Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Alvin melamar Lila


__ADS_3

Saat Raya hanyut dalam pikiran,tiba-tiba Hp Raya berbunyi.Dengan malas ia membuka sosial medianya, Mata Raya melotot sempurna dengan pemberitahuan di hpnya dari Lila.


"Kak besok mau datang tidak ke pesta pernikahan teman aku,"ucap Raya sambil memberitahu Reyhan yang tengah sibuk dengan laporan yang bertumpuk di mejanya.


"Siapa Nikah tanya Reyhan,tapi tatapannya masih fokus pada berkas yang ada dihadapannya.


"Sebenarnya bukan temanku,tapi tunangan Kakak,"ucapan Raya dengan tanpa ada rasa bersalah.


"Sandra maksud kamu, akhirnya lepas juga diriku," sahut Reyhan dengan senyum yang mengembang.


"Tahu dari mana ayang beibku," melihat sebentar lalu melanjutkan lagi memeriksa berkas yang ada di depannya.


Reyhan berhenti sejenak,menatap wajah istrinya yang semakin berisi.Reyhan pun tersenyum melihat Raya istrinya yang tak bisa lepas dari cemilan,hanya di waktu tidur saja cemilan bisa lepas dari tangan Raya.


Sementara di lain tempat Alvin dan Lila sedang sibuk dengan Skripsi mereka,dan hubungan cinta di antara mereka berdua semakin terlihat.


"Vin habis ini loe masih lanjut sekolah keluar seperti rencana mu kemarin?" menatap Alvin dan berharap ada jawaban yang sesuai dengan apa yang ada di pikiranya.


"Kenapa,apa kau takut aku akan berpaling ke perempuan kain," ucap Alvin asal menatap lurus kedepan.


Lila menarik nafas dan menghembuskan lagi ke udara menatap langit biru di atas sana.


"Aku tahu kau pasti akan berpaling dariku, apa lagi di sana pasti banyak perempuan yang lebih dariku," sahut Lila mengeluarkan segala apa yang ada di hatinya.


Alvin lalu berdiri,melihat ke arah sahabat sekaligus pacarnya,yang belum lama ini bermukim di hatinya.


"Bagaimana kalau kita berdua berangkat bersama," usul Alvin menangkup pipi Lila dan menatap mata Lila dengan lama.


Lila tersenyum, dan kembali menulis materi yang ia perlukan.


"Vin aku tidak mau,kau terbebani karena cinta ku yang terlalu dalam,aku tahu diriku belum ada di hatimu, untuk saat ini bagaimana kita jalan sendiri-sendiri saja dulu Vin,"ucap Lila dengan berat serta menahan air matanya agar tidak jatuh menetes di hadapan Alvin.

__ADS_1


Alvin yang terkejut dengan perkataan Lila tak bisa menerima begitu saja,ia tidak mau kehilangan sekali lagi orang yang ia cintai.


Memegang tangan Lila dengan erat,serta menatap mata yang indah.


"Aku tidak main-main dengan apa yang aku ucapkan barusan Lila,aku tidak mau kehilangan sekali lagi,cukup sekali tidak untuk kedua kali," sahut Alvin dengan pasti.


Lila berhenti menulis sebentar menarik nafas,dan menghembuskannya dengan lagi.


"Vin jangan beri aku harapan palsu,sakit rasanya bila tak jadi," ucap Lila dengan sendu.


"Baiklah besok aku akan membuktikan keseriusanku padamu,aku akan membawa orang tua ku," ucap Alvin


Alvin memeluk Lila dengan erat serta mengecup kening sang pujaan hati. Selesai dari tempat kuliah Alvin langsung menuju kantor Ayahnya.


"Pak Deni apa Ayah ada didalam?" Tanya Alvin pada sekretaris Ayahnya.


"Oh Pak Brata ada Tuan,silahkan masuk saja, kebetulan Nyonya baru saja sampai," beritahu Deni sekretaris Pak Brata.


"Makanya cepat cari calon istri biar Ayah dan Mamimu akan datanga melamarnya,kalau perlu sekarang," tantang Bu Brata yang disetujui suaminya.


"Ayah dan Mami tidak bohong,"sahut Alvin menaik turunkan alisnya.


"Kau menatang Ayahmu son,jangan kau pikir Ayah tidak berani,Ayo sekarang bawa ayah dan Mami menjumpai gadis itu,kalau perlu sekalian dengan orang tuanya," tantang Pak Brata kepada anak lelakinya.


"Oke,sebentar Alvin akan bagi tahu pada pacar Alvin," ucapnya mengambil hpnya lalu menghubungi Lila.


"Lila aku dan kedua orang tuaku akan kerumahmu,apa Ayah dan Ibumu ada dirumah?" tanya Alvin pada Lila disebrang sana.


"Ada Vin ini Ayah lagi cuti karena besok Kak Tonikan maubNikah," beritahu Lila pada Alvin.


"Oke aku,Ayah dan Mami akan berangkat ke rumahmu sekarang,tunggu aku Lil,"ucap Alvin pada Lila.

__ADS_1


Hp Alvin pun dimatikan,menatap kedua orang tuanya, Pak Brata tak mau kalah langsung bangun dari duduknya dan membawa istrinya keluar dari ruangan.


Begitu Keluar dari Ruangan berhenti sejenak di meja Deni," Deni tolong handle semua tugas-tugasku selanjut," ucap Pak brata lalu melangkah keluar dari kantor mentari group.


"Papi, Mami, Alvin dan kedua orang tuanya mau datang melamar Lila,"beritahu Lila pada saat Pak Jacky mau minum kopi buatan istrinya.


Byur kopi yang mau di minum oleh Pak Jacky akhir tersembur ke wajah Istrinya.


"Aish, Pi kok disembur ke wajah mami,"ketus bu Jacky melihat suaminya.


"Lah salahkan putrimu Bu,ngomong asal sebut aja ya kaget papi jadinya,"ucap Pak jacky melihat Lila yang meminta penjelasan.


"Papi Lila tidak asal sebut tadi Alvin yang beritahu Lila,"jawab Lila dengan wajah kesalnya.


Tok tok tok,"Assalamu'alaikum," panggil seseorang dari arah depan rumah Lila.


Pak Brata dan Bu brata bergegas menuju ke depan rumah dan membukanya.


"Maaf Pak kami mengganggu apa benar ini kediaman orang tua Lila pacar anak kami Alvin?"tanya Pak Brata dengan sopan.


"Oh,benar Pak Ayo silahkan masuk," Pak Jacky mempersilahkan masuk keluarga Alvin.


Sementara Bu Brata dan Lila pergi ke arah dapur untuk menyiapkan kopi dan Teh serta beberapa makanan ringan lainnya.


Bersambung...


Mau ngapain ya Alvin dan keluarganya? Apa niat mereka di terima?


Nantikan kisah selanjutnya..


Jangan lupa like,komen dan voteny...

__ADS_1


terima kasih..


__ADS_2