Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Rasa penasaran


__ADS_3

Mentari bersinar terang,Raya bangun pagi dengan cepat dan tak lupa ia melaksanakan kewajibannya.Selesai dengan kewajiban tersebut Raya bergegas ke bawah pakai daster yang ia pinjam dari ibu siti. Sesampainya di dapur ia Minta tolong pada Bibi Minah di buatkan Wedang jahe buat Rayen.


"Bi buatin wedang jahe, ntar aku yang bawain ke atas Ya Bi," ucap Raya pada Bi minah.


Sementara Raya,mencari snack ringan buat Rayen.


"Non ini,wedang jahenya sudah siap,"sahut Bi Minah pada Raya.


"Iya Bi...,Letakkan aja dulu disitu nanti Aku bawakan," ucap Raya pada Bibi Minah.


Tak berapa lama Raya membawa Wedang jahe dan roti tawar buat Reyhan.Dan benar saja Reyhan sudah terduduk di Toilet sedang mengeluarkan isi perut.


Raya sebagai istri baik,memapah Reyhan agar kembali ke kasur,"Kak di minum dulu ini biar hangat perutnya,"ucap Raya yang menyodorkan segelas wedang jahe kepada Reyhan.


Tak lupa Roti tawar yang Raya bawa tadi ia berikan pada reyhan.


"Gimana Kak sudah mendingan?" tanya Raya sembari mengoleskan minyak kayu putih ku kening reyhan.


Reyhan hanya menganggukkan kepalanya untuk menjawab pertanyaan istrinya.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu Kakak harus mandi dulu,ntar baju aku siapkan,"ucap Raya yang sudah membuka lemari pakaian.


Sementara di bawah,Pak Gordon dan Bu siti bingung bagaimana nanti menjelaskan pada Raya.


"Bu ayah takut kalau Raya akan kecewa pada kita,"sahut Pak Gordon pada istrinya.


"Ya sudah Ayah tenang aja,moga aja Raya nggak marah pada kita,"ucap Bu siti pada Suaminya.


Drap drap drap bunyi suara sepatu dari arah tangga menuju ke ruang makan.


"Bu Apa hari ini Raya sudah bisa mencari kadonya,penasaran aku,"ucap Raya penuh semangat.


Semangat 45 Raya memakan nasi gorengya,glek glek,glek, suara air minum Raya masuk ke dalam mulut dan membasahi tenggorokannya.


Selesai makan Raya dan Reyhan bergegas menuju alamat rumah yang diberikan Pak Gordon.Sampai di tujuan Terlihat rumah megah bak istana.



Raya masuk kedalam pekarangan rumah tersebut dan disambut beberapa pelayan.

__ADS_1


"Selamat datang kembali Nona muda,"sapa salah seorang pelayan yang usianya hampir sama dengan Bibi minah.


Reyhan yang mendengar ucapan pelayan tadi merasa heran namun ia simpan dalam hati,"Nanti saja aku tanyakan," Pikir Reyhan.


Raya hanya membalasnya dengan senyuman, masuk kedalam rumah tersebut dan masuk mela- ::lui pintu utama. Raya sejenak terpaku pada gambar dua orang anak.


"Sayang gambar anak perempuan itu kenapa mirip denganku?"bisik Raya pelan di telinga Reyhan.


Raya terus berjalan memasuki setiap ruangan yang ada di dalam rumah mewah tersebut.


Hingga tiba Raya di salah satu kamar, disana terpajang gambar keluarga. Tapi yang membuat ia heran bukan kedua orang tuanya,yang selama ini bersama dia,namun orang lain.


Drap drap drap,langkah kaki menuju Raya dan Reyhan berada,begitu melihat yang datang itu Pak Gordon dan Bu siti,Raya segera bertanya,"Bu ini apa maksudnya,Raya tidak paham bu,Ayah tolong jelaskan?"dengan nada sendu dan wajah memohon penjelasan.


"Ini sudah waktunya kau Tau sebenarnya nak,"Ucap Pak Gordon dengan nada tegas dan beribawa.


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen,

__ADS_1


Tinggalkan jejaknya ya teman teman


__ADS_2