
Raya menatap heran suaminya,"Mas buat apa beli sebanyak ini."
Pramuniaga tersebut pun memasukkan parfum yang dipesan oleh Reyhan ke dalam sebuah box yang berukuran besar.
"Pak ini semua barang pesanan Bapak,"sahut pramuniaga tersebut dan memasukkannya ke troli.
Reyhan membayar barang yang ia beli pakai kartu atmnya yang berwarna gold.Selesai melakukan pembayaran Reyhan membawa barang yang ia beli dan memasukkannya ke bagasi mobil.
"Kak ini semua buat apa? mubazir,"gumam Raya tak habis pikir dengan tingkah suaminya.
Belum terjawab rasa penasaran akan parfum, Raya di buat bingung karena Reyhan tidak membawanya pulang,melainkan pergi ke kantor Reyhan.Sesampainya di gedung perkantoran Reyhan,ia menyuruh 2 karyawannya mengangkat box yang ia bawa dan menaruh di ruangannya.
Setelah selesai 2 karyawan Reyhan ijin pamit keluar.
"Leli,bisa kau datang keruangan saya sekarang," panggil Reyhan melalui sambungan telepon.
Ceklek," Ya ada apa," Leli masuk keruangan Reyhan.
"Aku mau kamu membagikan ini kepada semua karyawan yang ada digedung ini,dan yang paling utama dirimu harus memakai parfum ini,"ucap Reyhan memberi perintah.
"Ha satu lagi,siapa pun yang ingin menemui saya harus menggunakannya,kalau tidak jangan harap bisa masuk ke ruangan saya,"ketus Reyhan pada sekretarisnya Leli.
Setelah mendengar perintah atasannya Leli pun melakukan sesuai interupsi dari Reyhan.
__ADS_1
Tak lupa juga Reyhan meletakkan seorang satpam di depan pintu ruangan Reyhan.
Bu Linda saja ibu kandung Reyhan pun terkena imbasnya.
"Maaf, Ibu harus pakai ini jika ingin masuk ruangan dan bertemu Bapak Reyhan,"ucap satpam tersebut.
"Hei kau tidak kenal denganku," geram Bu Linda pada satpam tersebut.
Leli yang melihat keributan dan amarah dari Ibu Linda segera datangbmenghampirinya.
"Maaf Bu,ada masalah apa,sehingga Ibu marah pada pak Tono?"tanya Leli penasaran.
"Dia tidak memperbolehkan ku masuk,sebelum aku pakai parfum ini,"Sahut Bu Linda menilik ke arah botol parfum yang ada di tangan satpam tersebut.
"Hmmm,begini Bu Pak Reyhan menyuruh saya memastikan siapa pun yang mau bertemu,atau masuk ke ruangannya harus menggunakan Parfum tersebut," jawab Leli perlahan sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Bawa sini,"kesal Bu Linda mengingat putra semata wayangnya.
Bu Linda melihat ke arah botol parfum tersebut dan menyemprotkannya hidung Bu Linda tak sengaja mencium aroma parfum tersebut.
"Seperti aroma parfum Raya,"pikir Bu Linda, "dasar awas kau Reyhan,"gumam bu Linda.
Bu Linda akhirnya bisa masuk setelah memakai parfum yang sudah di tetapkan Reyhan.
__ADS_1
Begitu masuk, Bu Linda sudah memberi tatapan tajam pada Reyhan,dan begitu dekat Bu Linda menarik kuping Reyhan.
"Apa maksudmu berbuat seperti itu,"ketus Bu Linda dengan tatapan tajamnya.
"Oh itu,Ma Reyhan dapat ide itu dari Raya, setiap Reyhan dekat dengan Raya,aku tidak mual atau pun Muntah,tapi bila dengan yang lain perutku langsung mual Bund,"jawab Reyhan panjang Lebar.
"Ternyata dirimu persis seperti Ayahmu tidal ada bedanya,"ucap Bu Linda menatap anaknya.
"Bunda sudah datang,lihat deh bund Kak Reyhan beli parfum seperti Raya punya dan dia membagikannya pada seluruh karyawan," adu Raya pada Mertuanya.
"Satu lagi Bund,Kak Reyhan memberi ultimatum siapa pun yang masuk harus pakai parfum seperti punya Raya,"adu Raya pada ibu mertuanya.
Bunda Linda pun tak habis pikir tentang ulah anaknya.
"Tidak apa-apa itu efek samping dari Ulahnya sendiri,"sahut Bu Linda tersenyum Lebar.
Raya hanya bisa diam dan hanyut dalam pikirannya sendiri.
Bersambung.
Jangan lupa Like,komen dan Votenya teman teman.
Terima kasih.
__ADS_1