
Raya semakin nyaman dengan penampilan barunya,dan Linda semakin awas dengan menantu satu-satunya.Bagaimana tidak memasuki bulan ke 9 aktifitas Raya semakin banyak.Bahkan ia tidak mau diam ada saja kelakuannya yang bikin semua orang yang ada di sekelilingnya semakin jantungan.
"Kemana sih bumil satu ini ngilang aja kerjanya,"ucap Linda kesal.
" Bunda cari apa dari tadi jalan sana sini seperti setrikaan," ucap Satrio kepada istrinya.
"Cari mantu Papa,heran makin dekat harinya suka hilang aja, memang Papa ada lihat Raya?"tanya Linda pada Satrio.
" Ada tuh lagi didepan duduk sama Richads katanya mau nungguin tukang Roti lewat,"sahut Satrio sambil melanjutkan membaca koran.
"Raya,ayo minum dulu susunya," ucap Linda pada mantunya.
Raya langsung meneguk habis segelas susu yang diberikan mertuanya.
"Dady panggilin tukang roti itu,nanti keburu lewat," ucap Raya pada Richads.
Mau tak mau Richads pun beranjak dari tempat duduknya memanggil tukang roti dan membelikannya buat putri semata wayangnya.
"Nih buat putri Dady," ucap Richads sembari menyodorkan kantongan plastik yang berisi roti.
Namun baru beberapa langkah Richads berjalan dirinya mendengar suara Raya yang tengah mengadu kesakitan.
"Aw aw,sakit..!teriak raya yang membuat Richads berhenti melangkah.
"Kenapa sayang,ada apa cepat beritahu Dady," panik Richads melihat wajah Raya yang meringis menahan sakit.
__ADS_1
Linda dan Satrio yang berada di dalam segera berangsur keluar melihat apa yang terjadi pada menantu mereka.
"Dady perut Raya sakit,"ucap Raya sembari menahan sakit pada perutnya.
" Mana pula Linda dan Satrio ini," gumam Richads
" Kita disini kali,"ucap satrio pada Richad.
"Cepat siapin mobil,dan tasnya biar kita kerumah sakit," ucap Richads pada Satrio.
Satrio hanya bisa bengong mendengar Richads berkata seperti tadi.Linda yang kesal melihat suaminya lelet seketika memukul lengan suaminya.
"Eh iya-iya," bergegas Satrio menyiapkan mobil untuk membawa Raya.
"Bunda,kak Reyhan kemana suruh cepat pulang ," pinta Raya pada sang mertua.
"Sakit Dady," ucap Raya sembari menarik nafasnya.
"Yang sabar ya sayang,sebentar lagi kita sampai ke rumah sakit," ucap Richads menenang kan Raya.
"Ayah yang ngebut dong lihat Tuh Raya keringatnya sudah sebesar biji jagung,"omel Linda pada Sang suami.
"Iya bunda,ini nih ayah dah ngebut," ucap Satrio.
Tak berapa lama mereka sampai di rumah sakit Kasih Bunda.Gordon,Siti dan Sandy sudah menunggu disana. Dan begitu Raya sampai beberapa perawat sudah siap dengan kursi Roda dan membawa Raya keruangan yang sudah disediakan.
__ADS_1
Reyhan yang baru tiba dari kantor,segera menghampiri Linda.
"Bunda,gimana dengan Raya?" tanya Reyhan dengan wajah cemas.
"Raya sudah ada didalam,lagi diperiksa dokter," ucap Linda pada putra semata wayangnya.
Reyhan segera masuk kedalam ruangan yang ditunjuk Bundanya.
"Gimana Dok keadaan istri saya?" tanya Reyhan pada dokter yang menangani Raya.
"Masih buka 5 Pak,tolong di temani istrinya ya Pak," ucap Dokter tersebut.
Dokter segera berlalu dari ruangan tersebut.
Raya Yang kembali merasa sakit,menyuruh reyhan mengelus pinggangnya dengan memakai minya kayu putih
"Cepatan Kak,sakit ini," sungut Raya kesal pada Reyhan.
"Tapi dek,apa nanti nggak bahaya ama anak kita," ucap Reyhan yang ragu untuk menuruti keinginan Raya istrinya.
Bersambung....
Jangan lupa like dan komen....
Terima kasih.....
__ADS_1