
Menunjukkan beberapa kardus yang akan nanti kami bawa.
..." MasyaAllah Ummi, kenapa Abah dan Ummi begitu repot. Terimakasih banyak Ummi " ...
^^^balas Dokter Arfan yang kemudian memeluk Ummi. ^^^
^^^" Ummi dan Abah, sama sekali tidak merasa direpotkan ini semua untuk mertua Nayla. Dan sati lagi kalau nanti kamu bawa mobil, tolong jangan ngebut ya nak " ^^^
jelas Ummi.
..." Memangnya kenapa Ummi? " ...
^^^tanya mas Arfan. ^^^
" Soalnya Nayla, suka sekali mabok dalam perjalanan "
^^^jelas Ummi diakhir tawa. ^^^
Membuat ku semakin malu.
..." Ummi, jangan katakan itu. Nayla malu " ...
balas ku dengan membuang asal wajah ku.
" Iya, Ummi tenang saja. Putri Ummi yang cantik ini InsyaAllah akan baik dan terjamin aman selama Arfan ada disampingnya "
^^^balas mas Arfan sambil tertawa.^^^
" Nay, Kalau nanti kamu sudah sampai. Jangan lupa untuk kabarin Abah dam Ummi "
^^^kata Abah yang membuka obrolan. ^^^
^^^" Pasti Abah, setelah sampai di Jakarta. Nay akan memberi kabar pada Abah " ^^^
jelas ku.
Sebelum aku dan mas Arfan berpamitan. Mas Arfan sempat membopong tubuh Abah kembali ke kursi roda, sebab Ummi tidak akan kuat jika seorang diri tampa bantuan dari kedua adik ku. Kini Caca dan Blue masih ada di sekolah.
Aku kembali sedih, tampa aku sadari air mata ku keluar. Membasahi kedua pipi ku, begitu memeluk Abah dan Ummi, ini adalah pertama kalinya aku jauh dari kedua orang tua ku.
^^^Sementara itu Mas Arfan sudah memasukkan beberapa oleh oleh pemberian Ummi kedalam mobil. ^^^
" Bah, Nay pamit ya. Abah jangan sampai lupa untuk kontrol, jangan sampai telat untuk makan. Nay minta maaf ya Bah karena nay sudah tidak bisa jagain Abah "
^^^jelas ku sambil menggenggam tangan Abah. ^^^
^^^" Nay, kamu jangan cemasi keadaan Abah. InsyaAllah abah akan sehat sehat saja " ^^^
jawab abah diakhir senyuman.
" Jaga diri mu disana dan jadilah istri serta menantu yang baik untuk suami dan mertua mu, Nay "
^^^timpal Ummi yang kini memeluk ku. ^^^
" Nak Arfan, kami menitipkan anak kami kepada mu. Tolong jaga dia, lindungi dia dam bimbing dia menjadi istri yang soleha "
^^^jelas Abah sudah berkaca kaca. ^^^
^^^" InsyaAllah Abah, Ummi. Arfan akan selalu menjaga serta mencintai Nayla seperti Abab dan Ummi mencintai nya " ^^^
balas Mas Arfan sambil mencium kedua tangan orang tua ku.
" Iya Ummi, kalau gitu Nayla dan Mas Arfan pamit "
..." Assalamualaikum. Abah, Ummi "...
^^^Salam kami yang kemudian melangkah keluar. ^^^
..." Waalaikumsalam, Nak " ...
jawab Abah dan Ummi yang mengantarkan kami keluar.
__ADS_1
^^^Aku kembali menatap kedua orang tua yang tersenyum melepaskan kepergian ku. ^^^
..." Yuk sayang masuk " ...
^^^ajaknya. ^^^
Ada rasa sedih yang tidak bisa dijelaskan, Mas Arfan telah siap membuka kan pintu mobil untuk ku agar bisa masuk kedalam.
^^^Kemudian disusul dengan nya yang mengendari laju mobil. Aku kembali melihat kedua orang tua dari balik kaca spion yang terus melambaikan tangan hingga kini tidak terlihat. ^^^
..." Sayang " ...
panggil mas Arfan sambil meraih tangan ku. Aku pun menoleh kearahnya.
..." Iya, Mas " jawab ku. ...
^^^" Jangan terus bersedih, jika kamu terus bersedih maka suami mu ini akan ikut bersedih" ^^^
ujarnya sambil mengusap tangan ku. Lalu mencium tangan ku dengan lembut bisa ku rasakan betapa lembut sentuhan yang di berikan oleh mas Arfan.
..." Makasih mas " jawab ku. ...
Untung saja beberapa oleh oleh yang diberikan Ummi muat di belakang.
^^^Walau harus berdesakan dengan koper ku dan juga koper Mas Arfan. ^^^
Hanya membutuhkan waktu empat jam perjalanan dari desa menuju Jakarta. Kini mobil putih yang dikendari Mas Arfan masuk kedalam gerbang megah berwarna coklat hitam berpadu dengan warna keemasan menambah kesan mewah.
^^^Aku bisa melihat begitu besar dan luas rumah Mas Arfan, bak Istana negeri dogeng. ^^^
Seperi biasa, mas Arfan akan memakirkan mobilnua disalah satu basmend tempat biasa ia memarkirkan mobil. Lalu dia akan terlebih dahulu turun dari mobil untuk membuka kan pintu ku.
..." Terimakasih mas " ...
^^^Ucap ku sambil turun dari dalam mobil. ^^^
Dengan antusias, Mas Arfan mengenggam tangan ku untuk masuk ke dalam rumah.
^^^ajaknya sambil tersenyum. ^^^
" Tapi mas, barang barang kita begitu banyak. Siapa yang membawanya nanti? "
^^^tanya ku.^^^
" Aku akan menyuruh mbok Jum dan Pak Tarno untuk membawakan barang kita. Mereka adalah ART dan Supir di rumah ini "
^^^jelas mas Arfan dan aku hanya mengangguk mengikutinya. ^^^
" Pak Tarno, Tolong bantu saya untuk bawa kan beberapa barang kami masuk kedalam dan tolong hati hati ketika membawanya "
^^^perintah mas Arfan kepada supir yang ada di rumah ini. ^^^
...Perlahan aku mulai berjalan, menaiki setiap anak tangga, memasuki rumah yang begitu megah. Berukir warna emas dan putih dengan Mas Arfan yang masih setia mengenggam tangan ku. Sampainya kami diruang tamu. ...
^^^Aku melihat Nabila yang berlarian menuruni anak tangga saat dia melihat mobil mas Arfan memasuki perkarangan rumah. ^^^
Gadis itu berteriak memanggil nama ku, membuat semua orang yang ada dirumah untuk menuju ruang tamu.
..." Kak Nay... La. Akhirnya kakak sampai juga "...
Peluknya dengan erat tampa menghiraukan seseorang yang ada disamping ku.
..." Ehem hem... " ...
Mas Arfan berdeham dan langsung
^^^melepaskan pelukan Nabila. ^^^
..." Maaf sesi pelukan telah usai "...
^^^Sontak membuat Nabila menoleh ke arah Mas Arfan.^^^
__ADS_1
Aku melihat Mama Ayu mendatangi lebih tepatnya dia mendatangi mas Arfan.
^^^Lalu mas Arfan mencium tangan Mama ayu, Kemudian Mama Ayu memeluk suami ku dan menciumnya. Aku bisa melihat betapa Mama Ayu merindukan Mas Arfan. ^^^
Langsung saja ketika mas Arfan melepaskan pelukan dari Mama Ayu, aku ikut menyalami tangan ibu mertua ku sambil tersenyum kepadanya.
^^^ Akan tetapi bisa aku pastikan Mama Ayu belum sepenuhnya menerima kehadiran ku, melihat wajahnya yang datar tampa ekspresi bahkan bukan senyuman yang ku dapat melainkan tatapan sinis dari nya. ^^^
..." MasyaAllah, siapa yang datang " ...
aku menoleh mencari suara hangat yang menyambut kedatangan ku, seorang wanita tua paruh baya namun masih terlihat segar.
^^^Mengenakan hijab berwarna coklat dan gamis berwarna hitam menghampiri kami.^^^
Nabila berjalan menghampiri wanita paruh baya itu untuk membantunya berjalan, kemudian mengenalkan ku.
" Omah, kenalin ini kak Nayla istri kak Arfan. Cantik kan Omah "
^^^ucap Nabil yang kini beralih merangkul pundak ku.^^^
Mas Arfan melihat kehadiran Omah dengan cepat menghampirinya, lalu memeluk omah setelah itu menyalami tangan Omah.
" Omah, apa kabar. Arfan kangen banget sama Omah "
^^^jelas mas Arfan tersenyum lebar. ^^^
" Arfan, apa benar yang dikatakan adik mu? Gadis itu adalah istri mu? "
^^^tanya Omah. ^^^
..." Iya, benar Omah " ...
sambil melirik kearah ku, memanggil ku dengan melambaikan tangan nya. Aku pun menghampiri Omah Ratna, lalu mencium tangan nya.
^^^" Sayang sini. Kenalin ini namanya Omah Ratna. Dia adalah nenek yang paling aku sayang " ^^^
detik selanjutnya. Omah Ratna mengelus kedua pipi ku.
" Arfan, MasyaAllah sekali. Istri mu begitu cantik, semoga menjadi istri yang soleha untuk mu. Cucuk ku "
^^^ujar Omah Ratna sambil menepuk nepuk tangan ku.^^^
' Tangan Omah Ratna begitu lembut.Tidak seperti tangan nenek atau mbah yang pernah ku temui di desa. Ya bagaimana tidak semua hal pasti yang mengerjakan bukan Omah '
^^^ujar ku dalam hati yang begitu senang.^^^
Sementara itu. Mamah Ayu yang melihat ku disambut hangat oleh Omah Ratna hanya berdiam dengan wajah datar.
" Yasudah, kalau gitu kamu bawa istri mu untuk beristirahat di kamar. Pasti dia lelah selama perjalanan "
^^^kata Omah Ratna diakhir kata sambil tersenyum.^^^
Mas Arfan yang mendengar perintah dari Omah Ratna hanya mengangguk pertanda bahwa dia setuju.
^^^ Saat Omah Ratna dan Nabila yang mulai pergi menuju ruang nonton yang ada di tengah, ^^^
Sementara Mas Arfan membantu mbok Jum membawakan beberapa barang dan koper ke dalam kamar. Menaiki anak tangga yang terhubung ke kamar.
^^^Baru saja melangkahkan kaki untuk naik beberapa tangga, Mama Ayu menarik tangan ku dengan kuat sontak membuat ku kaget. ^^^
..." Nayla !! "...
..." Mama Peringatkan untuk kamu, Jangan pernah mencari cari perhatian dari Omah Ratna atau kamu akan tau akibatnya !! "...
..." Jangan kamu fikir setelah kamu menjadi istri Arfan. Saya akan menerima mu sebagai menantu disini. Jangan harap !! "...
Setelah mengatakan itu.
Mama Ayu menghempas tangan ku dan berlalu meninggalkan ku. Aku hanya bisa beristigfar dalam hati, Melihat sikap kasar dari Mama Ayu.
^^^Kemudian menyusul Mas Arfan yang sudah duluan sampai ke dalam kamar. ^^^
__ADS_1
Tidak lupa dengan Pak Tarno yang sudah membawa masuk beberapa oleh oleh pemberian Ummi.