
"Sayang nanti pasti ada waktu yang tepat," bujuk Reyhan pada Raya.
"Ya,sudah sekarang saja kita bergerak,Ayah nggak mau kamu kenapa-napa,"ucap Gordon tanpa mau dibantah.
Mau tak mau Reyhan pun bergegas membawa istri dan papa mertuanya keluar dari rumah tersebut.
"Ya Allah kapan ujian ini akan berakhir,"ucap Sandy dalam hati.
Siti yang melihat raut wajah Sandy hanya bisa berpesan pada Sandy," Sabar ya 'nak semua pasti ada waktunya,kuatkan hati dan imanmu agar tidak mudah terhasut emosi dan dendam," ucap Siti seraya menepuk pelan bahu Sandy.
Gordon sebenarnya sudah lelah,di masa tuanya ini harus seperti ini.
"Bu gimana yah caranya biar wanita itu nggak ganggu kita atau pun keluarga Tuan Richads,"curhat Gordon pada sang istri.
"Nggak tahu, Ibu gimana caranya Pak,"sahut Siti dengan senyum khasnya.
Sandy yang mendengar ucap bibinya hanya bisa menahan Tawa saja.
"Ya sudah ayo kita keluar sekarang,"sahut Gordon ketika melihat Reyhan,Raya,dan Richads sudah masuk kedalam garasi mobil.
Linda terkejut dengan kedatangan anak,mantu dan besannya pada malam hari.
__ADS_1
"Ada apa,Han ?"tanya Linda dengan sedikit khawatir.
"Tidak ada apa apa bu,kita mau tinggal disini,sama dengan Dady," ucap Reyhan pada ibunya.
"Oh syukur deh ibu jadi nggak kesepian,"ucap bu Linda dengan senang hati
"Bi beresin kamar yang ada di samping kamar Reyhan ya Bi,"perintah Bu Linda pada pelayannya.
"Apa nggak bagus Dady di kamar bawah saja," pinta Richads dengan sopan
Richads nggak mau merepotin Keluarga Reyhan.
Sulis segera menelpon seseorang,"hallo sekarang kerjakan tugas yang sudah saya kirimkan dan jangan lupa bereskan malam ini," perintah Sulis.
"Tenang aja bagaimana dengan bayarannya,"sahut seseorang di dalam hp.
"Saya akan bayar kamu 2 kali lipat kalau semua bisa kamu Sulis dengan ketus dan terkesan Arogan dan sombong.
Edi yang baru sampai di depan rumah Sulis,tak sengaja mendengar ucapan Ibunya.Edi hanya bisa menggelengkan kepala berharap ada seseorang yang bisa menyadarkan ibunya.
"Tok tok tok,Bu ibu," teriak Edi dari luar rumah memanggil Sulis.
__ADS_1
"Ada apa,kamu datang malam-malam,"tanya Sulis pada Edi setelah membukakan pintu buat anak semata wayangnya.
"Lapar bu,ada makanan nggak,"ucap Edi sambil melangkah ke arah dapur.
Membuka lemari dapur dan melihat isinya,lalu EDI mengambil piring dan mengisinya dengan nasi dan semur daging,tak lupa Air minum tang dingin dari dalam kulkas.
Edi memakannya dengan sangat lahap,tanpa memperdulikan reaksi wajah Sulis yang sudah geram menahan amarah.
"Bu masakkan ibu emang terbaik," sambil mengacungkan jari jempolnya ke arah sulis.
"Edi kamu jangan terlalu nurut semua kata istri kamu,"ucap Sulis yang kesal melihat sifat anaknya yang terlalu menuruti semua kata Istrinya.
"Bu,selagi yang di katakan istri Edi itu benar nggak ada salahnyakan,"ucap Edi perlahan tanpa berniat menyinggung perasaan sulis.
"Terus apa menurut kamu apa yang di ucapkan oleh ibu salah," ujar Sulis dengan kesal yang ter kira.
"Bu,Edi pamit pulang dulu ya,"bergegas meninggal kan rumah sulis,karena Edi tak ingin berselisih paham dengan ibunya.
Bersambung.....
jangan lupa tinggalkan jejaknya
__ADS_1