
Setelah Merly selesai melahirkan,Richads membawanya pulang ke rumah Siti dan Gordon.Sementara di Kota Asal Merly,Edi dan ibunya datang ke rumah Richads dan Merly.
"Mana Merly,katakan Ibunya datang," Wajah sinis Sulis terpancar di wajahnya.
"Maaf Nyonya besar tidak ada di sini,Nyonya dan Tuan sedang pergi berlibur ke luar Negeri," jawab Salah seorang Pelayan Merly yang tidak suka dengan kehadiran Sulis dan Edi.
"***ajar dia berani beraninya dia pergi tanpa ajak-ajak kita,"ketus Bu sulis dengan bunyi giginya yang geram.
Dari dulu Sulis memang tidak ingin melihat Merly bahagia,dia sengaja meracuni pikiran anaknya.Padahal Edi dahulu sangat sayang pada Merly.Namun sejak kematian ayah mereka,Sulis meracuni pikiran anaknya agar membenci dan memperalat Merly sebagai atm berjalan untuk mereka.
"Dah ma,ayo kita pulang aja lagian apa mama tidak capek terus mengusik hidup Merly,"Ucap Edi menyadarkan ibunya.
Dengan langkah kasar, Sulis dan anaknya melangkah keluar dari rumah.
"Aku harus cepat menyikirkannya,"pikir Sulis dalam hati.
Tanpa sepengetahuan Edi,ibunya sudah menyusun rencana untuk melenyapkan Merly dan anaknya.
Di Kota S Merly dan Richads sudah bersiap-siap untuk balik ke kota asal mereka bersama Siti dan Gordon,tak lupa kedua anak mereka.
Setibanya di kota asal mereka,Merly dan yang lain tak langsung pulang ke rumah mereka,namun mereka pergi ke rumah lain yang berada di jalan xxz.
__ADS_1
"Siti,Gordon aku mau kalian tinggal disini bersama putriku,dan mulai sekarang kau harus menggantikan ku di perusahaan sampai tiba waktunya aku ambil alih lagi," cerocos Richads panjang lebar.
"Terus bagaimana dengab tuan muda?" tanya Gordon penasaran.
"Dia akan ikut kami pulang,aku takut nanti kedua anakku akan lenyap," ucap Richads pada tangan kanannya.
Setelah mengantarkan Siti dan Gordon serta Raya,mereka akhirnya pulang ke rumah.
Malam ini Putra sulungnya,mereka suruh tidur di ruang Rahasia yang ada di kamar mereka,tidak ada yang tahu selain Richads dan istri serta kedua tangan kanan mereka.
"Budi,kamu malam ini harus tidur di kamar ini dengan mumymu,jangan keluar walau apa pun yang terjadi,"ucap Richads pada putra sulungnya.
"Iya ayah,"jawab Budi tanpa mau bertanya apa alasannya.
"Ayah apa mungkin terjadi sesuatu pada Tuan Richads dan yang lainnya," Ucap Siti seakan risau karena Raya tak berhenti menangis.
"Baiklah Ayah akan pergi melihat,kamu tutup pintu,jaga Raya baik- baik,"Sahut Gordon pada istrinya.
Gordon melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi,dan dalam hitungan menit ia sudah sampai di kediaman Richads.Ia melihat pintu tidak dibuka,namun jendela di dekat kamar Richads terbuka.
Buru-buru Gordon masuk kedalam melalui pintu samping. Dengan langkah perlahan,ia sampai di kamar Richads dan melihat bahwa Tuannya sudah tak berdaya dengan luka tusukan di dadanya dan perutnya.
__ADS_1
Gordon pun langsung membawa Richads ke rumah sakit melalui pintu yang ia masuki tadi.
"Tuan,aku berjanji akan membalas pelaku yang melakukan ini padamu,"janji Gordon dalam hati.
Gordon terpaksa membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi.Sesampainya di rumah sakit Richads langsungbdi tangani oleh dokter yang sedang bertugas.
"Pak silahkan isi data data pasien dan selesaikan administrasi,"ucap salah seorang perawat.
Gordon mengisi data- data Tuannya dengan nama samaran serta alamat yang salah,itu sengaja di lakukan untuk menghindari orang yang akan berusaha membunuhnya.
Sementara di kamar Richads Merly tak sengaja mendengar rencana Kakaknya dan istrinya,untuk menyingkirkan mereka semua hanya demi harta.
Flash back end.
Raya dan Reyhan berjalan ke arah sepasang suami istri tersebut,dan masuk langsung ke rumah.
"Maaf,Bapak dan Ibu cari siapa ya," Tanya Raya dengan sopan.
Sedangkan Edi dan istrinya terkejut dengan kehadiran Raya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa Like dan komen tinggalkan jejaknya ya teman teman.