
Sesuai dengan janji ku kepada Ummi, setelah pulang mengajar dari rumah senja aku menemani ummi untuk pergi belanja ke pasar.
Sekarang aku dan Ummi berada di tempat penjual sayuran. Sedari tadi Ummi terus saja menawar nawar dengan penjual sayur,
^^^Membuat ku pusing sementara itu aku yang sedang melihat ke arah Stand penjual buah buahan yang begitu segar. Lantas aku segera meminta izin pada Ummi, lalu dengan cepat pergi menuju Stand buah yang sedari tadi sudah menggoda mata ku.^^^
Sampainya aku di stand buah, aku memilih milih buah seperti pisang, apel dan anggur.
...“ Bade meser buah naon neg ? “...
...[ “ Mau beli buah apa neng ? “ ]...
Tanya ibu yang menjual buah buahan tersebut.
...“ Bu, saya mau pisang yang ini ya, Bu “...
^^^seru ku sembari menunjuk buah pisang ke arah si ibu penjual.^^^
Si ibu yang menjual hanya menganguk, kemudian menimbang pisang tersebut lalu dimasukan ke dalam kantong plastik yang berwarna hitam.
...“ Naon deui Neng ? “...
...[ “ Ada lagi neg ? “ ]...
^^^tanya si ibu.^^^
...“ Henteu bu itu wae. Sabraha hargana bu ? “...
...[ “ Tidak bu itu saja. Berapa hargaya ? “ ]...
^^^tanya ku.^^^
...“ Limas belsa ribu “ Balas si ibu....
__ADS_1
Saat ingin membayar kepada si ibu penjual. Tiba tiba saja Ummi menghampiri ku.
...“ Nay, sekarang tinggal beli baju “...
^^^Kata Ummi.^^^
...“ Beli Baju ? “...
...“ Buat apa Ummi ? “...
^^^tanya ku yang bingung.^^^
“ Iya Buat kamu Nay, kan nanti keluarga Dokter Arfan mau dateng, Masa kamu bajunya yang itu itu saja “
^^^Rayu Ummi.^^^
“ Tidak usah Ummi, baju Nay sudah banyak. Yang penting sopan “
Aku mengangguk setuju. Kemudian mengikuti Ummi yang membeli bahan bahan kue sembari membawa barang belanjaan yang lumayan berat.
^^^Seperti biasa Ummi selalu saja menawar dan membuat ku pusing dengan harga yang di tawar Ummi.^^^
...💍💍💍💍💎...
Senja telah berganti dengan malam yang menjadi saksi, sedari pagi tadi tak sedikit pun aku merasa tenang, Fikiran ku berlari sudah entah kemana mana.
Setelah sholat isya tadi aku sudah berjam jam berhadapan dengan meja hias yang memampang kan wajah gugup ku.
Hanya memakai gamis berwarna merah maroon dengan hijab yang berwarna senada. Bahkan aku tidak memakai make up, Hanya lipblam yang membasahi bibir kecil ini, hingga jam dinding telah menunjukkan pukul 21.00 WIB.
Terdengar suara dari depan pintu kamar.
^^^“ Nay, keluarga dari Dokter Arfan sudah datang, ayo cepet keluar, Nay “^^^
__ADS_1
Ujar Ummi yang sedari tadi sudah menggedor pintu kamar, sontak membuat ku semakin merasa tegang.
...“ Iya, Ummi sebentar !!! “...
^^^jawabku, aku pun bergegas keluar membuka pintu kamar.^^^
...“ Wah.... cantik sekali anak Ummi “...
ujar Ummi yang menyambut ku di depan pintu kamar.
Aku yang merasa gugup, langsung menggandeng tanga Ummi.
^^^“ Ummi, temeni Nay kedepan ya. Nay gugup Ummi “^^^
ujar ku dengan senyuman yang tersirat.
“ MasyaAllah anak ummi udah mau jadi istri. Kenapa jadi pemalu gitu kamu, Nay ?”
^^^Ucap Ummi yang tertawa.^^^
Aku yang membalas ucapan ummi dengan senyum simpul, Lantas aku dan Ummi berjalan menuju ruang tamu bersama sama.
Sesampainya di ruang tamu, terlihat Dokter Arfan yang sedang duduk berhadapan dengan Abah serta kedua adik perempuan Caca dan Blue, Kemudian disamping Dokter Arfan seorang pria yang setengah baya memakai jas berwarna hitam.
^^^Tidak lain itu adalah Ayah dari Dokter Arfan dan seorang wanita setengah baya memakai hijab sedang berkipas dan disampingnya terlihat seorang gadis memakai ghamis berwarna biru dengan hijab yang senada.^^^
💒
...Disini lah Cinta seorang Istri diuji, Seberapa besar hati nya menghadapi segala cobaan....
yang enggak baca dari awal Nyesel loh. Hanya like like doang tampa tau cerita, Beneran Author bikin nangis reader kali ini.
Makasih ya udah mampir, 😘😚
__ADS_1