Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Toni Dan sandra


__ADS_3

Toni dan Sandra yang baru sampai dirumah orang tua Toni.


"Hai cucu oma yang ganteng sini sama oma,"ucap mamanya Toni.


Sandra pun segera menyerahkan baby boynya pada sang mertua.


Raya yang sekarang berhijab merasa ada yang damai dihatinya, dan berharap ia bisa menjadi istri yang soleha.


Sesampainya di masjid,banyak anak anak yang sudah menunggu dengan tak sabar,karena sudah lama tidak berjumpa dengan ustad Reyhan dan Raya.Terakhir bertemu sebelum Reyhan dan Raya menikah.


"Assalamu'alikum dan selamat siang anak anak apa kabar?" sapa Reyhan dan Raya bersamaan


"Wa'alaikumsalam ustad dan kabar kami baik," jawab anak anak dengan riang.


Pertemuan dengan anak di masjid serta lingkungan disekitar masjid membuat Richads merasa aman dan Tenang.


Reyhan yang sibuk mengajar anak,sedangkan Raya mengajak Richads berkeliling di masjid.


"Ya, Dady masih nggak sangka masih bisa datang ke tempat ini,Dady pikir dady nggak akan pernah bisa lagi ke sini," ucap Richads mengeluarkan unek uneknya


"Dady,jangan berpikir seperti itu,Dady harus yakin kalau Dady bisa pergi bebas kemana pun Dady mau apa lagi hanya ke masjid,"sahut Raya meyakinkan Dadynya.

__ADS_1


"Ayo sholat Dady sekalian ngaji,kan sudah lama Dady tidak kesini," ajak Raya pada Dady kandungnya.


Sulis yang sudah tiba dirumah,merasa geram ia tidak berhasil menyingkirkan Raya.


"Beruntung banget perempuan itu seperti punya nyawa 10", ucap Sulis sinis dengan tangan terkepal.


Edi yang baru tiba di depan rumah ibunya, merasa heran karena tak sengaja mendengar ucapan ibunya yang ia tak tahu tertuju kepada siapa.


"Bu,ada apa nyari Aku tadi pagi," ucap Edi sembari langsung masuk kedalam rumah sulis tanpa aba aba.


Sulis yang terkejut langsung mengomel," Edi kalau mau masuk itu ucap salam,"ketus Sulis.


"Kenapa harus ucap salam kalau ibu tidak mau tobat,"sahut Edi melihat sang ibu.


"Bu doa orang tua yang punya sifat jahat nggak akan di kabulkan,kecuali ibu tobat,"sahut Edi dengan santai.


" Baru anak kemarin sore,sok mau ceramahin aku,nggak pantas," ucap Sulis dengan kesal.


Sulis masih tetap kesal sudah usahanya gagal,sampai di rumah ia harus berdebat dengan Edi anaknya.


Edi yang melihat sifat ibunya hanya bìsa menggelengkan kepala saja,dan berharap ibunya mendapat hidayah dari Yang Maha Esa.

__ADS_1


"Ya Allah ubahkan lah hati ibuku,menjadi lebih baik,"Doa Edi dalam hati.


Setelah itu Edi beranjak pulang kerumah dimana Tika istrinya sudah menunggu.


Sàndt yang berada di rumah mertuanya segera kedapur untuk menyiapkan minuman dan beberapa cemilan untuk Toni,dirinya dan mertuanya.


"Mah ini di minum kopiny,"sahut Sandra pada sang mertua.


"Sand temani mama belanja buat arisan besok, biar baby boy dijaga ama Toni," ucap mama Toni.


"Tapi Mah,masak Toni jadi babysister,biar pun sebentar," protes Toni pada sang Mama.


"Mama mau tanya itu baby boy bapaknya siapa?"tanya Mama Toni geram.


"Ya,Akulah mah,siapa lagi coba,mama ada ada aja pertanyaanya,"sahut Toni.


"Tahu pun jadi kamu seķarang jaga,dan nggak boleh dikasih sama siapa pun," ucap Mama Toni tak terbantahkan.


Sandra dan mama mertuanya beranjak pergi ke pasar terdekat untuk belanja buat arisan besok.


Bersambung.....

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya ya teman teman.


Terima Kasih....


__ADS_2