
Raya tidak langsung ke atas ia pergi ke dapur dan melihat isi kulkas.
Bi Ijah yang berada di dapur terkejut dengan kehadiran Raya yang tak biasanya.
"Non mau minum apa,biar Bibi yang buatin," ucap Bi Ijah pembantu yang sudah dianggap keluarga oleh keluarga Pak Satrio.
"Mau minum Jus jeruk Bi tapi yang fress," sahut Raya mengambil beberapa buah jeruk dari dalam kulkas.
"Sini Non biar Bibi aja yang buatkan," berjalan mendekati Raya dan membawa alat peras jeruk.
Raya pun membiarkan Bi Ijah yang melanjutkannya.Sementara Raya melanjutkan kembali makan ayam bakar yang ia beli di jalan ketika mau pulang.
Reyhan yang masih berasa lemas, langsung tidur di dalam kamar. Sambil menanti Raya masuk ke kamar.
"Hais kemana nih orangnya,jangan bilang cari makan di dapur,"ucap Reyhan pada diri sendiri.
Reyhan yang tidak sabar akhirnya turun dari kamar,menuju ke bawah namun ia tak melihat Raya di sana.Reyhan pun berjalan menuju dapur dan menemukan sosok yang ia cari lagi asyik makan ayam bakar.
"Sayang kamu belum kenyang juga, tidak takut gendut apa?"tanya Reyhan menatap istri tercinta.
Melihat Reyhan dengan wajah bete," Kalau aku gendut kamu tinggalin aku,trus pergi ke wanita siluman itu!"ketus Raya dengan tangan yang terkepal dan nafas yang memburu.
"Awas kalau kamu berpaling dari aku, tak sunat habis beo kamu mau," ucap Raya dengan nada yang marah dan kedua bola mata yang membulat sempurna.
Reyhan yang mendengar ucapan istrinya Raya merinding dan menelan salivanya sampai tersedak. Bi Ijah pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Non kalau Bibi tanya sesuatu boleh?" tanya Bi Ijah yang masih sibuk dengan kegiatan mencuci piring bekas Lia makan.
Setelah selesai baru Bi Ijah menghampiri Raya.
"Memang Bibi mau tanya apa, silahkan saja saya tidak marah," sahut Raya dengan senyum.
"Non terakhir datang bintang kapan?" tanya Bi Ijah pada Raya.
__ADS_1
"Kenapa Bi?"Tanya Raya melihat Bibi Ijah.
"Hmm kayaknya bulan lalu,deh Bi soalnya bulan ini bintang Raya belum datang, seharus sudah datang," sahut Raya menghitung waktu.
Bi Ijah yang mendengar ucapan Raya hanya tersenyum lega,Reyhan yang mendengar perkataan Raya dan Bi Ijah hanya bisa diam karena dirinya memang tidak tahu apa itu mengenai perbintangan.
Selesai makan Ayam bakar dan minum jus jeruk. Raya dan Reyhan pun masuk ke dalam kamar.
Raya yang terlebih dahulu masuk tak mengetahui kalau pintu kamar mereka di kunci oleh Reyhan dan menyembunyikannya di dalam laci meja rias Raya.
Raya pun masuk keruang ganti dan berniat menganti pakaia,sedangkan Reyhan sudah polos seperti bayi dan menyelimuti seluruh badannya dengan selimut.
Saat Raya naik ke atas kasur, Reyhan pun langsung memeluk Raya dari belakang dan mengecup leher Raya.
"Sayang absensi dulu ya," bujuk Reyhan dengan wajah memelas.
"Absensi, apa tuh baru dengar," kepo Raya melihat suaminya.
"Ini absensi yang,"Reyhan pun mulai mengecek satu persatu badan Raya istrinya.
Keringat keduanya pun bercampur jadi satu, akhirnya mereka berhasil mencapai puncak nirwana. Raya yang mau beranjak ke kamar mandi di tahan oleh Reyhan.
Dan akhirnya sekali lagi mereka pun melakukan pendakian, yang cukup panjang dan tak terasa hari sudah petang.
Raya dan Reyhan baru keluar dari kamar dengan rambut yang basah.
Bu Linda yang sudah sampai dari tadi,melihat Reyhan yang baru turun hanya bisa gelengkan kepala.
Mereka akhirnya makan malam hanya bertiga,karena Pak satrio lagi dinas diluar kota,dan itu pun tadi siang berangkat.
"Bund,Ayah kemana?"tanya Reyhan yang tak melihat Pak Satrio berada bersama mereka.
"Ayah, kalian lagi tugas di luar kota,Entar malam juga udah pulang," jawab Bu Linda sambil melanjutkan makannya.
__ADS_1
Selesai makan malam ketiganya beranjak menuju Kamar masing-masing.
Keesokan paginya Raya lebih awal ia mengambil wudhu,tapi sampai selesai Raya berwudhu Reyhan tak kunjung bangun juga.
"Kak bangun entar telat loh,"ucap Raya yang membangunkan Reyhan.
Reyhan pun bangun,mengambil wudhu,lalu ia dan Raya menjalankan kewajiban mereka.
Selesai shalat Reyhan pun melanjutkan tidurnya.Sedangkan Raya sudah turun kebawah membantu Bi Ijah.
Paginya pukul 06.30 WIB saat Raya masuk ke kamar ia melihat Reyhan sudah duduk di toilet kamar mereka, dengan muka pucat dan lemas.
"Bundaaaa!"teriak Raya dari atas sambil berlari.
Bu Linda yang melihat Raya berlari di tangga, seketika kesal," Raya kamu jangan lari di tangga ,tidak baik dengan badanmu," ucap Bu Linda.
"Hehehe,sorry Bunda habis Kak Reyhan mukanya pucat Bun ia sudah terduduk lemas di toilet," beritahu Raya pada mertuanya.
Bu Linda menyerahkan sesuatu pada Raya, "Sayang coba kamu test, Tahu kan cara kerjanya,"ucap Bu Linda dengan tersenyum.
Pak Satrio yang melihat tingkah istrinya tak habis pikir.
"Bu kok jadi Raya di perhatikan,anak kita Bun udah lemas itu di atas," gumam Pak Satrio.
"Sudah Ayah tenang aja, kalau nanti itu garis dua, berarti Reyhan muntah muntah karena ulahnya sendiri," sahut Bu Linda dengan senang hati.
"Hiss Bunda ada-ada saja," ketus Pak Satrio yang berjalan menuju kamar anaknya.
Bersambung...
Apa yang terjadi ya? garis dua apa satu nih?
kita lanjut besok.
__ADS_1
jangan lupa like,komen dan votenya teman teman.
Terima kasih.