Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Raya jahil


__ADS_3

Melihat wajah Ayahnya cemburu,Raya langsung berlalu memeluk Ayah tercinta.


"Hihihi,Ayah ku kalau merajuk ganteng juga," bujuk Raya yang langsung memeluk Ayahnya yang sudah lama ia tak jumpai.


Raya seketika menangis menitik air matanya, "Ayah sama Ibu jahat sengaja nikahin Raya cepat-cepat ternyata supaya bisa ninggalin Raya, dengan tenang di Kota tercinta ini,"cerocos Raya dengan isak tangisnya.


Kedua orang Tua Raya yang mendengar ucapan anaknya seketika merasa sedih.


"Bukan begitu Sayang,Ayah dan Ibu harus segera pergi waktu itu,karena ada urusan mendesak,"beritahu Bu Siti secara perlahan.


"Bodo ah,"rajuk Raya yang segera berlalu masuk ke kamarnya.


Reyhan yang melihat istrinya berlari masuk ke arah dalam segera menyusul istrinya untuk membujuk Raya.


"Raya sayang beib,dah mau jadi ibu pun kamu suka merajuk," bisik Reyhan yang memegang tangan dan membujuk istri tercinta.


Raya yang sebenarnya sudah tidak tahan lagi karena kebelet pipis segera melepaskan tangan Reyhan dan mendorongnya.


"Sayang jangan seperti itu,"ucap Reyhan tertahan karena melihat istrinya sudah masuk kekamar mandi.


Bu Linda yang tergesa gesa masuk menyusul menantu kesayangannya,seketika berhenti sejenak,Bu Linda melihat putra semata wayangnya berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Reyhan mana menantu Ibu,awas aja kalau kamu berani marahin mantu kesayangan Ibu,"ancam Bu Linda pada Reyhan.

__ADS_1


Tak berapa lama Raya keluar dari dalam kamar mandi dengan senyum lebar, "Ah lega juga akhirnya,"sahut Raya dengan senang hati.


Reyhan yang melihat tingkah absurd istrinya hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Kau ya suka ngerjain orang tua,"gumam Reyhan melihat Raya yang baru keluar dari kamar mandi.


Seketika Raya menangis lagi dan membuat Bu Linda menjadi kesal melihat Raya.


"Bunda....,Kak Reyhan nakal Dia tidak mau belikan Raya piscok yang di taburin dengan parutan keju, Kak Reyhan bilang kalau Raya makin gendut aja Bunda,"adu Raya pada Bu Linda dengan isak Tangis yang di buat buat.


Bu Linda yang melihat menantu kesayangannya menangis,segera datang menghampiri Raya dan menyuruh Reyhan supaya pergi membelinya.


"Tapi Bund,Rey nggak ada ngomong seperti itu," jawab Reyhan dengan jujur.


Setelah Reyhan pergi membeli piscok pesanan Raya,Bu Linda bertanya kenapa Raya tadi berkata seperti itu kepada kedua orang tuanya.


"Raya sengaja,Bund Sudah pergi nggak bilang-bilang, datang pun nggak bawa buah tangan,lagi pula tadi Aya lari karena sudah tidak tahan mau buang air kecil Bunda," sungut Raya kesal


Setelah Bu Linda tahu kenapa Raya melakukan hal itu,dirinya hanya bisa geleng kepala.


Bu Linda pun berjalan ke ruang tamu menemui Bu Siti,dan Pak Gordon.


"Jeng tidak usah masukkan ke hati omongan Raya,"ucap Bu Linda menenangkan hati kedua besannya.

__ADS_1


"Sebenarnya yang di ucapkan Raya benar Bu,kita pergi setelah selesai acara nikah mereka,"sahut Bu siti.


"Oh ya,jeng Reyhan mau kemana kok pergi lagi?" tanya Bu siti karena melihat Reyhan yang sempat pamit kepada kedua mertuanya dan ayahnya.


"Oh itu beli piscok pesanan Raya,"beritahu Bu Linda yang disambut suara cempreng milik Raya.


"Aya sayang, masih marah sama Ibu dan Ayah?" bujuk Bu siti yang menatap wajah putrinya.


Raya masih diam aja,pada waktu di tanya oleh ibunya sendiri.


Pak Satrio yang paham maksud Raya,segera membisikkan apa yang di inginkan menantunya itu.Setelah mendengarnya Pak Gordon pun paham apa yang di inginkan putrinya.


"Raya,putri Ayah maafin Ibu sama Ayah kalau punya kamu masih tinggal dirumah,kalau kamu mau harus datang sendiri mengambilnya,"ucap Pak Gordon serius.


Mendengar ucapan Pak Gordon,Raya segera berkata," Aya nggak mau datang ke rumah Ayah kalau tidak dengan Kak Reyhan,dan gimana pun sekarang suami Aya itu Kak Reyhan,"cerocos Raya asal tapi mengena di hati kedua orang tuanya.


Reyhan yang baru saja sampai,dan masih berada di luar,mendengar istrinya berkata seperti tadi,ia merasa terharu dan bangga.


"Ya udah Kak Rey ikut pun ambil hadiah ayah dan ibu buat kamu," sahut Reyhan sembari memberikan piscok pada Raya.


Bersambung....


Jangan lupa like dan komen, serta Votenya biar author semangat...

__ADS_1


__ADS_2