Sajak Cinta Kawa

Sajak Cinta Kawa
SCK 13 : Dira's Birthday


__ADS_3

Hari yang dinanti Dira pun tiba, dia sudah tidak sabar menanti sore nanti. Pagi sekali dia sudah bangun dan mandi.


"Bunda...masih lama ya sore harinya?" tanya Dira dengan suara ceria, dia mengekor pada Zahra yang tengah sibuk di dapur.


"Kenapa sayang? kamu sudah tidak sabar ya?" jawab Zahra, dia menengok ke arah Dira yang berada di belakangnya. Dira mengangguk, bibirnya menyunggingkan senyum hingga terlihat deretan gigi putihnya. "Iya sabar ya..."


Terdengar suara percakapan dari halaman depan, antara Ayah Zahra dengan beberapa orang. Dira berlari kecil ke arah sumber suara, begitu juga Zahra, meninggalkan sejenak pekerjaan di dapur tersebut.


Zahra hanya melihat dari balik jendela, matanya memicing melihat siapa yang datang, selain ada Tania yang dia tahu, ada Rendra, dan juga ada Kawa. Zahra agak terkejut, mengapa Kawa bisa ada di sini?


"Silahkan masuk" ucap Pak Latif tanpa banyak bicara lagi, dia melirik ke arah Kawa saat Kawa berjalan masuk ke dalam rumah.


"Jadi ini kliennya?" bisik Kawa pada Rendra, Rendra mengangguk sambil mengulum senyum.


"Kenapa? seneng?" tanya Rendra menggoda. Tania langsung meletakkan barang-barang yang akan dia gunakan untuk menghias ruang tamu. Begitu juga Rendra sibuk menata balon-balon yang akan dirangkai, Kawa membantunya.


Dira dengan semangat menunggu mereka menata ruangan dengan hiasan tersebut.


Zahra sudah kembali ke dapur, dia tadi buru-buru masuk kembali ke dapur sebelum bertemu dengan Kawa.


"Eh sudah datang ya Tania dan teman-temannya?" tanya Ibunya pada Zahra.


"Eh...sudah Bu" jawab Zahra gugup.


"Sudah kamu buatkan minum?" tanya Bu Latif lagi.

__ADS_1


"Belum" Zahra sampai lupa memberikan mereka minuman dan kudapan.


"Eh nunggu apalagi, ayo dibuatkan" ujar Bu Latif lembut.


"Iya Bu, maaf Zahra lupa" jawab Zahra tak kalah lembut.


        Zahra membawa minuman dan makanan kecil untuk Tania, Rendra dan juga Kawa. Dira sudah tidak berada di sana, dia sedang bermain dengan kakeknya di halaman depan.


Kawa melihat Zahra, dan membantu menurunkan makanan yang ada di atas baki. Rendra dan Tania saling menyenggol.


"Biarin" bisik Tania. Rendra mengangguk.


"Terima kasih" ucap Zahra. "Silahkan diminum Tan" Zahra memanggil Tania.


"Cuma Tania nih?" Rendra menggoda.


"Ada yang bahagia" ujar Rendra melihat Tania.


"Sssttttt.....jangan begitu, nanti nggak jadi bahagia kalau kamu ngegoda terus" sergah Tania, dia sibuk menata hiasan bunga di dinding. Kawa melirik ke arah Rendra.


"Ha...ha....ok ok, maaf bos" ujar Rendra sambil menangkupkan kedua tangannya.


Sebenarnya banyak pertanyaan yang memenuhi pikiran Kawa, jadi untuk siapa dia menyiapkan pesta. apakah untuk keponakan atau siapa?.


        Sore pun tiba, Tania, Rendra, dan Kawa masih berada di sana, pesta akan segera dimulai, di situ juga sudah ada banyak anak-anak kecil seusia Dira yang berkumpul. Dira tak henti menyunggingkan senyum manisnya, akhirnya hari yang dia nanti pun tiba. Dira nampak cantik dan lucu dengan baju princessnya yang berwarna pink muda, dengan hiasan pita di rambutnya. Kue kuda pony yang dia inginkan berada di depannya.

__ADS_1


Nampak pula Bu Latif dan pak Latif di samping Dira, Zahra memakai pakaian senada dengan Dira.


"Bundaaa....terima kasih sudah mewujudkan keinginan Dira" ujar Dira riang.


Kawa yang mendengar ucapan tersebut sontak melihat ke arah Dira dan Zahra.


"Bunda?" gumamnya lirih.


"Berterima kasih juga pada nenek dan kakek" pinta Zahra.


"Terima kasih nek...terima kasih kek...." Dira salim pada tangan kakek dan neneknya bergantian.


Kawa memutuskan untuk tidak mengikuti pesta hingga usai, begitu juga Rendra, mereka pamit terlebih dahulu meninggalkan rumah Zahra.


Tidak ada percakapan antara Rendra dan Kawa sesaat mereka meninggalkan rumah Zahra.


Kawa merasa salah mencintai orang, ternyata Zahra adalah seorang Ibu, itu berarti Zahra sudah bersuami. Kawa menggelengkan kepalanya, terasa agak berat. Kentayaan yang baru saja dia lihat.


Buru-buru Kawa masuk ke dalam kamarnya, merebahkan badannya yang seharian bekerja di rumah Zahra.


"Lupakan...lupakan...."bisiknya pada diri sendiri.


Gadis yang menjadi pelipur laranya, gadis yang diam-diam mencuri hatinya sudah ada yang punya, bahkan dalam ikatan yang sah. Kawa menertawai dirinya sendiri.


Hallo...para readers.....lemot sekali ya Author melanjutkan novelnya. hehe...

__ADS_1


maafkan Author...


tapi entahlah, agak seret ini tangannya mengetik. Tapi Author bersemangat dengan novel terbaru Author yang berjudul "Suamiku seleb Hits" kalian bisa klik profil author ya. Pikirannya lagi in di sana, please bantu dukungannya ya.....terima kasih...^^


__ADS_2