
Rayen tak memberi sedikit celah untuk istrinya kabur.Dan mau tidak mau Raya juga harus melayani suami tercinta.Sejak Raya hamil Reyhan tidak bisa melihat istrinya jauh darinya walau pun hanya sebentar,tidak tahu kenapa tapi itulah Reyhan.
"Kau ganas sekali mas,seperti serigala kelaparan,"ucap Raya setelah selesai berolah raga
"Itu belum seberapa,"sahut Reyhan,"kau mau coba lagi," Reyhan tersenyum smirk.
Seakan tahu isi dalam pikiran suaminya,Raya bergegas beranjak,dan berlari masuk ke dalam kamar mandi dan tak lupa menguncinya dari dalam.
Raya baru keluar setelah selesai berpakaian.Sementara Reyhan sudah dari tadi berdiri di depan pintu kamar mandi.
"Stop,mas aku sudah mandi,sekarang giliran mas bukan kah sekarang mas harus kekantor," Raya memberi peringatan.
"Iya,tapi kamu harus ikut dengan mas ke kantor,no penolakan," ucap Reyhan tegas dan tak ingin di bantah.
"Tapi mas aku harus menyelesaikan tugasku, supaya bisa ku berikan pada dosen pebimbingku,"ucap Raya dengan wajah memelas.
"Itu bisa kau kerjakan di kantor nanti,"jawab Reyhan dengan tegas.
"Baiklah," sahut Raya dengan membawa beberapa buku untuk persiapan materinya.
Setelah Reyhan selesai berpakaian,ia pun turun dan mengajak Raya juga untuk berangkat ke kantor SL Corporation.
__ADS_1
Tak sengaja Raya melihat penjual pisang goreng coklat,"Mas belikan aku itu,"pinta Raya dengan memohon.
"Tidak,"ucap Reyhan dengan pandangan lurus kedepan.
"Oke kalau begitu mulai nanti malam mas puasa sampai lebaran haji 2 tahun kedepan,"ketus Raya membuang mukanya melihat ke arah penjual piscok tadi.
"Cekiiiiit,"Reyhan menginjak Rem mobilnya secara tiba-tiba.
"Aish sudah tidak mau belikan aku piscok,ini malah mau bunuh aku dasar Suami tegaan,"cerocos Raya kesal.
Reyhan hanya bisa menggelengkan kepala mendengar ucapan sang Istri.Mau tidak mau Reyhan pun menuruti permintaan sang istri,"Dari pada gue puasa sampai lebaran haji 2 tahun kedepan,"ucap Reyhan dalam hati.
Reyhan pun menepikan mobilnya lalu turun membelikan piscok permintaan sang istri.
Tak berapa lama Reyhan sudah datang dengan sekotak piscok dan memberikannya pada Raya.
"Sayang sayang ini piscoknya dan satu Mas nggak jadi puaskan,"tanya Reyhan dengan wajah sg ndu yang dibuat-buat.
"Tergantung mood aku,"ketus Raya yang terlanjur kesal di buat Reyhan.
Reyhan kembali melanjutkan perjalanan mereka menuju kantornya SL Corporation.
__ADS_1
Setiba disana Raya keluar dan membawa buku buku yang ia perlukan.
Bu Linda yang baru sampai dari Rapat,melihat Lia memegang beberapa buah buku seketika langsung kesal.
"Dasar anak satu apa tidak bisa dia yang bawain buku buku Raya,"pikir Bu Linda menatap nanar ke arah Reyhan.
Reyhan yang melihat tatapan dari Bundanya hanya bisa menelan salivanya dengan kasar.
"Sayang sini bawa buku-buku kamu itu,"ucap Bu Linda dengan ramah.
"Raya dan Reyhan datang mendekat, dan kesempatan itu tidak dibuang Bu Linda,ia langsung mengambil buku buku dari tangan Raya dan memberikanya pada Reyhan.
"Kamu ya tidak punya perasaan suruh istri bawa berat- berat,"ketus Bu Linda geram.
Reyhan hanya bisa menghela nafas panjang.
"Terima aja dah,Dari pada nanti aku kena semprot,"ucap Reyhan dalam hati sebari mengelus Jantungny.
Bersambung
jangan lupa like,vote dan komennya.
__ADS_1
Terima kasih
m