Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Raya pergi lagi,Reyhan merana


__ADS_3

" Ada apa dengan bro?" tanya Rocky dengan pandangan menyelidik.


Rocky lalu duduk di sofa yang ada di ruangan Reyhan.


Menarik nafas dan menghembuskannya kembali, " Raya masih kecewa denganku,dan kali ini ia minta pisah, " sahut Reyhan dengan raut wajah yang lesu.


Kali ini Reyhan terduduk lemas di kursi kebesarannya, dan hanya bisa memandang ke arah luar kaca.


Kaget dan shock dengan ucapan sahabat baiknya, " kau pasti bercanda ya Kan, " ucap Rocky tidak percaya pada ucapan Reyhan.


" Rey apa kamu masih punya rasa pada Sandra, aku hanya bertanya saja, " ucap Rocky dengan melihat ke arah luar dari kaca yang ada di ruangan Reyhan.


Mendengus kesal dan bola mata yang membulat sempurna.


" Kau bisa menjadikan Sandra istri keduamu, " sahut Rocky sekenanya sambil mengembuskan asap rokok ke udara.


" Kenapa tidak kau suruh saja aku mati gantung diri, " ketus Reyhan kesal dengar ide konyol sahabatnya.


" Melihat tampang Sandra saja ia sudah tidak suka, apa lagi menjadikannya isteri kedua, bisa- bisa mati aku di buat, " gumam Reyhan dalam hati.


Di sisi lain, Raya masih kecewa karena Reyhan tidak bisa bersikap tegas, dan terlalu baik kepada semua orang tanpa pandang bulu.


Sekali pun orang tersebut punya niat buruk terhadap dirinya bahkan pada rumah tangganya.


" Kenapa nak? ada apa ayo beri tahu bunda, " ucap bunda Linda pada Raya yang baru tiba dari kantor Reyhan.


Masuk ke rumah dengan raut wajah yang kesal, dan duduk di sofa menghembuskan nafas secara kasar.


Melihat bunda Linda, " Raya kecewa dengan Kak Reyhan Bund, " ucap Raya dengan wajah yang bete abis.


" Kenapa sayang, ayo coba ceritain pada Bunda, biar Bunda tau permasalahannya, " sahut Bunda yang mengelus kepala Raya.


" Kak Reyhan tidak marah hanya diam saja melihat wanita siluman itu datang Ke kantornya Bund, " ketus Raya kesal.


" Bund, Raya mau pamit dulu ke puncak, dan Raya tidak akan mau pulang sebelum Kak Reyhan bisa ambil sifat yang tegas dan menentukan hatinya untuk siapa, " ucap Raya panjang lebar.


Hendak melangkah ke luar rumah dan berhenti sejenak menoleh ke arah Bunda Linda yang duduk di sofa.


" Satu lagi Bund, Raya tidak mau di duakan, kalau Kak Reyhan punya niat menikah lagi, suruh dia menceraikan Raya terlebih dahulu, " ketus Raya dengan nada tegas dan penuh ancaman.


Bu Linda hanya bisa diam,dan tak berani berbuat apa-apa. Karena Bu Linda sudah pernah berjanji pada Raya.


" Reyhan- Reyhan ada apa denganmu Nak, kemana perginya sifat mu yang tegas dan disiplin itu, " ucap Bu Linda dalam hati.


Drrrt drrrt drrrt hp Alvin berbunyi begitu juga dengan Lila. mengambil Hp dan membuka pesan yang datang.

__ADS_1


" Raya, " sahut Alvin dan Lila bersamaan sambil bertukar pandang.


" Ada apa lagi dengan anak ini?" tanya Alvin yang lagi membuka pesan dari Raya.


" Temani gue sekarang, aku tunggu di puncak tempat biasa, " ucap Lila dan Alvin bersamaan.


Menarik nafas dan melepaskan secara perlahan.


" Ayo berangkat, " ajak Alvin menarik tangan Lila pacarnya.


Mau tidak mau Lila harus menurut,kalau ia tidak ikut bisa- bisa Raya akan marah pada Alvin seperti kemarin.


Ada apa lagi dengan anak itu, apa ini masih ada hubungannya dengan wanita siluman tersebut," ucap Lila dalam hati.


Alvin dan Lila pun berangkat ke puncak dengan memakai mobil Alvin.


Sementara Reyhan yang baru pulang dari kantor, tidak melihat batang hidung isterinya.


" Bund..., Bunda ada lihat Raya Bund? " tanya Reyhan yang melihat kepada Bu Linda.


" Raya pergi dan tidak akan kembali, sebelum kamu bisa bersifat tegas pada wanita siluman itu, " beritahu Bu Linda pada anaknya.


Diam sejenak lalu berkata lagi, " ceraikan Raya kalau kamu mau menikahi Sandra, dan jangan pernah datang ke rumah bunda kalau kamu punya niat menambah menantu atau pun mengganti menantu Bunda, " ucap Bu Linda dengan jelas dan tegas.


Reyhan hanya bisa menelan salivanya setelah mendengar ucapan Bu Linda.


Tapi Reyhan juga sadar bahwa dia tak bisa bersifat kasar pada Sandra, pada hal wanita itu sudah menyakiti hatinya.


" Aku harus bagaimana, " gumam Reyhan dalan hati.


Sementara di puncak Alvin dan Lila baru sampai di vila keluarga Raya.


" Hei, loe kenapa lagi, baru aja baikkan dah bar bar lagi dia, " ucap Alvin sekenanya.


" Ray kamu kenapa, tragis amat percintaan loe, " ucap Lila dengan nada bercanda.


Kesal melihat ke dua sahabatnya, yang mengejek kisah cintanya yang baru di mulai.


" Loe tahu wanita yang gue ceritain waktu itu, dia datang lagi ke kantor Kak Reyhan, " jelas Raya dengan kesal.


" Raya mana tahu itu sahabat kak Rey kali, " ucap Lila yang bersandar di bahu Alvin.


" Lila, gue sahabatan sama Alvin dah lama, tapi gue tidak pernah bersandar ke bahu Alvin dengan mesra apa lagi sambil pegang- pegang tangan, " ketus Raya penuh emosi.


Alvin yang diam mendengar semua keluhan Raya, seakan mengerti sosok wanita yang di maksud Raya.

__ADS_1


" Tadi dia datang ke kantor Kak Reyhan, dan nasib baik di tahan oleh sekretaris kak Reyhan,"


curhat Lia masih dengan nada marah dan kesal.


" Trus, habis itu apa?" tanya Raya penasaran.


Akhirnya Raya menceritakan semua kejadian tadi secara terperinci, juga sifat Kak Reyhan suaminya yang tidak tegas.


Setelah mengambil kesimpulan,akhirnya Alvin memberi idea supaya Kak Reyhan bisa bersikap tegas dalam mengambil sikap.


" Gini aja gimana kalau kita berdua melakukan seperti yang mereka lakukan, " usul Alvin sekenanya.


Lila yang mendengar usul Alvin langsung menolak.


" Tidak, gue tidak setuju," jawab Lila cemberut.


" Hanya pura pura sayang, " sahut Alvin.


" Tapi Al, kita bersandiwara bukan hanya di depan mereka,tapi di depan Kak Rocky, " Tegas Raya.


" Terus Mertua dan Bonyok loe gimana?" tanya Lila.


" Tenang aja Mertua dan Orang tua gue bisa di ajak kerjasama, " sahut Raya dengan nada emosi yang tertahan.


Ya kalau Raya sedang menghadapi masalah atau sedih, hanya Alvin dan Lila yang bisa meluluhkan hatinya, dan meredakan emosi.


" Ray ingat ya ini hanya bercanda awas loe kalau ke bawa baper, " ancam Lila.


" Tapi gimana awalnya nanti, kan setau Kak Reyhan loe berdua dah jadian, masak langsung aja, " sahut Raya bingung.


" Tenang aja loe minggu depan gue ada acara keluarga, " sahut Lila memberi penjelasan.


" Terima kasih ya, loe berdua memang sahabat sejati gue,jangan khianati gue janji loe berdua, " ucap Raya dengan manja.


Melepaskan pelukannya, dan meninggalkan Alvin dan Lila.


" Woi mau kemana loe, enak aja main tinggal kita berdua, " sungut Lila dengan bola mata yang membulat sempurna.


"Gue tidak mau jadi nyamuk di antara kalian berdua, " sahut Raya sambil melambaikan tangannya.


Alvin dan Lila hanya bisa tersenyum lega melihat wajah Raya kembali berseri.


Bersambung


Jangan lupa like,vote dan komennya teman- teman.

__ADS_1


Terima kasih sebelumnya.


__ADS_2