Romansa Islami

Romansa Islami
[ Halaman - 81]


__ADS_3

Seperti janji ku kemarin, setelah sampai rumah aku akan membuatkan Soto untuk Papa Faja dan Mama Ayu untuk makan siang malam nanti.


^^^Sesampainya dirumah, Pak Darman membukakan gerbang rumah menyambut kepulangan ku dengan begitu ramah kemudian aku membalas nya dengan ramah.^^^


Berjalan menuju dapur, lalu menyiapkan seluruh bahan untuk membuat soto. Hingga seseorang mendatangi ku dari belakang.


" Aroma Soto buatan kamu tercium harum,Pasti enak jika disantap selagi hangat "


^^^Ujar Omah Ratna yang membuat ku kaget.^^^


..." Omah, Nay kira siapa "...


..." Omah ngangetin kamu, ya "...


ucap Omah yang ikut kaget sambil tertawa.


" Omah, hampir aja bikin Jantung Nay keluar. Omah kenapa keluar kamar? Kenapa enggak istirahat di kamar aja "


^^^balas ku tersenyum manis.^^^


" Omah baru saja selesai Mandi setelah itu Shalat Ashar " balas Omah


Sambil mendengarkan Omah, perlahana aku mematikan kompor. Mengambil mangkuk yang berada di samping, Lalu menuangkan soto.


" Omah, apa omah mau coba soto buatan, Nay?" tawar ku.


^^^" Omah akan mencicipi soto buatan kamu setelah kuah soto itu dingin "^^^


ucap Omah yabg sedikit tertawa.


Lalu Aku menuntun Omah berjalan ke meja meja sambil membawakan mangkuk putih berisikan Soto. Kemudian Omah bertanya sembari duduk diatas kursi.


..." Nay, Apa Mertua mu sudah pulang? "...


Aku bigung dengan maksud Omah Ratna.


..." Mertua? " beo ku....


..." Maksud Omah, Mama Ayu "...


Jawab ku, Lalu Omah Ratna mengangguk seraya mengiyakan.


..." Dari tadi Nay Belum lihat Mama Ayu, Omah"...


..." Karena setelah sampai dirumah, Nay langsung kedapur dan belum mendengar suara mobil Pak Tarno dihalaman depan rumah "...


^^^jelas ku pada Omah. Detik selanjutnya Omah berkata.^^^


" Kalau Ayu berani macem macem sama kamu, Kamu harus bilang sama Omah "


Tegas Omah di setiap penekanan kalimatnya.


^^^" Iya Omah, Tapi sejauh ini Mama Ayu belum pernah menyakiti Nay. Baik fisik ataupun mental "^^^


tutur ku dengan lembut, Agar tidak menyulut kecurigan Omah Ratna atas setiap tindak tanduk Mama Ayu terhadapnya.


^^^Jauh di dalam dasar hati ku, ada rasa bigung bercampur penasaran dengan sikap Omah Ratna yang terlihat jelas tidak menyukai sifat dari Mama Ayu.^^^


Namun segera aku menepis perasangka itu, tidak ingin membuat permasalahan baru jika aku terus mencari tahu. Kemudian aku berjalan ke dapur untuk mengambil beberapa piring dan sendok setelah itu menatanya diatas meja makan mengingat sebentar lagi sore akan datang.

__ADS_1


^^^Sebelum meninggalkan Omah, terlebih dahulu Omah Ratna mencegat tangan kanan ku. Berkata.^^^


" Duduklah sebentar, ada yang ingin Omah ceritakan kepada mu "


^^^Lalu aku kembali duduk disamping Omah.^^^


" Kamu tahu Nay, sejak dulu Omah tidak menyukai Ayu mengingat perlakuannya yang tidak pernah baik bahkan jauh dari kata baik. Namun Fajar sangat mencintai Ayu dan itu membuat Omah terpaksa merestui pernikahan antara mereka. Sejujurnya Omah sudah memaafkan segala kesalahan Ayu tapi kalau sampai nanti dia menyakiti kamu Omah akan mengusirnya dan tidak akan memafkannya walau dia adalah istri Fajar serta Ibu kandung Arfan "


^^^tutur Omah dengan lembut namun tersirat keseriusan dari wajah Omah.^^^


" Omah, selama Nay tinggal disini bersama Omah, Papa Fajar, Nabila, Mas Arfan dan Mama Ayu. Nay belum pernah mendapatkan perlakuan kasar dari Mama Ayu apalabi mendengar Mama Ayu memaki Nay. Jika pin terjadi, maka memaafkan itu lebih baik Omah. Allah saja bisa memaafkan dosa Hamba - Nya kenapa kita tidak bisa saling memaafkan "


^^^Tutur ku dengan lembut agar Omah mengerti jika aku ingin menginginkan perpecahan di keluarga ini.^^^


Sepanjang obrolan bersama Omah Ratna. Aku mendengar langkah kaki setiap anak tangga yang ada di depan rumah, Takut jika itu Mas Arfan. Segera mungkin aku berdiri meminta Izin pada Omah Ratna untuk melihat siapa yang baru saja berjalan memasuki rumah.


^^^Aku berlari kecil menuju ruang tamu membukakan pintu, Namun dugaan ku itu salah. Bukan Mas Arfan melainkan Nabila yang baru saja pulang.^^^


..." Abil "...


Panggil ku, Ketika melihat Adik kecil Mas Arfan itu selalu membuat ku senang mengingatkan ku akan Caca dan Blue.


^^^Nabila yang baru saja menaiki anak tangga, dengan wajah lelahnya langsung mendonggak melihat kearah ku.^^^


..." Kak Nay " ujarnya....


Berlari kecil sambil merentangkan kedua tangan untuk memeluk ku. Terlihat jelas lelah itu telah terbayar dengan senyum dari ku dan juga Nabila.


..." Kamu begitu lelah "...


^^^ucap ku sambil menanhkupkan kedia tangan ku diwajah cantiknya.^^^


Jawab Nabil sesingkat mungkin.


^^^" Hari ini aku udah siapin Soto di meja, Kamu mau cobain ? "^^^


Tawar ku sambil tersenyum.


..." Soto "...


beo Nabil begitu antusias.


" Yeaaay Soto. Tapi Abil mandi dulu ya "


^^^jawabnya sambil melepaskan pelukannya dari ku.^^^


Aku mengganguk kemudian Nabila berlarian menuju kedalam, Menaiki ank tanggan dengan langkah lebar.


^^^Menuju kamarnya yang bersebelahan dengan kamar Mas Arfan.^^^


Saat hendak membalikan badan menutup sambil pintu.


^^^Aku melihat Mama Ayu yang baru saja sampai.^^^


..." Baru pulang Ma? "...


..." Apa Mama haus? "...


..." Mama sudah makan? "...

__ADS_1


tanya ku yang sudah menatap mama Ayu dengan senyum menghampiri Mama Ayu berniat untuk menegur sambil mencium tangannya.


^^^Tampa diduga, Mama Ayu kembali mengabaikan diri ku.^^^


Dia melewati ku seperti tidak melihat kehadiran ku di depan hadapannya sekarang.


^^^Dengan cepat Mama Ayu menepis tubuh ku memberi jarak yang sangat jauh dengan nya.^^^


Nayla tidak heran jika mama Ayu bersikap seperti itu pada menantu pertama nya. karena sebelum itu Nayla sudah menerima banyak sekali rasa sakit dari ibu mertuanya. Nayla tidak terlalu menjadi itu sebagai luka, justru Nayla kini telah menyusul Mama Ayu berjalan, sembari mensejajarkan langkah kakinya dengan langkah kaki Mama Ayu.


..." Mah, tadi Nay bikini soto buat Mama "...


^^^" Kalau Mama tidak keberatan, Nayla Mau ajakin Mama untuk ikut makan bareng kita,Abil dan Omah pasti sudah ada di meja makan "^^^


ajak ku sambil berjalan menyeibangkan langkah kaki ku dengan nya.


Seketika Mamah Ayu menghentikan langkahnya, memutar tubuhnya menatap wajah ku dengan wajah datar dan tidak suka. Sambil menautkan satu tangan kanan ke pinggang sambil berkata.


..." Sudah berapa kali saya katakan "...


..." JANGAN PERNAH DEKATI SAYA DENGAN PERHATIAN PALSU MU ITU, NAYLA!! "...


^^^ucap Mama aku begitu tegas dan lantang. Ada rasa sedih dan kecewa dibalik tubuh ini, ingin sekali aku menangis setiap kali Mama Ayu berlaku kasar terhadapnya.^^^


" Astagfirullah. Mah, emangnya Nay salah. Kalau ngajak Mama untuk makan bersama kami? " jawab ku penuh ketakutan.


Kedua mata ku sudah tidak dapat menahan derasnya air yang ingin lolos. Namun wanita didepan Nayla ini tidak akan berbelas kasih.


" Tidak ada yang salah, Yang salah itu kamu. Kamu hadir di tengah keluarga ini membawa kesialan pada keluarga ini "


^^^ucap Mama Ayu yang kini sedikit membentak Nayla.^^^


" Asal Kamu tahu. Kamu itu bukan kriteria menantu idaman, yang harus saya bangga banggakan. Semua teman di Arisan saya memiliki menantu yang bisa mereka banggakan. Sementara kamu, lihat diri mu ini. Seorang gadis dari desa yang telah merendahkan martabat keluarga ini !!! "


^^^Kali ini ucapan Mama Ayu berhasil membuat ku menangis. Seluruh kekuatan ku musnah sudah pertahanan yang ku buat telah runtuh bersama air mata yang deras membasahi kedua pipi ku. Dengan cepat aku menghapus air mata memberanikan diri untuk menatap Mama Ayu.^^^


" Saya mungkin bukan seorang menantu yang Mama Idam idamkan. Tapi saya berusaha untuk menjadi seorang istri yang salihah, menjadi istri yang dibanggakan oleh Mas Arfan. Sama halnya seperti Mama yang menjaga dan mencintai Mas Arfan sedari dia lahir. Nay akan berusaha untuk membuat Mas Arfan menjadi seorang suami yang salih kepada kedua orangtuanya, menghormati kedua orangtua hingga kelak diakhir dapat membuat Mama dan Papa merasa bangga mmemiki anak seperti ---"


^^^Sebelum itu, Mama Ayu memotong ucapan ku.^^^


" Saya Tidak Butuh Omong Kosong Yang Keluar Dari Mulut Mu ! "


kemudian meninggalkan ku yang sendirian mematung di ruang tamu. Merasa sesak oleh perkataan Mama Ayu, perlahan aku mengusap dada ku sembari beristigfar.


Tidak pernah sedikit pun dalam fikiran ku terbesit memiliki rasa benci terhadap Mama Ayu walau pun Mama Ayu mati matian membenci Nayla.


Aku hanya bisa bersabar menghadapi Mama Ayu tidak peduli seberapa besar kebencian yang Mama Ayu miliki terhadap Nayla walau kehadiran Nayla ditengah rumah ini tidak diharapkan.


Nayla memutuskan untuk kembali sejenak kedalam kamar, sejenak melaksanakan sholat ashar. Setelah azan berkumandang.


' Ya Allah, Hamba mengerti. Mungkin ini salah satu ujian dari mu untuk hamba mu yang lemah ini. Agar aku menjadi pribadi yang lebih sabar menghadapi segala ujian dari mu '


Berlalu mengambil sebuah


^^^Al - Quran berukuran kecil, membaca setiap ayat pada halaman yang dibaca.^^^


...Pengumuman :...


📜 Teruntuk Para Reader, Author mohon Maaf. Mungkin cerita Romansa Islami Akan saya Cut sampai Part ini saja. Because, Cerita Romansa islami akan pindah ke lapak sebelah untuk keterangan lebih Lanjut bisa Komen, Tanya dari Group Chat Atau Saya Pribadi. 📜

__ADS_1


__ADS_2