Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Beli Parfum


__ADS_3

"Sayang ini makanannya," Reyhan menyerahkan beberapa kantongan yang berisi pesanan istrinya.


Melihat ke dalam plastik bungkusan," Makasih beib,"sahut Raya dan mencium pipi Reyhan.


Reyhan memutar otaknya mencari ide agar Raya mau memberi tahu parfum apa yang ia pakai.


"Aya apa merek parfum yang kau pakai,biar nanti semua karyawan, mas suruh pakai parfum seperti kamu punya," ucap Reyhan yang menatap lurus kedepan.


"Parfum biasa aja mas harganya pun murah meriah," jawab Raya yang sedang asyik mengunyah makan yang baru di beli Reyhan.


Seperti tidak yakin pada ucapan istri Reyhan menoleh lagi seperti ingin mencari kebenaran.


Menarik nafas dan menghembuskan ke udara.


Mas, aku mau coba memakai hijab," ucap Raya secara tiba tiba,yang membuat Reyhan terkejut.


"Sayang kalau kamu belum siap dari hati,tidak usah di paksakan,nanti pasti ada waktunya,"ucap Reyhan dengan bijaksana.


Menarik nafas,dan melepaskanya dengan lega.


Disaat makan tadi Raya tidak sengaja melihat seorang wanita yang memakai hijab,ada rasa adem melihatnya,"Melihatnya saja sudah adem apa lagi memakainya,pasti lebih adem dan nyaman," pikir Lia.

__ADS_1


Reyhan dan Raya tidak langsung pulang, mereka singgah di sebuah plaza mall yang terbesar di kota itu.


"Mas ngapain kita kesini?"Tanya raya yang heran,karena orang seperti suaminya paling malas untuk pergi ke mall.


Tanpa buang waktu Reyhan pun membawa Lia ke tempat penjualan parfumnya.


"Ayo sekarang kamu tunjukan yang mana parfum yang biasa kamu pakai,"ucap Reyhan pada Raya isterinya Raya.


"Yang ini mas," menunjukkan parfum yang biasa ia beli.


Reyhan memanggil pramuniaganya,dan segera datang." Ada yang bisa di bantu Pak,"sahut pramuniaganya.


"Saya mau semua parfum seperti ini,wanginya dan mereknya," sahut Reyhan seketika.


Sementara di tempat Toni persiapan menjelang pernikahanya sudah hampir selesai.


Toni yang masuk kedalam kamar Sandra langsung sja memeluknya dari belekangn.


"Sayang apa kau tidak merindukan ku,mencium tengkuk Sandra yang membuat bulu kuduknya berhenti.


"Ayo kita makan aku tidak mau kau dan anakku kelaparan," ketus Toni setelah mendapat laporan dari salah seorang pelayan yang ditugaskannya menjaga dan memenuhi semua kebutuhan Sandra.

__ADS_1


"Toni bukannya aku tidak mau makan,tapi saat ini aku hanya mau makan spaghetti carbonara buatanmu,"kesal Sandra melihat Toni.


"Apa ini hanya akal-akalanmu saja?"tanya Toni dengan mata yang melihat terlalu dalam.


"Ya sudah kalau kau tidak mau buat,nanti anakmu ngeces terus,jadi jangan salahkan aku," ketus Sandra dengan tampang yang kesal.


Toni pun memasak permintaan Sandra,lalu memberikannya pada Raya.Baru saja dihidangkan tapi Sandra sudah tidak sabar untuk mkemakan spaghetti, akhirnya habis walau mulutnya memerah karena menahan lapar.


"Sayang kenapa kau tidak sabar,pada hal itu masih panas,"Hiss kau memang mengelengkan kepala," sendiri.


"Sayang habis ini kita ke butik untuk mencoba gaun penganti," Sahut Toni seenaknya.


Malam harinya Sandra langsung cepat tidur, dirinya merasa sangat lelah setelah satu harian pergi menemani Toni dalam berbagai hal.


Toni pun tersenyum melihat wanita yang ia cintai tertidur pulas.


Keesokan paginya Sandra bangun lebih awal, ia makan terlebih dahulu,baru lah dirinya di mulai di rias. Toni yang sudah bangun dari awal menunggu Sandra dirias menjadi ratu sehari dipesta pernikahannya dengan Toni,pria yang ia kenal,bahkan ia pacari sejak smp,bahkan sekarang menjadi suaminya.


bersambung....


jangan lupa like,komen,dan votenya ya teman teman.

__ADS_1


Terima kasih.


__ADS_2