Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Tanya kabar


__ADS_3

"Uh kenapa juga harus jumpa dengan oma jadi jadian kayak dia,"bisik Sandra dalam hati.


Berpura pura ramah pada Sulis" baik Oma,kalau Oma sendiri bagaimana?"sembari melirik ke arah Sulis.


"Saya baik baik saja, gimana kabar kakak iparmu sudah lama saya tidak mendengar kabar mereka?" dengan bertanya pada Sandra, Sulis merasa yakin kalau ia pasti dapat info mengenai Raya.


"Mana saya Tahu Oma, 'Kan mereka bukan siapa kali yang penting dalam hidupku,"Jawab Sandra.


"Bukannya Ibunya Raya itu adalah Kakak sepupumu?"tanya Sulis dengan alis yang sedikit terangkat.


"Iya itu dulu sebelum kakak Merly tiada, tapi sekarang sudah tidak lagi, Oh ya oma sepertinya aku harus buru buru pergi kasihan anak ku tidak ada menjagA," sahut Sandra dan berlalu pergi meninggalkan sulis.


Merasa kesal karena apa yang dia harapkan tidak tercapai.


Setelah pergi menjauh dari Sulis,Toni yang hanya diam sebagai pendengar pun bertanya pada sandra.


"Yang kenapa kamu tadi berbohong dan berkata seperti itu pada Oma kamu,"ucap Toni yang melihat sekilas ka arah Sandra.

__ADS_1


"Lebih bagus karena kalau aku bagi tahu pasti ada aja nanti kelakuan oma,"ucap Sandra pada Toni.


Tak mau ambil pusing Sandra dan Toni melanjutkan aktifitas belanja mereka.


Sulis yang tak habis akal mengikuti Sandra dan Toni secara diam diam berharap dapat mengetahui alamat Raya.


Ditempat lain Raya merasa senang karena sekarang ia disibukkan dengan mengurus kedua buah hatinya,bersama dengan Reyhan dan mertuanya.


"Sayang nih si kakak dah selesai dimandiin, sekarang kasih minum biar cepat gedenya, Ya kan cayang Ayah," bercanda pada kakak.


"Sini Yah biar sama mami aja sahut Raya,"menyambut si bayi mungil dari tangan Reyhan.


Merasa namanya dipanggil Alvin datang ke arah sumber suara.


" Apa.. nggak ada sopan sopanya panggil nama, manggil itu Aa kek atau Abi,"ucap Alvin kepada istrinya.


Membuka sedikit pintu kamar mandi dan menyembulkan kepalanya," tolong ambilkan handuk aku lupa bawa Aa,"dengan wajah memohon.

__ADS_1


Alvin seketika mendapat ide untuk mengerjai sang istri.Mengambilkan handuk lalu memberikannya pada sang istri, namun ia tak langsung pergi Alvin menunggu di depan pintu kamar mandi.


Ceklek bunyi pintu yang terbuka, seketika Alvin tersenyum smirk.


"Aa mau ngapain hm jangan ngada ngada deh aku mau pergi Aa dah janji sama teman," ucap Lila yang merasa kurang enak dengan kelakuan misuanya.


Melangkah perlahan dengan tangan yang menghalangi jalan Lila, yang membuat lila mau tak mau harus mundur untuk memberikan jalan pada suaminya.


Menutup pintu kamar mandi," Aku mau mandi jadi mandikan aku," ucap Alvin dengan senyuman khasny.


Lila dengan polosnya masih saja menuruti apa kata sang misua.Pertama hanya mandi tapi lama kelamaan lanjut dalam hati aja...


" Huff dah Aa kalau gini caranya alamat nggak akan jadi aku pergi sama temanku," kesal Lìla pada sang suami.


" Nggak usah pergi kita me time aja soalnya dah lama kita sibuk berdua dengan tugas kuliah kita," sambil meluk lila sambil memandang kota di sore hari.


"Aa nggak lapar?" tanya Lila pada Alvin.

__ADS_1


" Lapar sih bagaimana kalau kita masak nasi goreng saja soalnya bahan kita sudah nipis,"jawab Alvin.


"Ya udah Aa duduk sini aja biar Lila yang masak oke," melepas tangan Alvi dari pinggangnya..


__ADS_2