
"Maaf Bapak ini siapa Ya dan ada perlu apa di rumah saya,"selidik Raya pada kedua tamu tak di undang.
"Kamu yang siapa dan jangan mimpi kamu,bilang ini rumahmu,"sahut istri Edi dengan senyum sinisnya.
Reyhan yang melihat sikap tidak sopan kedua tamunya segera menghubungi satpam untuk mengusir dua orang asing yang datang kerumahnya.
"Hei lepaskan kami,Kau tidak kenal dengan kami berdua,"ketus Edi pada satpam yang akan membawa mereka keluar dari rumah.
"Maaf Pak,rumah ini sudah lama di jual oleh Tuan Richads kepada Suami Nona muda ini,"Sahut asisten rumah tangga yang sudah lama tinggaL di dalam rumah tersebut.
"Sudah dengarkan,sebaiknya anda berdua angkat kaki dari rumah saya ini,"ketus Raya kepada Edi dan istrinya.
Dengan perasaan kesal dan marah mereka berdua akhirnya keluar dari dalam rumah besar dan mewah tersebut.Melihat kedua tamu yang sudah pergi Reyhan hanya menggelengkan kepalanya.
"Kakak ada aja orang yang seperti mereka ya,datang-datang tidak mengucap salam," sahut Raya yang tidak habis pikir.
Raya memanggil beberapa pelayan,"Bibi,suruh satpam mengunci gerbang,dan pintu utama ini,saya tidak mau hal seperti tadi terulang kembali
Pelayan yang tersebut hanya mengangguk,pada Raya.Setelah memberi tahukan pada pelayan tadi,Raya dan Reyhan segera bergegas naik kekamar tadi dimana Ayah dan ibu,serta Daddy Raya berada.
__ADS_1
Ceklek,pintu kamar terbuka dan Raya serta Reyhan masuk dan tak lupa mengunci pintu tersebut.
"Sayang kalau dilihat ini seperti kamar biasa yang tidak ada istimewanya",ucap Reyhan memberitahukan pendapatnya pada Raya istrinya.
"Dah masuk yuk,"ajak Reyhan pada istrinya yang sudah bisa menerima keadaan sekarang.
"Raya apa mereka berdua sudah pergi sayang?"tanya Bu Siti pada Raya putrinya.
"Sudah Bu,tapi Raya tidak suka pada mereka, kedua manusia tadi masuk tanpa izin,dan berniat mau menjual rumah ini,"Cerocos Raya tanpa jeda.
"Jadi bagaimana kamu bisa mengusir Edi dan istrinya pergi,"selidik Siti melalui mata Raya dan Reyhan.
"Ayah,mereka sangat terkejut,dan geram sendiri,Tapi pada siapa ya,"Ucap Reyhan perlahan.
"Ya jelas pada Daddy dan Ayah,"Sahut Pak Gordon menjawab pertanyaan menantunya.
Raya tiba-tiba memeluk Bu Siti agak lama,"Bu apa setelah aku berada disini,Ibu dan Ayah tidak mau bersama ku Lagi,"cicit Raya dengan perlahan.
Bu Siti melepaskan pelukan Putrinya yang ia besarkan sejak kecil,walau pun bukan lahir dari rahimnya.Pak Gordon lalu berjalan menghampiri Raya,dan membelai kepala putri angkatnya itu.
__ADS_1
"Sayang sejak Mumy mu memberikan mu pada kami,sejak saat itu sampai nanti kami mati kau tetap putri kami satu satunya dan tak berubah,"ucap Pak Gordon menatap Raya.
Kau pelita dalam rumah tangga kami yang hampir sirna,namun karena kedatangan mu, rumah tangga kami bisa utuh sampai saat ini sayang,"sahut Bu Siti yang memeluk kembali Raya dengan erat.
"Ternyata ini Kado yang Ayah dan Ibu katakan semalam pada Raya,"ucap Raya dengan manyun.
Reyhan akhirnya bisa tersenyum senang karena mertuanya bukan hanya Pak Gordon dan Bu siti,tapi ada Tuan Richads dan Mendiang Mumy Merly.
"Bu,apa pelayan disini tidak tahu kalau Ayah masih hidup,"tanya Reyhan menatap kedua orang tuanya bergantian.
"Tentu saja mereka tahu,bahkan kamar ini pun mereka tahu,kalau tidak siapa yang merawat Ayah kamu,"jelas Pak Gordon dengan senyum lebar.
"Kalau begitu ayo kita keluar dari kamar ini,Dady mungkin sudah bosan berada di kamar ini selama 22 tahun,"ucap Raya dengan semangat.
Mereka pun akhirnya keluar dan kamar tersebut dan makan di ruang makan untuk pertama kali setelah 22 tahun sejak kejadian itu.
Bersambung....
Jangan lupa Like,dan komen tinggalkan jejaknya ya teman- teman.
__ADS_1