Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Alvin dan Lila


__ADS_3

"Siapa Bun?"tanya Gordon pada istrinya.


"Raya,Ayah pengin dimasakin sesuatu,"jawab Siti pada Ayahnya. Yang segera pergi meninggalkan Gordon dan berlalu menuju dapur.


Di dapur Siti sudah mengeluarkan bahan bahan untuk ia masak.Siti masak nasi goreng dengan telur mata sapi dan tak lupa Sepotong daging ayam buat Raya.


"Ini sayang,makan dulu ya,"sahut Siti pada Raya


Ditengah asyiknya makan Raya bertanya pada Siti,"Bu kapan Raya bisa pulang ke rumah lama?"


Siti tak terkejut ia sudah menduga akan pertanyaan tersebut.


"Kapan saja kau mau sayang ibu,dan Ayah tidak akan pernah meghalangimu,"ucap Siti dengan tersenyum.


Siti senang karena pada akhirnya ia tidak kehilangan Raya sepenuhnya,walau pun Raya sudah tahu bahwa orang tua kandungnya itu seorang yang kaya raya dan pengusaha.


Gordon mencari keberadaan Siti yang akhirnya ia jumpai di meja makan bersama Raya.


"Ternyata kalian di sini,dan kau hanya membuat makanan untuk raya seorang,"ucap Gordon dengan mencibir ke arah Siti dan Raya.


"Ais Ayah dengan anak sendiri pun Cemburu,pantasan aja aku tidak ada saudara sama sekali,"sungut Raya dengan kesal.


"Eits siapa bilang kamu tidak punya saudara, mereka ada di kampung apa kau lupa,hmm," ucap Gordon melihat Raya.


"Benarkah tapi kenapa mereka tidak tinggal dengan kita,bahkan dari dulu sampai aku sudah mau punya anak,Ayah tak pernah mengajak mereka tinggal dengan kita," cerocos Raya.

__ADS_1


"Ooh kalau itu karena mereka lebih nyaman di sana,"sahut Gordon asal.


Raya yang mendengar jawaban Ayahnya seperti tidak percaya,dan tak masuk di akal.


"Ayah jangan bohongin aku lagi karena aku bukan anak kecil,"ucap Raya sambil makan.


Di tempat Lain Alvin dan Lila tengah mempersiapkan semua berkas-berkas mereka untuk melanjutkan sekolah ke luar negeri.


"Vin,apa nanti kita akan berada di kelas yang sama juga?" tanya Lila pada Alvin.


Sayang,walau pun nanti kelas kita tak sama,tapi kamar dan rumah kita 'kan sama,"jawab Alvin dengan senyum smirknya.


"Bisa aja jawabnya,"ucap Lila dengan senyum nakalnya.


Lila kini melangkah ke dapur untuk masak.Terdengar suara dentingan sendok dan wajan yang menyatu,membuat Alvin penasaran.


"Oh nasi goreng spesial dan mie goreng,"jawab Lila tanpa menoleh pada Suaminya Alvin.


Dengan telaten akhirnya Lila bisa menyiapkan dua menu masakan tersebut,lengkap dengan jus jeruk.


"Mas makan yuk,dah siap nih,"jerit Raya memanggil Alvin.


"Aih,istriku sudah ketular sifat Raya,"gumam Alvin dengan pelan tapi masih bisa di dengar.


"Hmm,mas sebelum kita berangkat,bagaimana kalau kita ajak Raya ketemuan,"usul Lila pada Alvin.

__ADS_1


"Boleh juga tuh ide,"mengangguk kan kepalanya sambil menikmati mie goreng hasil karya Lila.


Alvin langsung mengirim pesan pada Raya,"Aya ketemuan yuk,dah lama ini nggak ngumpul,"pesan Alvin terkirim.


Drrt drrrt hp Raya berbunyi,meletakkan sendok dan membuka pesan yang masuk ke hpnya.


"Aya siapa nak,serius amat bacanya,"ucap Bu siti yang melihat Raya.


"Ooh dari Alvin Bu,mau ajak ketemuan,"jawab Raya sambil membalas pesan yang masuk ke hpnya.


Raya kembali menghabiskan sisa makanannya,dan meletakkannya di tempat pencucian piring kotor.


"Bunda kalau Raya keluar sebentar nggak apa apakan,Raya bosan di rumah terus," ucap Raya kepada Ayah dan Ibunya.


"Ada baiknya kau permisi dengan Reyhan,bukankah dia ada diruang kerja Dadymu," ucap Gordon pada Raya.


Mendengar ucapan Gordon,Raya langsung berjalan menuju Ruang kerja Dadynya.Tok tok tok,ketuk raya pada pintu.


"Masuk,"ucap Reyhan yang sedang sibuk pada berkas berkasnya.


Menilik ke dalam ruangan," Kak apa aku boleh masuk,"izin Raya pada sang suami.


"Boleh, apa sih yang tidak ku bolehkan pada dirimu sayang,"ucapan mesra Reyhan tertuju pada Raya.


"Kak apa boleh aku keluar,Alvin dan Lila," ucap Raya sambil memohon di dalam hati Raya

__ADS_1


Bersambung....


jangan lupa tinggalkan jejaknya.....


__ADS_2