
"Sayang Bunda dari mana aja,Bunda kangen,"ucap bu Linda sembari memeluk Ŕaya.
"Habis jalan-jalan bund,"jawab Raya sambil melepas pelukan dari mertuanya.
Richads yang melihat kehangatan keluarga besannya tak sengaja menitikkan air mata.
"Merly,seandainya kamu ada disini pasti sudah senang,"gumam Richads dalam hati.
"Dady dan Bunda pasti sudah lapar karena menunggu kepulanganku,Bagaimana kalau kita makan lebih dulu okey," ajak Raya pada kedua mertuanya.
Sandy dari jauh senang karena adik satu satunya tidak pernah lepas dan kekurangan kasih sayang.
"Satrio,kenalkan ini Kakak kandungnya Raya,Sandy," ucap memperkenalkan Sandy pada Linda dan suaminya.
"Bu makanannya sudah siap,"beritahu salah seorang pelayan pada Siti.
"Ayo jeng,Mas Satrio dan semuanya kita makan dulu,"ajak Siti dengan ramah.
Selama acara makan ada saja canda tawa yang terlepas di saat asyik menelan makanannya.
"Sayang kamu harus hati hati,dan selalu minum susu dan vitaminnya," Bu Linda memberi peringatan kepada Raya.
"Asiap Bunda,tenang aja Raya nggak akan lupa," ucap Raya yang tengah bersandar di bahu Reyhan.
__ADS_1
"Sepertinya ini sudah larut malam kami izin pulang dulu," pamit Satrio pada keluarga besannya.
Disaat Raya dan Reyhan mengantarkan Linda dan Satrio kedepan Rumah mereka,Sandy memberitahuka kepada Gordon kejadian waktu Di cafe tadi siang.
"Paman apa Raya bisa beladiri,tadi siang ia menghajar paman Edi sampai babak belur," beritahu Sandy pada Gordon dan Siti.
Gordon yang mendengar perkataan Sandy tentang putri angkatnya tersebut tak heran.
"Ya,Paman mengajarinya sedikit,"sahut Gordon yang diikuti anggukan dari Siti.
Sementara di teras rumah,bu Linda ingin mengajak Raya jalan jalan ke Mall untuk membeli perlengkapan calon bayi Raya.
"Besok Bunda jemput sekalian pemerikasaan,"Ucap Bu Linda tegas dan tak ingin di paksa
Reyhan yang melihat sang istri langsun tersenyum penuh makna.
"Gimana hari ini senang jalan jalannya?"tanya Reyhan dengan memegang tangan istrinya Raya.
"Ia kak,"sahut Raya singkat dan berjalan menuju kamar mereka.
Alvin dan Lila, bersiap siap,hari ini mereka jadi berangkat menuju negara Au.
"Sepertinya kali ini kita sekalian bulan madu sayang,"ucap Alvin sekenanya.
__ADS_1
"Hiss tiap hari pun kita bulan madu," ucap Lila yang sudah selesai dengan dandanannya.
"ALVIN,Lila cepat ntar di tinggal pesawat baru tahu rasa," jerit Bu brata dari arah luar kamar Alvìn dan Lila.
"Ya mom,"Alvin dan Lila pun keluar dari kamar mereka tak lupa dua buah koper berada ditangan.
Kini Bu brata dan Pak Brata serta Alvin dan Lila berada di perjalanan menuju bandara.
"Sampai disana jangan lupa hubungi momy,Lila," ucap Bu brata pada menantunya.
"Loh kok hanya Lila aja di ingati,Mom yang anak Momy siapa sih,"sungut Alvin dengan wajah cemberut.
"Kamu memang anak momy tapi,kamu nanti pasti nggak akan hubungi Momy," ucap Bu brata pada Alvin.
Pak brata dan Lila yang pendengar perkataan antara ibu dan anak hanya bisa tersenyum.
" Sepertinya posisimu sudah terganti son,"ucap Pak brata dengan tawa yang ditahan.
"Siapa yang berani ganti posisiku di hati Momy,"ucap Alvin dengan wajah yang dibuat buat bete.
"Aku sayang,ucap Lila dengan senyum manja dan bersandar dibahu Alvin.
Bersambung.....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak