
"Heran ntah dikasih makan apa anakku sama siTika sampai penurut gitu sama dia,"gumam Sulis dengan kesal.
"Lebih bagus nanti saja aku urus,yang penting sekarang aku urus dulu si Richads dan keluarganya," bisik Sulis di sertai senyum smirknya.
"Halo,Saya ada tugas buat kalian,"ucap Sulis melalui telepon selulernya.
"Baik,asal bayarannya setimpal pasti kami lakukan,"sahut orang yang ada di seberang.
Sulis pun bergegas pergi dari rumahnya menuju tempat yang sudah dijanjikannya kepada seseorang.
Tak perlu waktu yang lama Sulis dan temannya sampai di tempat tujuan.
"Benar ini rumahnya,loh nggak salah nih,"ucap Lelaki yang sekarang bersama Sulis.
"Ya kagaklah,anak merly yang cowok,kemarin sudah pulang ke rumah ini,aku mau itu cewek yang sedang hamil itu harus disingkirkan,kalau perlu sekalian dengan Si sandy,"ucap Sulis dengan berapi api.
Sulis dan temannya melihat ke arah rumah yang dituju,tapi mereka sendiri merasa heran.
"Lis loe salah alamat deh wong rumahnya aja kosong nggak ada siapa siapa,cuman pembantu dan satpamnya,"sahut teman Sulis.
"Aneh apa sudah ada yang bocorin rencana gue ke mereka,"tebak Sulis asal.
__ADS_1
Karena merasa rencana mereka gagal akhirnya Sulis dan temannya pulang dengan hampa.
Sementara Edi terlihat tersenyum dengan riang kali ini ia berhasil menggagalkan rencana ibunya.Edi tak ingin kedua anak Kakaknya dan abang iparnya menjadi korban dari dendam sang ibu.
Edi melangkah masuk ke dalam rumahnya,namun disambut dengan wajah muram dari Tika istrinya.
"Mas habis dari mana,"sungut Tika dengan tangan dipinggang.
"Pletak",tangan Edi menyentuh kening istrinya.
"Singkirkan pikiran jelek dari dalam otak kamu,sekarang mas mau tidur dengan tenang,"Ucap Edi dengan santai.
Tika yang mendengar ucapan dari suaminya hanya bisa diam dan mengikuti langkah suaminya masuk kedalam kamar untuk tidur.
"Reyhan Dady lebih baik di kamar bawah saja,kalau Dady disini dady tidak akan bisa ke bawah pasti akan merepotkan mu," ucap Richads dengan tulus.
"Dady disini nggak usah bersandiwara aku tahu Dady sudah bisa jalan,jadi tenang aja disini Dady aman kok," ucapvReyhan dengan tenang dan santai.
"Iya Dady,dady nggak usah takut, disini dady aman dari Nenek sulis,"ucap Raya yang muncul dari dalam kamarnya.
"Kalian tahu kalau Dady sudah bisa jalan,"ucap Richads dengan wajah yang merah menahan malu karena sudah ketahuan pada putri dan menantunya.
__ADS_1
"Iya Dady mas Reyhan nggak sengaja lihat Dady pas lagi latihan berdiri di kamar rahasia Dady,"ucap Raya dengan senyum yang gembira.
"Kalau begitu ayuk Dady kita sarapan," ajak Raya sembari menggandeng tangan Richads.
Richads merasa terharu,ia tak menyangka bahwa bahwa putrinya tersebut tidak menyimpan amarah pada dirinya.
Dirumah keluar Satria semua makan dengan tenang. Setelah selesai sarapan Satria mohon pamit untuk berangkat kerja.
"Dady,kenapa nenek Sulis begitu dendam dengan keluarga kita Dady?" tanya Raya dengan kening berkerut.
Richads menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Richads pun mulai bercerita awalnya sampai sekarang.
"Jadi menurut Dady,paman Edi itu tidak ikutan bersalah,terus kenapa kemarin dia mau mendorong aku?" cecar Raya pada Richads.
"Itu karena dia kesal padamu,karena pada waktu ia datang kerumah,Sandy kakakmu kau suruh membersihkan pekarangan,"ucap Richads santai.
"Tapi kalau boleh jujur Dady pingin keluar,tanpa harus ada yang mengenal Dady satu pun,apa kau mau membantu Dady mu ini Nak," pinta Dady pada Raya.
Bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jejaknya ya teman teman...
__ADS_1
terima kasih