
Alvin dan Lila heran melihat sahabat mereka yang satu ini tiba- tiba aja keluar taring di kepalanya.
"Loe kenapa, emosi mulu bawaanny," ucap Alvin yang melihat Raya komat- kamit.
"Sayang, lihat Raya seperti itu,persis macam mbah dukun baca mantra," kelakar Lila mencairkan suasana.
Melihat kepada kedua sahabatnya lalu melempar bantal kursi," Dasar teman tidak punya akhlak, sejak kapan gue jadi mbah dukun," ketus Raya membulatkan kedua bola matanya.
Hahaha tawa Alvin dan Lila pecah dengan kelakuan sahabat mereka yang satu ini.
"Habis mulut kamu itu komat kamit baca mantra, karena apa?" tanya Lila menahan tawa.
"Nih,lihat biar loe ikutan juga komat kamit," gumam Raya masih kesal dengan rekaman video yang dikirim mertuanya.
Alvin dan Lila pun melihat hp Raya dan penasaran akan isi Video yang di maksudkan.
Mata Alvin membulat sempurna sedangkan Lila menggeleng tidak habis pikir. Menyerahkan
kembali hp raya.
Melihat sejenak ke arah Raya," Gimana apa masih mau tinggalin suami sendirian?" tanya Alvin.
" Kalau gue jadi loe, gue tidak mau tinggalin suami gue, ada kita aja datang, nih tidak ada kita bis di gondol," ucap Lila perlahan tapi masih bisa di dengar Raya.
Menarik nafas lalu melepaskannya, Raya mengambil hpnya,lalu menelpon Bunda Linda.
"Assalamu'alaikum, Bunda gimana kabarnya Kak Reyhan Bun?" tanya Raya Lirih.
"Bund jadi Raya harus gimana Bunda?" tanya Raya yang meminta pendapat mertuanya.
"Baiklah Bunda Raya pulang sekarang, wa'alaikumussalam Bunda," sahut Raya lalu mematikan Hpnya.
Alvin dan Lila keduanya menatap Raya seperti menunggu intruksi lanjutan.
"Kenapa loe berdua bengong aja," sewot Raya kesal dengan sikap kedua sahabatnya.
Menghembuskan nafas secara kasar, Alvin dan Lila masih diam aja di tempat.
__ADS_1
"Ayo pulang, mertua gue udah ada rencana buat suami dan wanita siluman," ucap Raya girang.
"Apaan?" tanya Alvin dan Lila serentak.
Tersenyum melihat kedua sahabat yang sudah berubah status.
" Kalian mau ikut gue pulang, atau mau bulan madu sebelum nikahan?" tanya Raya yang menaik turunkan alisnya.
Alvin dan Lila memberi tatapan tajam kepada sahabat satu satunya.
"Wau pasangan sejoli yang kompak, kenapa tidak dari dulu aja kalian pacara," ucap Raya santai sambil tersenyum smirk.
" Ini- ini kalau dah tidak dekat dengan carger, orangnya pun bisa lowbat seperti Hp," sahut Lila spontan.
Raya, Alvin dan Lila pun bergegas meninggalkan Villa keluarga Raya. Tiga hari berada disana dengan kedua sahabatnya bisa, membuat hati Raya kembali ceria. Raya,Lila naik mobil Alvin,karena kedua sahabatnya tidak mau membiarkan Raya sendiri.
"Loe gue turunin dimana?" Tanya Alvin yang melihat Raya dari kaca spion mobilnya.
" Di gedung kantor Kak Reyhan, karena mertua gue sudah disana," sahut Raya dengan pasti.
Alvin mengantar Raya ke kantor Reyhan dimana Bu Linda sudah menunggu.
" Bunda..., Raya lagi- lagi buat salah tapi itu juga karena ka Reyhan," isak tangis Raya di pelukan mertuanya.
"Sudah- sudah sekarang kita harus bisa menyusun rencana buat menjauhkan suami kamu dari wanita itu," jelas Bu Linda.
Bu Linda mengajak Raya menantu yang ia sayangi untuk duduk di sofa.
Menarik nafas lalu di lepas diam sejenak mencari kata- kata yang pas untuk memulai pembicaraan.
"Sayang, kamu maukan bantuin Bunda menjalankan perusahaan ini," pinta Bu Linda dengan wajah sendu.
" Tapi Bun, Raya masih belum tau dan tidak ada pengalaman sama sekali," sahut Raya.
"Tidak apa- apa, nanti Bunda ajarin kamu perlahan," sahut Bu Linda dengan pasti.
Bu Linda pun mengajari Raya segala hal yang berkaitan dengan perusahaan.
__ADS_1
Di sisi Lain Reyhan masih duduk termenung di Balkon kamarnya.Reyhan kembali memikirkan ucapan Toni.
" Benar juga, tidak mungkin ia mau bersamaku kalau tidak karena sesuatu hal," pikir Reyhan.
Masuk ke kamar dan melihat gambar istri yang baru beberapa bulan ia nikahi.
"Tak sangka ternyata istriku tomboy ada manfaatnya, namun begitu aku tidak akan menceraikanmu," pikir Reyhan
Memikirkan istrinya yang entah berada dimana, membuat Reyhan tanpa sadar sudah lama larut dalam lamunan. Reyhan tak sadar kalau wanita yang ia rindukan sudah sejak tadi masuk ke kamar, dan sudah berada di kamar mandi.
Terkejut dengan suara air yang berjatuhan di kamar mandi, Reyhan segera berdiri ia takut kalau Sandra yang masuk kekamarnya.
Diam- diam Reyhan membuka pintu kamar mandi yang tidak terkunci.
Ada senyum tang terbit di wajah Reyhan, dan tanpa sadar Reyhan sudah memeluk Raya dari belakang.
"Aaaaa," jerit Raya yang terkejut,dan melihat tangan yang memeluknya.
" Jangan pergi lagi ya," pinta Reyhan yang masih memeluk Raya.
" Aku akan pergi lagi,kalau Kakak masih berani mendekati Sandra wanita siluman itu," ucap Raya tegas dengan nada penuh peringatan.
"Oke,aku akan menjauhinya, kalau kau bisa merubah penampilanmu menjadi lebih baik," sahut Reyhan.
Raya sadari kalau selama ini dirinya selalu pakai celana dan baju kaus,kemeja.
"Maksud Kakak, aku harus pakai rok yang mini mini gitu," menggelengkan kepalanya.
" Atau harus berpakaian seksi seperti wanita siluman itu," ketus Raya lagi kepada suaminya.
" Tidak juga seperti itu Raya," gumam Reyhan senang karena dirinya masih saja belum melepaskan Raya.
Sadar dengan keadaannya, " Raya langsung menyiram badannya dan menyelesaikan mandi yang tertunda.
Begitu juga dengan Reyhan setelah beberapa hari terdiam akhirnya ia bisa melepaskan hasrat yang terpendam.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan Votenya ya teman teman
Terima Kasih