini, Syakil “...
Ucap ku dengan lembut mengelus rambut yang tertutup oleh hijab berwarna hijau.
“ Teteh kan sekalang udah nikah sama doktel dari Jakarta itu “
^^^“ Phasti nanti teteh ikut kesana juga, Kalau teh Nay pelgi, siapa yang mau ngajar kami semua ? “^^^
...“ Teh Syava, juga sekarang sibuk kerja “...
^^^rengeknya sembari memanyunkan bibir mungil miliknya.^^^
Merasa jangkal, anak sekecil ini begitu bijak.
Aku melirik ke arah A Hisyam yang sedari tadi sudah berdiri di samping ku, setelah itu aku menatap kembali kearah Syakil yang masih memasang wajah sedih.
...“ Syakil, Sayang. Kan masih ada A Hisyam “...
^^^“ InsyaAllah nanti pasti ada pengganti teteh Nay “^^^
Jelas ku sambil menangkupkan kedua tangan ku diwajahnya.
...“ Enggak mau, Akil mau nya sama teh Nay ! “...
^^^Jawab nya.^^^
“ Iya Syakil, teteh masih disini kok, sekarang ayo kita pulang. Syakil mau gak pulang nanti teteh bonceng pakai sepeda “
...“ Pulang bareng teteh “...
ajak ku yang merayu, menghilangkan kesedihan diwajah gadis manis itu.
^^^Anak perempuan itu menggeleng gelengkan kepalanya dan berkata.^^^
...“ Terimakasih Teh, Akil pulang bereng Nana “...
^^^Jelasnya.^^^
...“ Syakil, ayoo pulang “...
terdengar suara ajakan dari luar pintu, ternyata itu Nana. Lantas Syakil berpamitan pada ku dan A Hisyam.
^^^Ketika semua murid telah pulang, Aku melihat A Hisyam yang sedang bersiap, memakai helm untuk pulang.^^^
...“ A Hisyam “...
panggil ku, berjalan menghampirinya. A Hisyam pun menoleh.
...“ Iya Nay ? “...
^^^Jawabnya.^^^
Setelah perkataan Syakil yang barusan membuat ku kembali mengingat dengan ucapan dari dokter Arfan. Aku pun berkata pada A Hisyam.
^^^“ A, sebaiknya kita harus mencari guru baru untuk anak anak dirumah senja “^^^
jelas ku.
...“ Memang kenapa, Nay ? “...
tanya A Hisyam dengan wajah yang bingung.
__ADS_1
^^^“ Memangnya teh kamu jadi , bakal pindah ke Jakarta ? “^^^
tanya A Hisyam.
Aku mengangguk.
^^^“ Iya A, setelah resepsi nanti, Nay akan ikut tinggal di Jakarta, A “^^^
Jawab ku.
^^^“ Tapi Nay. Kamu nanti bakal sering main ke desa ini kan ? “^^^
tanya dengan wajah sendu.
“ Iya atuh, A. Kalau nanti dokter Arfan tidak sibuk dengan kerjaan di jakarta. Nay pasti main kesini “
jawab ku sambil menenangkan A Hisyam.
“ Kalau nanti kamu udah jadi orang jakarta, jangan lupain orang orang di desa ini ya, Nay “
balasnya dengan wajah datar.
^^^“ Iya A, InsyaAllah Nay selalu inget sama A Hisyam, Syava, Abah dan Ummi Aa bahkan warga yang ada disini “^^^
timpal ku diakhir senyum.
...“ Alhamdullilah, kalau gitu Nay “...
Jawab A Hisyam yang tersenyum pada ku.
^^^“ Nay, Aa pamit duluan ya. Da pengajian di kampung sebelah “^^^
balasnya.
Dan aku pun mengangguk.
...“ Assalammualaikum “...
...“ Waalaikumsalam, A “...
Jawab ku,yang juga bergegas untuk pulang, untuk menyiapkan makan siang buat dokter Arfan.
♥____________________________________
Aku membersihkan diri terlebih dahulu karena merasa gerah, setelah merasa kembali segar. Aku menuruni anak tangga yang menuju dapur. Menyiapkan segala bekal serta memasak nasi. Setelah semua masakan selesai.
^^^Azan Zhur pun ikut berkumandang. Ku sempatkan untuk sholat setelah selesai aku membawa semua bekal makan siang untuk diantar kan ke puskesmas.^^^
Mengayuh sepeda ditengah cuaca yang sejuk namun sedikit panas. Tidak begitu jauh jarak unttuk menuju ke puskesmas. Membutuhkan 25 menit, kemudian aku sampai di puskesmas.
^^^Saat ingin berjalan memasuki puskesmas, Aku melihat Syava yang sedang berjalan seorang diri ku lihat dia berjalan menuju kantin. Segera aku memanggil sahabat ku yang sedang berjalan sendirian.^^^
...“ Syava “...
panggil ku.
Kemudian dia menghentikan langkah kakinya, menoleh mencari asal suara. Mendapati ku yang sudah berdiri dilorong puskesmas. Lantas aku menghampirinya.
^^^“ Nay, kamu baik bener, jauh jauh dari rumah cuman mau nganter bekal makan siang. Pasti ini untuk aku kan ? “^^^
...“ Tau aja kalau aku lagi laper “...
tangannya mulai mengambil bekal makan siang yang kubawa.
^^^Dengan cepat aku menariknya.^^^
...“ Bukan, Va. Aku bawa bekal makan siang untuk dokter Arfan “...
...“ Suami tercinta ku “...
Ucap ku dengan malu malu.
^^^“ Widih dih... penggantin baru. Bawa bekal makan siang untuk dokter Arfan. Tadi sih aku lihat dokter Arfan lagi ada di ruang rawat pasien, Nay “^^^
Jelasnya.
...Di detik selanjutnya dia kembali berkata....
^^^“ Kita nunggu dokter Arfan di kantin aja, kamu bisa mengirimi pesan Via WA atau telfon untuk ketemu di kantin saja. Aku sudah laper “^^^
...“ Yasudah Ayo, Va “...
Jawab ku sambil menggandeng tangannya yang ikut berjalan menuju kantin Puskesmas.
Sampainya dikantin, Syava dengan cepat memesan makanan dan juga minuman, tidak tertinggal. Dia juga memesankan ku minuman dan kami memutuskan untuk menunggu dokter Arfan di kantin.
__ADS_1
^^^Setelah duduk di kursi kantin, aku mengilrimkan peasan kepada dokter Arfan.^^^
To : My Husband.
Assalammualaikum, dok. Saya sudah ada di puskesmas untuk mengantarkan bekal makan siang buat dokter Arfan. Saya bersama Syava akan menunggu dokter di kantin puskesmas.
^^^‘ Kemudian terlihat dua garis centang, berwarna biru. Terlihat dia sedang mengetik ’.^^^
^^^From : My Husband.^^^
^^^Waalaikumssalam sayang^^^
^^^sebentar lagi aku kesana.^^^
^^^Tunggu aku ya. Miss you sayang.^^^
‘ Aku melihat isi pesan yang dibalas oleh dokter Arfan, Membuat ku tersenyum membaca isi pesan darinya ‘
To : My Husband
Baik, dok. saya tunggu.
...‘ 1 menit kemudian ‘...
^^^From : My Husband^^^
^^^Sayang^^^
To : My Husband
Iya, dok kenapa?
^^^From : My Husband^^^
^^^Setiap Manusia, Punya rasa cinta^^^
^^^Yang mesti dijaga, Kesuciannya^^^
^^^Namun ada kala, Insan ak berdaya^^^
^^^Saat dusta mempir bertahta^^^
...‘ dahiku menyatu naik, saat membacanya membuat ku bingung denga isi pesan dari dokter Aarfan ‘...
To : My Husband
InsyaAllah, Saya akan menjaga kesucian ini hanya untuk dokter.
^^^‘ Jawab ku yang malu bercampur ragu ‘^^^
^^^From : My Husband^^^
^^^Ku inginkan dia, yang punya setia^^^
^^^Dan mampu menajaga, kesuciannya^^^
^^^Saat ku tak ada, ku jauh darinya^^^
^^^Amanah pun jadi penjaganya.^^^
^^^‘ aku semakin bingung dengan isi pesan ini. Dia yang setia? Emang aku enggak setia ? ‘^^^
tanya ku dalam hati.
To : My Husband
Maksud dokter aku tidak setia ?
^^^From : My Husband^^^
^^^Hatimu tempat berlndung ku^^^
^^^Dari kejahatan syahwat ku^^^
^^^Tuhan ku merestui itu^^^
^^^Dijadikah engka istri ku^^^
^^^Engkaulah, Bidadari surga ku^^^
‘ senyum ku mulai merka, berulang kali membaca pesan darinya ‘
Aku sampai tidak menyadari bahwa sedari tadi Syava sudah menatap ku, seperti orang gila yang tersenyum pada benda pipih di tangan ku.
^^^Sebab ini pertama kalinya aku memiliki hubungan sedekat ini dengan lelaki yang tidak lain adalah suami ku sendiri.^^^
__ADS_1