Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
kelahiran bayi Sandra


__ADS_3

"Kita mulai sekarang ya,Bu"ucap dokter Sania dan menyuruh para perawat mempersiapkan segalanya.


Di dalam kamar tersebut,Toni menemani Sandra dalam proses melahirkan.Saniao menuntun Sandra dalam prosesnya.Toni yang melihat jalannya proses kelahiran membuat ia meneteskan air mata.Seketika ia teringat akan ibunya dirumah.


"Satu,dua,tiga ayo bu sedikit lagi kepalanya sudah keluar,"Ucap Dokter Sania yang tak lama terdengar suara tangis bayi.


"Oek oek oek...,selamat ya Pak,BU, anaknya lelaki," ucap Dokter Sania pada Toni dan Sandra.


Tak lupa Dokter memberikan bayi tersebut kepada Toni untuk di azani setelah itu barulah di berikan kepada Sandra untuk diberi Asi eksklusif.Di rumah Bu Linda,Pak satrio sudah pusing dengan permintaan istrinya.


"Ayah ayo cepat,kita kerumah orang tua Raya,ibu sudah kangen dengan mantu ibu Ayah,"cerocos Bu Linda tak hentinya.


"Iya,iya bu,sabar kenapa," jawab pak Satrio.


Raya yang juga dalam perjalanan pulang merasa senang karena bisa menghabiskan satu hari bersama kedua sahabatnya.


"Kak Sand ceritain dung pengalaman Kakak waktu diluar,"ucap Lila dengan antusias.

__ADS_1


"Nggak usah nanti loe nangis mewek ntar dengarnya,"sahut Raya spontan yang disambut cekikikan dari Alvin dan Sandy.


Sandy akhirnya bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga walau pun tanpa kehadiran momy Merly.


"Kak Sand kami di sini aja,"ucap Alvin, Raya yang menoleh kebelakang," Benar loe pada mau turun disini,kita antar sampai rumah aja gimana,"bujuk Raya pada sahabat kecilnya.


Alvin hanya bisa tersenyum,dari dulu sampai sekarang ia tak bisa menolak permintaan Raya.


"Kak nggak usah berhenti,kita antar aja sampai rumah," sahut Raya yang balas senyuman oleh Sandy.


Ternyata apa yang di ucapkan oleh Pak Gordon mengenai adiknya semua benar kecuali sifat premannya.


"Makasih ya Raya,Dah ngerepotin bumil," ucap Lila pada Raya.


"Nggak Kok tapi jangan lupa permintaan gue jadi dobel," ucap Raya yang disambut senyuman oleh Sandy.


"Tenang loe kita nggak akan lupa sama loe,tapi ntar kalau loe lahiran jangan lupa kabarin kami," ucap Lila dan Alvin barengan.

__ADS_1


Jauh di sudut hati Alvin masih tersimpan ada rasa sedikit pada Raya,namun ia bisa menutupinya. Alvin tak mau melihat Lila sedih dan menghancurkan rumah tangganya sendiri.


Melihat Raya dari jauh hatinya sudah cukup senang.Lila tak pernah menyadari hal tersebut baginya,sudah menjadi bagian dari hidup Alvin ia sudah senang.


"Sayang gimana kamu sudah senangkan bisa sehari bersama Raya," ucap Lila yang lagi di peluk oleh Alvin.


"Masuk yuk,aku mau beres beres baju kita," ucap Lila yang sudah melangkah masuk ke dalam rumahnya.


Alvin yang masih tetap memeluk Lila,tak mau menjauh ia masih saja tetap memeluk sang Istri hingga Lila merasa geram sendiri.


"Kakang mas lepasin dulu pelukannya,biar bisa beres beres nih," omel Lila pada suaminya.


Sementara di rumah Richads,bu Linda dan Pak Satrio sudah menunggu menantu kesayangannya.Richads yang melihat mertua anaknya yang begitu menyayangi Raya begitu terharu.


"Ayah,Dady,Ibu aku pulang jerit,"Raya dari luar pintu.


Melihat kedua mertuanya datang Raya langsung salam takjim pada kedua mertuanya.

__ADS_1


Bersambung.....


Jangan lupa tinggalkan jejak


__ADS_2