Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Peringatan Tika pada Edi


__ADS_3

Melirik ke arah Lila,"Aah kenapa aku bisa lupa," sambil berjalan menuju ke arah mobil yang akan mengantarkan mereka ke bandara.


Setibanya di bandara Bu brata langsung memeluk Alvin dan Lila.


" Sayang kalau kalian sudah sampai jangn lupa


segera hubungi maminya'" ucap bu brata pada anaķ dan menantunya.


Sementara di tempat Edi,Bu Sulis merasa heran melihat muka anaknya hancur berantakan.


"Loh,Edi kenapa kamu nak,siapa yang buat kamu seperti ini?"tanya Bu Sulis pada Edi.


Tika istri Edi hanya diam saja mendengar ocehan mertuanya.


"Tik kenapa dengan muka Edi,"tanya bu Sulis dengan kesal.


"Bu itu salah Mas Edi,siapa suruh dia gangguin singa tidur,"sahut Tika dengan cuek.


"Maksudnya,Mas Edi yang duluan cari masalah sama perempuan hamil,"jawab tika terus terang.


"Tapikan mas itu perempuan hamil ada miripnya dengan mbak merly,dan Sandý ucap Tika dengan santainya.

__ADS_1


Edi dan bu Sulis terdiam sejenak mendengar ucapan dari istri Edi.Sejenak mereka semua menganggukkan kepala tanda setuju dengan ucapan Tika.


Di rumah Edi,Sulis masih berusaha meracuni pikiran anaknya,Tika hanya bisa menggelengkan kepala saja melihat tingkah mertuanya.Bahkan disaat Kakak iparnya sudah tiada Sulis masih saja menggangu ketenangan Richads dan Sandy.


"Mas sudah cukup,apa mas tidak takut karma,"ucap Tika sembari melihat hpnya.


Edi yang hendak protes,tak jadi karena ia ingat akan nasibnya ketika ia mencoba menjatuhkan Raya dari tempat duduknya.


"Tapi yang Gimana dengan ibu,"ucap Edi sembari menghembuskan nafas dengan kasar.


" Biarin aja kena batunya sendiri,di larang pun tak akan didengar," ucap Tika yang sudah terbaring di atas tempat tidur.


"Kak masih ingat nggak dengan pria yang datang kerumah yang ngaku ngaku paman Kak Sandy,"ucap Raya yang melihat wajah tampan suaminya.


"Hmm,kenapa dengan pria itu?" Tanya Reyhan yang masih Fokus dengan laptopnya.


"Dia hampir saja mendorongku jatuh,tapi nasib baik aku bisa membela diri,malah dia yang bonyok aku buat,"ucap Raya seadanya.


"Yang nanti kalau mau lahiran lebih baik kita dirumah bunda ya," bujuk Reyhan pada istrinya.


"Trus gimana dengan Ayah dan Kak Sandy,"protes Raya pada Reyhan.

__ADS_1


"Kalau itu gampang,mereka bisa ikut kita,tinggal di rumah Bunda,kalau tidak di rumah Ayah gordon," usul Reyhan pada istrinya.


"Yang gimana hasil pemeriksaannya apa kata dokter,"Tanya Reyhan pada Raya.


"Baik semua baik," sahut Raya yang jari jemarinya sudah berjalan menyusuri dada bidang sang suami.


Reyhan yang melihat tingkah laku Raya,hanya bisa tersenyum smirk.


"Jangan menyesal jika ada yang bangun maka kamu akan dibuat tak bisa berjalan,"ucap Reyhan sekenanya.


"Siapa takut," ucap Raya yang jarinya masih saja berjalan di badan Reyhan.


Reyhan mulai dari mengecup bibir Raya,lalu mulai berjalan menyusuri setiap yang ada,dan berakhir dengan indahnya ****dunia bagi Reyhan dan Raya.


"Makasih sayang,"ucap Reyhan sambil mengecup kening Raya.


Raya yang lebih dahulu terlelap,kini di susul oleh Reyhan dan tak lupa Reyhan menarik selimut untuk menutupi***mereka.


bersambung....


Jangan lupa tinggalin jejak dan sarannya karena author masih baru

__ADS_1


__ADS_2