Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
TIKA DAN edi 2


__ADS_3

Hari beranjak sore Reyhan dan Raya serta Richads bergegas pulang ke rumah.Di persimpangan jalan ke rumah Linda tanpa sengaja Richads melihat adik iparnya yang sudah lama tidak berjumpa.


"Rey,bisa berhenti sebentar,"pinta Richads pada menantunya.


"Kenapa Dady,ada apa?" tanya Raya penasaran.


"Itu kamu lihat wanita yang jalan berdua itu,salah satunya adalah adik sepupu momy mu Raya?" jawab Richads.


"Dady nggak salah ucapkan, soalnya itu Sandra,"ucap Reyhan dengan kening berkerut seakan tidak percaya.


"Dady,Tadi pas di mall Sandra sempat berkata,bahwa aku harus waspada pada oma Sulis,"ucap Raya menatap lurus kedepan.


"Ada baiknya kamu mendengar ucapan Sandra dan apa yang dikatakannya tidak salah,"ucap Richads.


Reyhan pun melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah Linda.


Di rumah Sulis masih saja kesal,bagaimana tidak kesempatan emas yang menurutnya bisa melenyapkan Raya tidak terwujud.


"Dengan cara kasar tidak bisa,aku harus bisa dengan cara halus," ucap Sulis dengan tertawa terbahak bahak.


Edi yang baru saja sampai di rumah sang Ibu,merasa penasaran dengan tawa ibunya yang kencang.

__ADS_1


Melihat Edi yang baru datang seketika Sulis berucap," Mana jatah ibu Edi ini dah tanggal berapa",ucap Sulis sekenanya.


"Minta dengan Tika dong bu,semua uangku sudah aku kasih semua sama dia,"sahut Edi.


" Kenapa kamu jadi bodoh,kasih semua uang kamu sama Tika,enak banget dia di rumah aja terus bukan buat apa pun,"ucap Sulis menghasut anaknya.


Tika yang mendengar ucapan mertua seketika mukanya berubah merah menahan Emosi.


"Bu,wajar mas Edi kasih uang sama aku,karena yang buat dia ganteng,rapi,wangi perut kenyang siapa coba kalau bukan Tika," ucap Tika lembut.


"Itu sudah tugas kamu",Sahut Sulis sinis.


"Itu aku tahu itu tugasku,tapi kalau Mas Edi masih lancar kasih setoran sama aku tanpa di kurangi,setitik pun,"ucap Tika yang tak mau Kalah.


Sulis menerimanya lalu menghitungnya," Edi ini Kurang,tambahin," ucap Sulis.


"Buat apa bu,buat sewa orang untuk berbuat jahat,itu bukan urusan kami,"sahut Tika.


Edi tidak berani protes pada istrinya karena apa yang dikatakan Tika ada benarnya.Ia sendiri tidak ingin rumah tangganya hancur berantakan.Dan selama ini Tika selalu bisa mengelola uang gaji yang ia berikan.Bahkan selalu ada sisanya sampai gajian akan datang.


"Mas ayo pulang," ajak Tika pada suaminya Edi.

__ADS_1


Edi menurut saja ketika istrinya mengajak pulang.


"Dek kalau ngomong sama ibu jangan terlalu keras," ucap Edi perlahan pada Tika.


"Mas aku nggak akan keras sama ibu kalau ibu bisa tobat berubah menjadi lebih baik,dan setahu aku dari dulu ibu nggak pernah mau berubah," ucap Tika perlahan.


Edi hanya mengangguk saja karena semua yang dikatakan sang istri.


Sampai dirumah pun Edi hanya bisa terdiam,pikirannya melayang ke Sulis,mengapa Ibunya tertawa keras,ada apa?


Tika datang membawa secangkir kopi,dan beberapa gorengan kedepan.


"Mas ini Kopinya,"ucap Tika sembari meletakkan secangkir kopi didepan Edi.


Edi terhentak mendengar ucapan sang istri.


"Eh,iya dek makasih ya," ucap Edi dengan tulus.


Menarik nafas dan menghembuskannya secara kasar.


Bersambung....

__ADS_1


Jangan lupa like dan votenya


Terima kasih .....


__ADS_2