
Diam sejenak"ahh masa bodoh, beruntung sekali h dirinya semasa hidup, dan sekarang anak," geram sulis dalam hati.
" Edi mama minta uang, mau beli bahan makanan buat masak mama dah lapar "sambil menengadahkan telapak tangannya pada anaknya Edi.
Edi hanya menoleh pada istrinya, seakan tahu Tika mengeluarkan 3 lembar uang berwarna merah dan menyerahkan pada mertuanya ibu sulis.
Melihat ke arah Tika dan telapak tangannya," Mana cukup ini," ujar Sulis pada menantunya.
"Kok nggak cukup bu, 300 untuk ibu sendirikan cukup dong lagian seminggu lagi Mas Edi baru gajian,"jawab Tika pada ibu mertunya.
Menarik nafas dan memberi tatapan tajam pada Tika,tak membuat Tika takut malah bersifat santai."EDi....Lihat kelakuan istrimu ini," ucap Sulis sambil menunjuk wajah Tika.
"Bu apa kata Tika itu benar, jadi Ibu nggak usah protes," ucap Edi pada Ibunya sendiri.
"Bagaimana ini mana bisa bayar orang untuk mencari keberadaan mereka" gumam Sulis dalam hati.
"Tika apa yang kau berikan pada anakku sehingga tak lagi mau menuruti apa yang kukatakan," hardik Sulis pada menantunya.
__ADS_1
"Nasi,ikan,sayur,air minum,kopi dan cemilan, serta satu lagi mantra bu," ucap Tika dengan senyum manisnya.
Sulis akhirnya pergi melangkah keluar rumah dengan perasaan kesal, sebab akhir akhir ini Edi tak ingin lagi menuruti ucapannya.
"Dek apa kita tidak terlalu keras pada Ibu?" tanya Edi pada istrinya.
"Tidak mas,dari pada kita nanti jadi malu nantinya akibat ulah ibu, yang kelewat batas," ucap Tika yang melihat kearah wajah Suaminya .
"Dah ah pulang yuk mas, toh ibu juga belum pulang dari tadi," sahut Tika menarik tangan suaminya agar bangkit dari tempat duduknya. Sementara di rumah sakit Raya sudah merasa bosan dan ingin segera kembali kerumah mereka.
"Bu, kapan Raya boleh pulang aku dah bosan dengan bau rumah sakit ini", ucap Raya pada Bu Siti.
Reyhan sendiri masih berada di kantor ketika menerima telepon dari mertuanya.Secepat mungkin ia berusaha menyelesaikan segela pekerjaan yang sempat tertunda.Melihat jam tangan dan bergegas keluar dari kantor setelah sempat menitipkan pesan kepada sekretarisnya.
Melangkah keluar dari gedung dan berjalan ke mobilanya."Pak kita ke rumah sakit sekarang,"ucap Reyhan pada drivernya.
Sesampainya di rumah sakit Reyhan bergegas menuju ruangan sang istri berada.
__ADS_1
"Kak apa sudah bertanya pada dokter,kapan aku bisa pulang," ucap Raya pada suaminya yang baru saja sampai.
"Hmm belum,kenapa sabar ya sayang," berjalan menuju baby twinsnya yang baru lahir.
Selagi asyik melihat kedua bayinya, Dokter pun masuk untuk," Siang bu, gimana sudah sehat,sudah bisa dilatih duduk dan berjalan ya bu," ucap dokter pada Raya.
"Baik Dokter," sahut Raya tak lupa sang dokter pun memeriksa keadaan kedua bayi Raya dan Reyhan.
Setelah beberapa hari di rumah sakit akhirnya Raya sudah diperbolehkan pulang.
Gordon pun tak lupa memberi perintah kepada pengawal yang diperintahkan untuk tetap mengawal anak dan cucunya .
"Mari Bu, sahut salah seorang pengawalnya pada Raya.
" Makasih pak," ucap Raya dengan Ramah.
Sulis yang tak sengaja bertemu Sandra di pasar langsung mencegatnya.
__ADS_1
"Sandra, bagaimana kabarmu,?sapa Sulis pada Sandra dengan menyimpan maksud tertentu.