
"Dady,apa ini tidak terlalu berlebihan,"ucap Raya pada Richads sembari melihat kearah beberapa pria yang berdiri di depan pintu ruangan tempat Raya dirawat.
Kedua mertua Raya juga melihat kearah yang Raya maksud,dan masih menyimpan segudang tanya di hati mereka.Reyhan sendiri tidak merasa keberatan dengan kehadiran beberapa pengawal yang dibawa oleh Ayah mertuanya Gordon.Mengingat ada saja orang yang berniat mencelakan istrinya Raya.
"Tidak sayang ini semua Dady lakukan hanya untuk menyelamatkan mu dari orang orang yang berniat jahat,Dady tak mau kejadian yang dialami momy mu,terjadi pada dirimu,"jelas Richads panjang lebar.
"Sebegitu jahatkah orang tersebut,sepertinya Dady sulit memafaakan orang tersebut,"bisik hati kecil Raya.
Dengan kehadiran baby twins dua keluarga berkumpul bersama menyambut anggota keluarga baru mereka.
Sandy yang sedari tadi berniat mengendong salah satu dari keponakannya,beranikan diri menggendong salah satunya.
"Gimana Kak nggak kepingin,makanya jangan ke asyikan memilih ntar jadi Panglatu(Panglima lajang Tua)," ucap Raya dengan tertawa.
Begitu juga dengan keluarga yang lain ikut tertawa,mendengar Raya menggoda Kakaknya Sandy.Sandy yang mendengar ucapan sang adik hanya dianggap santai saja.
"Tenang Kakak nggak akan jadi panglatu,Kakak lagi Nunggu jodoh yang dikirim Tuhan buat Kakak," ucap Sandy santai.
"Amin,ya tapi sambil dicari juga Den," sahut Gordon membalas ucapan Sandy.
Karena begitu asyiknya bercanda ria tak terasa hari sudah siang,dan itu membuat mereka lupa buat makan siang hingga suster datang mengantar makanan buat Raya.
__ADS_1
"Bu Raya ini makan siangnya dimakan ya," ucap suster tersebut.
"Terima kasih suster,Oh ya suster tadi ada yang kirim salam sama suster namanya sandy," ucap Raya sambil tersenyum.
"Oh,Wa 'alaikumsalam kembali sahut suster tersebut," sambil berlalu keluar dari kamar Raya.
"Wah nggak bisa nih," sahut Sandy dengan menggelengkan kepalanya.
"Kenapa?" tanya Richads melihat putra semata wayangnya menggelengkan kepala.
"Putri kesayangan Dady dari tadi selalu mengejek ku,belum tau aja dia Kakak iparnya jauh lebih cantik dari dirinya," ucap Sandy mencibir Raya.
Sementara di rumah Sulis,wanita paruh baya tersebut sedikit pusing,bagaimana tidak usaha nya untuk mencelakakan Anak anak merly selalu saja gagal.
"Bu...," panggil Edi dari luar rumah.
Edi dan istrinya datang kerumah Sulis bersama anak anaknya.
"Tumben datang," ucap Sulis sekenanya.
"Bu ini uang bulanan ibu,dan sedikit makanan kesukaan ibu,"ucap istri Edi.
__ADS_1
Sulis menerima dengan senang hati,walau dalam hati sedikit kesal pada menantunya.
Karena setidaknya Edi jadi berubah tidak pernah lagi mau membantunya .
"Bu kenapa ibu sangat membenci keluarga kak Merly,sampai kepada anak anaknya lagi,"tanya Edi pada ibunya.
" Karena ibunya Merly sudah merusak rumah tangga ibu," ucap Sulis geram.
"Bukannya ibu lebih dahulu yang menjadi perusak rumah tangga ibunya Kak Merly," ucap Edi yang membuat Sulis terdiam.
"Bu...,Ibu itu hanya cemburu dan dengki dengan segala keberhasilan mereka," ucap Edi lembut dan pelan.
"Walau pun ibu sudah jahatin keluarga kak merly,tapi mereka tak pernah mau membalasnya untuk saat ini," ucap Edi dan diam sejenak.
Sulis diam sambil berfikir semua yang diucapkan anaknya Edi.
BERSAMBUNG.....
Jangan lupa like dan votenya.....
Terima kasih
__ADS_1