
Sehabis mandi Raya dan Reyhan turun ke bawah buat makan malam. Tidak ada yang bersuara makan malam kali ini terasa senyap.
Sehabis makan malam Bu Linda mengingatkan supaya,besok Raya tak lupa agar kekantor bersama dengan dirinya.
"Raya,besok berangkat kantor bareng bunda ya Nak," ucap Bu Linda tanpa perduli dengan perasaan Reyhan.
Raya hanya mengangguk sambil tersenyum melihat Ibu mertuanya.
"Bunda,ayah, Raya pamit mau masuk ke kamar," pamit Raya pada kedua Orang Tua Reyhan.
Begitu masuk kamar Raya bukan tidur,ia malah membuka Lemari melihat- lihat baju yang akan dia pakai ke kantor besok hari. Semua baju ia keluarkan hingga terlihat berantakkan di atas kasur.
Reyhan yang baru masuk kamar, terkejut melihat kamar mereka seperti kapal pecah.
"Sayang! Apa-apaan ini,"melihat ke kasur mereka yang berantakkan.
"Mau cari baju buat besok,tapi tidak ada yang cocok,"sahut Raya tanpa menoleh.
"Ah mending gue pakai celana jeans, dan kemeja aja cocok juga kan," sahut Raya pada diri sendiri.
Reyhan yang memdengar Raya bicara hanya bisa menggelengkan kepalanya.
Setelah raya merapikan kembali lemari yang ia pun masuk ke alam mimpi.
Keesokan harinya.
Raya sudah terbangun,dan bergegas bangkit untuk mandi. Tapi Raya tidak bisa bergerak pergerakkannya dikunci oleh Reyhan.
"Kakak bisa awas Aku mau mandi," sahut Raya berbisik di Telinga Reyhan,membuat ada sesuatu yang bangun.
"Sayang kau harus bertanggung jawab,"ucap Reyhan dengan suara parau.
Tanpa babibu lagi pemanasan sebelum olah raga inti pun terjadi.
"Sayang tenang aja Kang mamas tak mau kehilanganmu,dan tak punya niat untuk menggantimu," ucap Reyhan sadar.
Raya dan Reyhan masuk ke kamar mandi mereka pun mandi bersama untuk mempersingkat waktu.
__ADS_1
"Raya, pegang ini dan ini," ucap Reyhan yang memberikan kartu atm dan kredit cardnya pada Raya istrinya.
"Loh jadi untuk Kakak pegang apa?" tanya Raya heran.
Melihat dompet suaminya yang tersisa hanya beberapa lembar uang merah.
"Kak Raya tidak mau jadi cewek matre,ini Kakak yang kasih loh," sahut Raya pada suaminya.
Senyum melihat sang istri, Reyhan sadar dua bulan pernikahan mereka, Raya tak pernah menuntun materi padanya. Yang ia tuntut hanyalah sifat tegas seorang suami, dan kesetiaan.
"Bund biar Kak Reyhan saja yang pergi ke kantor bareng Bunda ya," pinta Raya dengan memohon.
Melihat jam Tangan, " Bund Raya pamit dulu ya Bund,masih ada kelas pagi ini," pamit Raya sambil mencium tangan kedua mertuanya dan Reyhan suaminya.
" Raya, Kakak antar saja Ya," ucap Reyhan menuju ke garasi tempat Kereta Raya di simpan
Reyhan akhirnya mengantar Raya ke universitas tempat ia menuntut ilmu.
"Terima kasih Kak,"mencium tangan Reyhan, dan langsung berbalik.
"Sudah baikkan?" tanya Alvin tanpa menoleh kepada Raya berjalan lurus ke depan.
"Iya ,tapi sepertinya ia sadar sendiri,soalnya kredit card dan kartu atmnya di berikan padaku," jawab Raya yang sudah masuk ke ruang kelasnya.
Raya langsung duduk di kursi dan mengeluarkan buku catatannya.
Sepulang sekolah, Raya langsung ke kantor SL corporation,dimana suaminya bekerja.
Setibanya di kantor SL corporation, Raya melihat Sandra si hama datang, tapi kini ia tak sendiri ia datang bersama seorang pria yang jelas bukan suaminya.
Tidak perduli dengan dua manusia yang ada di depanya,Raya langsung masuk aja, namun harus tertahan karena tangannya sudah digenggam erat oleh Sandra. Emosi Raya pun langsung memuncak.
Brak, brugh.. Raya memukul dan meninju Sandra. Toni yang melihat wajah ke kasihnya di pukul tidak terima, dan ingin membalasnya.
Naas, Toni malah dapat bogem mentah dari Raya.
"Hei! wanita siluman masih berani loe datang ke sini, apa urat malu kamu sudah putus ha!" ketus Raya.
__ADS_1
Bu Linda dan Reyhan yang baru datang dari dalam hanya bisa terdiam melihat tingkah Raya.
" Sayang, lihat wanita murahan itu dia sudah memukulku," ucap Sandra pada Reyhan dengan nada dan wajah yang di buat buat teraniaya.
Reyhan bukan menghampiri Sandra,tapi malah menghampiri Raya istrinya.
"Sayang kamu tidak apa- apakan,"Melihat wajah, dan tubuh istrinya secara keseluruhan.
Sandra yang melihat tingkah Reyhan jadi kesal dan hendak menjambak rambut Raya.
Toni,yang melihat sifat Sandra sudah mulai jengah dan Plak plak Toni menampar Sandra.
"Sandra seharusnya kamu sadar, kalau apa yang kamu lakukan itu salah,bagaimana kalau ada perempuan lain yang datang kepadaku dan merebut diriku darimu," ketus Toni sudah hilang kendali.
Benar saja tak lama datang seorang perempuan mencari Toni.
"Sayang kamu kok di sini, ayo kita pergi aja bukankah kita sudah ada janji temu dengan fashion butik, sahut wanita tersebut.
Sandra langsung menatap nanar ke arah perempuan yang ada di dekat Toni.Sandra wanita egois yang tak mau kehilangan siapa pun.
Saat Toni melangkah, Sandra sudah memegang tangan Toni, namun Toni malah melempaskannya.
" Sekarang kamu pilih aku, atau dia," tunjuk toni pada dirinya dan Reyhan.
" Kalau kau pilih Reyhan,anakku bersiaplah dirimu untuk jadi cacat atau buta dibuat Raya istri pertamanya," ucap Bu Linda.
Saat Toni mau melangkah pergi akhirnya Sandra pun berteriak.
" Aku pilih kamu Toni,dan aku tidak akan ganggu Reyhan lagi," ucap Sandra dengan tegas.
Kakak ayo cepat,tangan Toni ditarik Lila.
Bersambung....
jangan lupa like komen dan votenya ya teman teman biar authornya semangat
terima kasih buat semua.
__ADS_1