
Pak Satrio yang yang tiba di kamar Reyhan langsung menuju toilet,dan melihat Reyhan sudah terduduk dengan muka yang pucat.
Pak Satrio membantu Reyhan berdiri dan membawanya ke kasur.
Pak Satrio lalu turun ke bawah,dan menyuruh bi Ijah membuat wedang jahe buat Reyhan.
Bi Ijah pun membawa wedang jahe dan biskuit ke kamar Reyhan.
"Den ini di minum dulu wedang jahenya,dan biskuitnya jangan lupa di makan,"ucap Bi Ijah sembari membantu Reyhan memberikan minum wedang jahe.
Di bawah Raya melakukan seperti yang di minta Bu Linda. Begitu keluar dari kamar mandi Bu Linda langsung meminta alat yang diberikannya tadi.Melihat ke alat tersebut Bu Linda berteriak dengan kencang.
Pak Satrio yang berada di teras langsung masuk ke dalam rumah.
"Bunda ada apa? Bunda kenapa?"tanya Pak Satrio pada istrinya.
"Ayah,kita bakal jadi oma dan opa,"jawab Bu Linda antusias sambil memberikan alat buktinya.
Pak Satrio masih bingung dengan perkataan Istrinya.Dan tak habis pikir Anaknya sakit tapi menantunya di cek dan di perhatikan.
"Bunda kalau sudah selesai dengan Raya, sekarang Bunda lihat anak kita cepat," perintah Pak Satrio pada Istrinya.
Reyhan yang penasaran dengan bising bising dibawah turun juga ke bawah.
"Ada apa ini Ayah,Bunda kenapa bising kalian tidak bertengkarkan?"Tanya Reyhan pada kedua Orang tuanya.
Bukan menjawab pertanyaan Reyhan malah melirik ke Suaminya.
"Lihat Yah anaknya kan tidak kenapa-kenapa, tapi untuk beberapa bulan ini, anak kesayangan Ayah akan mengalami penderitaan di pagi hari,"jelas Bu Linda.
"Bundaaa! hiss doain anaknya kok yang jelek jelek,"ketus Pak Satrio.
Bu Linda yang tidak terima dengan ucapan suaminya pun langsung protes.
"Bunda nggak doain Ayah, tapi itu kenyataannya,kalau tidak percaya ayo kita kedokter sama-sama,"gumam Bu Linda serius.
Bu Linda pun menatap menantu kesayangannya.Dan memberitahukan apa-apa saja yang bisa atau tidak bisa yang ia lakukan.
__ADS_1
"Rey nanti ajak Lia ke dokter kandungan ya, bukan ke tempat teman kamu itu,"ucap Bu Linda pada Reyhan.
Akhirnya untuk sementara Bu Linda akan mengantikan Reyhan di kantor.
"Sayang ayo kita ke rumah sakit,"ajak Reyhan pada Raya.
Akhirnya mereka pun pergi ke rumah sakit medika yang tak jauh dari rumah mereka. Sesampainya disana Raya dan Reyhan mendaftar terlebih dahulu dan menunggu no antrian.
Tak sengaja Rocky melihat Reyhan sàhabatnya berada di rumah sakit tempat ia bekerja.
"Hei,bro ada tumben kau dan Raya kemari,siapa sakit?" tanya Rocky.
Saat Reyhan mau menjawab pertanyaan Rocky tanpa sengaja ia mencium bau parfum dari tubuh Rocky dan itu membuat ia tiba-tiba mabuk dan teringin muntah.
"Kak Rocky,belum mandi ya jauh-jauh dari kita," ketus Raya yang sebal melihat Rocky.
Rocky bingung sendiri dan mencium bau badannya sendiri, "harum tidak bau."
Raya yang penasaran pun berdiri dan mendekati Rocky," Ia tidak bau,parfum Kakak wangi seperti biasa," sahut Raya membenarkan ucapan Rocky.
"Pak Reyhan,"panggil suster Raya pun memapah Reyhan dan masuk ke ruangan dokter kandungan.
Dokter stella pun mulai melakukan pemeriksaan terhadap Raya dan Raya dinyatakan positif Hamil usia 3 minggu.
"Dokter begini saya mau tanya, saya yang hamil kenapa suami saya yang muntah muntah tiap pagi,"beritahu Raya pada Dokter stella.
"Oh itu bisa saja terjadi bu,muntah di pagi hari dinamakan morning sickness. Bagi laki-laki, morning sickness bisa menjadi salah satu gejala dari sindrom couvade. Kondisi ini dianggap sebagai bentuk kehamilan simpatik ketika suami mengalami gejala kehamilan seperti yang dirasakan istri,"sahut dokter Stella memberi penjelasan.
"Dokter itu berapa lama terjadi?" tanya Raya penasaran yang kasihan dengan keadaan suaminya setiap pagi.
"Itu hanya terjadi di tiga bulan pertama bu, Tidak apa-apa nanti hilang sendiri,"jawab Dokter Stella.
"Dokter apa tidak ada obat buat suami saya," tanya Raya kembali.
"Ada dan saya akan tuliskan resepnya,dan buat ibu jangan lupa minum vitamin dan susunya ya bu,"sahut dokter Stella yang tak lupa memberi Ucapan selamat kepada Raya dan Reyhan.
Setelah selesai dari ruang dokter Raya dan Reyhan mengantri mengambil obat Raya.
__ADS_1
Lagi-lagi Rocky ingin mendekati Reyhan namun harus di tahan oleh Raya.
"Eits stop!Kakak mau kemana, jangan coba-coba dekati Suamiku karena kakak bau,"gumam Raya mencibir Rocky.
Rocky yang tidak terima,terus mendekati Reyhan,dan Reyhan terpaksa menutup kedua lubang hidungnya memakai tisu yang ada di tas Raya, istrinya.
"Rey,loe ke bangetan ama gue,sadis loe," ketus Rocky yang tidak terima.
"Gue doain semoga loe cepat dapat jodoh, supaya loe alami apa yang gue derita saat ini," ketus Reyhan yang masih memegang kepalanya yang pening.
Sementara Raya merasa senang karena untuk sementara Reyhan tidak terkontaminasi dengan ucapan Rocky yang bisa buat dirinya sakit hati.
"Bye bye Kak Rocky,selamat merana di tinggal sahabat sejati," sahut Raya yang berjalan bersama Reyhan.
Didalam mobil bersama Raya,Reyhan berpikir mengapa asal ia berada di dekat Raya ia tidak mabuk,pada hal Raya pun memakai parfum.
"Sayang kamu pakai parfumkan,kok aku tidak mual dekat kamu," beritahu Reyhan pada istri tercinta.
"Yup,aku pakai parfum,tapi kenapa Kakak?" Tanya jawab Raya penasaran.
"Kakak ingin Tahu," sahut Reyhan dengan wajah memelas.
"Rahasia,aku tidak akan kasih tahu sama Kakak," sahut Raya dengan santai .
Tak sengaja Raya melihat siomay ada di jalan.
Raya langsung menyuruh Reyhan turun untuk membelinya.
Baru jalan sebentar,Hidung Raya mencium aroma sate padang.
"Kakak beli sate dong,"pinta Raya kepada suaminya Reyhan.
"Wah ini namanya Istri subur suami merana," ucap Reyhan dalam hati.
Walau pun Reyhan mengalami mual di pagi hari,tapi kalau untuk makanan Reyhan masih memilih,karena tak semua makanan bisa masuk ke perutnya.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa like,komen dan votenya ya teman teman