Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Reyhan dan Raya


__ADS_3

"Jangan senang dulu,ini aku hanya mundur untuk sementara waktu,"ucap Sandra dalam hati.


Melirik ke arah Raya,dengan pandangan tajam.


Bu Linda melihat sejenak ke arah Sandra,lalu melihat kepada anak dan menantunya.


"Sayang kamu tidak apa-apakan, Bunda takut kamu kenapa-kenapa,"risau Bu Linda sambil menarik tangan Raya.


"Bunda tenang aja master kungfu tidak usah di risaukan," canda Reyhan dengan melihat ke arah Raya tanpa rasa bersalah.


Raya,Reyhan dan Bunda Linda memutuskan makan di ruangan Reyhan dengan memesan makanan dari aplikasi online.


Makan dengan lahap,tanpa keributan sedikit pun. "Ah kenyang," sahut Raya sambil bersendawa.


Selesai makan,Raya pun di ajari Bu Linda beberapa hal tentang berkas mengenai pendapatan dan pengeluaran perusaha.


"Bunda, Reyhan minta izin dulu keluar sebentar," beritahu Reyhan pada Bu Linda.


Raya yang masih belum percaya sepenuhnya,hanya menatap curiga kepada Suaminya Reyhan.


"Kenapa sayang,masih curiga padaku okey kamu bisa ikut denganku," sahut Reyhan seakan tahu isi hatinya.


Disisi lain Rocky sudah menunggu Reyhan di cafe pelangi sejak dari 5 menit yang lalu.


"Hei bro,gimana udah baikkan?"tanya Rocky sambil menunjuk Raya yang berada di sebeĺahnya.

__ADS_1


"Masih dalam tahap penelitian dan seleksi," sahut Raya dengan tegas dan ancaman.


Sifat Raya berubah kepada Rocky, cowok teman.


"Pinggir,dan jangan dekat-dekat," ucap Raya pada Rocky dengan tegas.


Rocky hanya bisa menelan salivanya saja,bahkan senyuman Rocky saja tidak dibalas.Raya masih kesal dengan Rocky,karena teman Reyhan yang satu ini terkenaĺ dengan sikap usiĺ.


"Kak Rey, sudahkan sekarang ayo kita balik,"ajak Reyhan dengan tangan yang sudah melepaskan sendok dan garpu yang ia pakai.


Reyhan hanya bisa nurut saja dengan semua yang dikatakan Raya.


"Gue cabut dulu sob,"ucap Reyhan sambil melihat ke arah Rocky.


Berjalan bersama Raya di taman dan duduk di bangku yang ada di taman.


Mata Raya mengikuti arah pandang suaminya.


"Cantik dari mana pula semua tertutup," sahut Raya yang melihat perempuan tersebut.


"Ya cantik dong sayang, pasti deh suaminya perempuan itu senang banget ada bidadari dirumahnya," Ucap Reyhan memanasi Raya.


"Kok bisa," heran Raya mendengar ucapan suaminya.


"Iya dong sayang,Lihat saja ia bisa melihat kecantikannya itu hanya suaminya.

__ADS_1


"Sudah ah,aku mau balik saja," ketus Raya yang sudah berhasil di panasi Reyhan.


Sesampainya di kantor,Raya langsung membuka hpnya dan melihat model-model baju muslimah seperti yang dipakai gadis tersebut.


Hari telah sore,Raya dan Reyhan dan Bu Linda meninggalkan Kantor mereka dengan senang hati.


Di rumah Raya dan Reyhan akhirnya mandi lalu mereka menjalankan kewajiban mereja sebagaimana mestinya.


Selesai shalat Raya dan Reyhan segera turun ke bawah untuk makan malam.


Damai, tenang begitulah ucap Reyhan.


Selesai makan malam Raya segera naik dan .masuk ke dalam kamar ia harus mengerjakan tugas yang diberikan dosen kepadanya.


Raya pun segera naik ke atas kasur, dan merebahkan dirinya ke atas kasur.


" Sayang, absen dulu dong," Melihat ke arah Raya yang masih diam.


"Bang, hisss hentikan,bagai mana kalau," Raya tidak selesai berbicara sudah diserang oleh Reyhan.


Memerikasa setiap inci yang ada pada Raya.


Malam ini juga,akhirnya Reyhan dan Raya berolah raga,setelah seharian bekerja menahan segala rasa.


Beesambung,

__ADS_1


jangan lupa like, komem dan Votenya ya teman teman.


__ADS_2