Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Toni muncul


__ADS_3

Di saat berdua, Lila bertanya pada Alvin kekasihnya.


" Vin kamu yakin rencana kali ini berhasil, aku takut..," ucap Lila melihat wajah Alvin kekasihnya.


Alvin seakan tahu apa yang ada di benak Lila, gadis yang bisa membuat ia membuka hatinya untuk cinta yang baru.


" Hmm, kamu tenang aja, Raya takkan jatuh hati padaku ia sudah menganggapku sebagai sahabatnya, " sahut Alvin menatap lurus kedepan.


Alvin dan Lila larut dalam suasana di vila keluarga Raya.


" Woi 2 sejoli tidak lapar apa, mie goreng spesial sudah siap, " berjalan mendekati Alvin dan Lila.


Alvin menoleh ke arah Raya dan menarik tangan Lila, " Lil, ayo mie goreng spesial menanti kita."


Reyhan tak habis pikir, kenapa Raya selalu marah kepada dirinya. Seandainya ia menikahi Sandra pun bisa, tapi kenapa Raya marah dan tidak setuju.


"Reyhan, Bunda mau bicara sama kamu duduk sini dulu, " sahut Bu Linda.


Berjalan dan duduk di sofa ruang tamu,dimana Bu Linda berada.


"Rey, apa kamu masih punya rasa pada Sandra?" menatap tajam Reyhan.


" Reyhan tidak tahu Bund, cuma Reyhan tidak bisa marah pada Sandra jika dia bersifat aneh Bu," ucap Reyhan dengan menundukkan wajahnya.


" Kalau begitu, ceraikan Raya agar kamu bisa bersama Sandra dan satu kamu harus keluar dari rumah ini,jangan pernah bawa Sandra datang ke rumah Bunda, " ucap Bu Linda jelas dan tegas


Reyhan tak habis pikir dengan jalan pikiran Bundanya, dari dulu sampai sekaran Ayah dan Bunda Reyhan tak pernah menyukainya.


Pak Satrio yang baru pulang dari kerja, segera bergabung kepada anak dan istrinya.


" Ada apa ini ma?" tanya Pak Satrio melihat ke arah anak dan istrinya.


Pak Satrio melihat ada rasa tak puas di wajah perempuan yang sudah mendampinginya selama ini.


" Reyhan, awas saja kalau kau berani menyakiti hati istriku maka tiada maaf bagimu, " ucap Pak Satrio dengan tatapan kilatnya.


Reyhan yang mendengar ucapan Ayahnya hanya bisa melengos,dan mengusap kepalanya dengan kasar.


Bu Linda dan Pak Satrio meninggalkan Reyhan begitu saja. Pak Satrio mengajak isterinya ke kamar.


" Apaan sih Pak, hiss dah tua juga masih genit aja, " ucap Bu Linda asal dan duduk diatas kasur mereka.


" Biar aja genit Bapakkan hanya sama Ibu aja," Rayu Pak satrio pad isteri tercintanya.


Menarik nafas dan melepaskannya lagi, menatap wajah isterinya cukup lama.


" Raya telpon Ayah, dia bilang agar kita membantu rencananya, " beritahu Pak Satrio pada isterinya dengan perlahan.


Menatap suaminya dengan raut wajah yang berkerut.


" Memang apa rencananya Yah?" tanya Bu Linda penasaran.

__ADS_1


Akhirnya Pak Satrio membisikkan semua rencana Raya yang di beritahukan kepada dirinya tadi siang melalui telepon.


Malam harinya Bu Linda tetap bersikap cuek kepada putra semata wayangnya. Selesai makan malam Bu Linda dan Pak Satrio langsung masuk ke kamar mereka.


Pagi harinya. pintu rumah Bu Linda ada yang mengetuk, Tok Tok Tok di buka langsung oleh Bu Linda lalu di tutup kembali.


Reyhan yang heran akhirnya membuka pintu, namun pada waktu Reyhan mempersilahkan masuk Bu Linda sudah datang dengan segayung air.


Byur Bu Linda menyiram air tersebut kepada Sandra. Reyhan sangat terkejut dengan sikap Bundanya.


" Bund," ucap Reyhan namun langsung di potong langsung oleh Bu Linda.


" Ada apa Reyhan, ini rumah Bunda bukan rumah kamu, jadi siapa pun yang mau masuk ke rumah Bunda harus se ijin Bunda.


Menatap tajam ke arah Sandra, Reyhan yang mau protes pun tidak bisa.


" Reyhan mana kunci mobil kamu dan Atm, kartu kredit semua fasilitas yang Bunda sediakan pulangkan kepada Bunda,dan satu lagi mulai detik ini kau tidak boleh pergi ke kantor," ucap Bu Linda tegas.


" Tapi Bund, Kalau Reyhan tidak pergi,siapa yang akan urus Kantor, " ucap Reyhan penasaran.


" Bunda sama Raya, Kau di hapus dari kartu keluarga, " ucap Bu Linda.


Sandra yang belum pergi sedari tadi, mendengar semuanya.


Ada raut wajah kesal di muka Sandra. Ada rasa dendam di hati Sandra, " Awas saja kamu Nenek tua, beraninya dirimu menghinaku!" tatapan mata Sandra mulai mengecil.


Tanpa sepengetahuan Sandra, Toni mengikutinya mulai dari Sandra di rumah.


" Sayang kenapa dirimu harus mengganggu Reyhan, biar saja dia tidak usah ganggu Reyhan lagi, " ucap Toni memberi peringatan.


" Sayang, aku mau hartanya saja, kalau hati ku hanya milikmu seorang," sambil mengecup bibir Toni.


Toni sudah jengah dengan sikap Sandra, Tapi itu tidak membuat Toni ingin meninggalkannya.


Diam- diam Toni merekam semua percakapan mereka.


" Apa kamu tidak takut, kalau sewaktu- waktu Reyhan mengetahui ini semua," ucap Toni memberi peringatan, dan mengelus pipi Sandra.


" Dia tidak akan tahu, karena dia itu terlalu bodoh soal hati, " ucap Sandra yang terlalu terobsesi dengan harta keluarga Reyhan.


Merasa sudah cukup dengan bukti yang ada, Toni pun menyudahi rekamannya.


" Sebaiknya ku simpan di tempat yang aman," pikir Toni berdiri dan memyimpan bukti rekaman yang dia buat.


flashback end.


" Ooh ini rupanya rumah Reyhan," pikir Toni melihat Sandra yang keluar dari rumah reyhan dengan baju yang basah.


Setelah melihat Sandra sudah pergi dengan taksi online, Toni pun turun dan berjalan masuk ke rumah Reyhan.


Tok tok tok bunyi ketukan pintu di rumah Bu linda.

__ADS_1


"Assalamu' alaikum," ucap Toni dari luar pintu.


" Wa'alaikumsalam sahut Bu Linda dan membukakan pintu rumahnya.


" Cari siapa ya nak?" tanya Bu Linda yang melihat Toni datang.


" Saya cari Reyhan Bu, Reyhannya ada?" tanya Toni yang melihat ke arah dalam rumah.


" Ada silahkan masuk," sahut Bu Linda ramah.


Merasa namanya di sebut, Reyhan pun keluar dari dalam kamar melihat tamu yang datang mencarinya.


Terkejut, " Kau, ada datang mencariku," ketus Reyhan dengan tatapan tak suka.


" Aku hany ingin katakan, jauhi Sandra dia milikku," tegas Toni dengan tatapan tajamnya.


Reyhan menjawab dengan santai, " kalau aku tidak mau," melihat ke arah Toni dengan tatapan tidak suka.


" Jangan menyesal kalau aku akan mengambil semua milikmu termasuk istrimu," ancam Toni dengan tidak main- main.


" Kau," geram Reyhan dengan tangan terkepal dan tatapan mata yang tajam.


Sementara Bu Linda hanya diam saja menyaksikannya.


" Dan apa kau yakin kalau Sandra itu mengejar dirimu karena cinta?, Pada hal dia sudah jelas tahu kau sudah menikah, " ucap Toni yang membuat Reyhan terdiam.


Tanpa Reyhan sadar Toni sudah pergi dari rumahnya di antar Bu Linda.


" Bu, apa saya boleh meminta no Ibu?" Tanya Toni dengan sopan.


Tanpa rasa curiga Bu Linda pun memberikannya.


" Dah masukkan nak?" Tanya Bu Linda dengan baik.


" Sudah Bu," sementara Toni langsung mengirim rekaman yang dia punya kepada Bu Linda.


" Saya permisi dulu Bu," ucap Toni yang berjalan masuk ke dalam mobil yang ia punya.


Penasaran dengan pesan yang baru masuk, Bu Linda pun membukanya dan isinya sangat mengejutkan.


Selanjutnya Bu Linda pun mengirim pesan tersebut ke mantu ke sayangannya siapa lagi kalau bukan Raya.


Drrrt drrrt bunyi hp Raya. Raya yang sedang asyik dengan 2 sahabatnya berhenti sejenak dan membuka pesan yang masuk. Membuat Raya terkejut dan sekaligus kesal.


" Awas kau wanita siluman," gumam raya dengan tatapan kilatnya.


Bersambung


Jangan lupa Like,komen dan votenya teman teman


Terima Kasih

__ADS_1


__ADS_2