Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy

Sang Pemikat Hati Sigadis Tomboy
Gila makan


__ADS_3

Sudah 2 jam lebih Raya dan Lila berada di perpustakaan,mereka mencari beberapa buku untuk di jadikan bahan pelengkal materi mereka.


"Lil makan dulu yuk,lapar gue nih,"mengusap perutnya yang rata.


"Entar lagi aja nanggung nih,dikit lagi aja ok,"ucap Lila merayu Raya.


Raya setia menunggu Lila,melihat ke Raya," Aya apa semua bahan materi loe dah dapat?"tanya Lila yang penasaran dengan sikap Raya yang santai.


"Aya jawab dunk,"ketus Lila yang kesal melihat Raya yang melamun dan sengaja mencubit pinggang Raya biar sadar dari lamunan panjangnya


"Hiss loe emang Nggak bisa lihat gue senang,dah siap nggak loe sudah lapar gue,"cerocos Raya menahan kesal.


Karena tidak tahan dengan rasa lapar yang melanda Raya akhirnya meninggalkan Lila sendiri di ruang perpustakaan.Raya berjalan ke arah depan universitas mereka. Mencari tukang bakso langganan


Entah kenapa Kali ini Raya pengen makan bakso aja .


"Ha keyang,"mengelus perut Raya yang rata


Sementara di perusahan Reyhan sedikit tersiksa entah kenapa kali ini ia tidak suka dengan bau parfum.


"Leli sekarang tolong cancel semua acara saya hari ini," perintah Reyhan melalui saluran telpon kepada sekretarisnya.


"Baik Pak," sahut Leli yang merasa iba pada Bosnya.

__ADS_1


Leli pun menghubungi Bu Linda dan memberitahukan keadaan putra kesayangannya.


Tak lama Bu Linda pun tiba, dan langsung melihat keadaan anak kesayangannya.


"Sayang anak mama kenapa,apa tadi kamu salah makan," ucap Bu Linda yang sudah membawa wedang jahe dari rumahnya.


"Tidak tahu,Bunda tapi sepertinya Reyhan hanya makan sarapan yang dirumah saja," Jawab Reyhan dengan lesu kehabisan tenaga karena muntah muntah tadi.


Reyhan pun istirahat sejenak di kamar yang ada di ruangan Reyhan.


Raya yang baru tiba di kantor Reyhan menenteng gorengan. Bukan untuk di kasih ke Reyhan tapi untuk di makan sendiri.


"Bunda,ada apa kok malah bisa ada di sini," sambil ngemil gorengan yang ia bawa.


Baru saja Raya selesai dengan gorengan, Raya masih saja pengen makan rujak buah.


Leli masuk membawa pesanan Raya,membuat Bu Linda geleng kepala.Reyhan yang baru sembuh dari lesu lemas akibat muntah muntah tadi pagi.


"Sayang kamu tumben makan rujak apa tidak asam?" tanya Reyhan penasaran.


"Enak loh Kak,manis lagi coba deh," ucap Raya sambil memberi rujak pada Reyhan.


"Asam sayang, hadeh buah yang kayak gini di bilang manis,"protes Reyhan.

__ADS_1


Bu Linda hanya bisa mendengar ucapan anak dan menantunya.


"Sudah-sudah dari pada kalian bising bagus kalian pulang saja kerumah,"ucap Bu Linda.


Raya dan Reyhan pun pulang juga, tapi di pertengahan perjalanan tak sengaja Raya melihat ayam bakar dan roti bakar.


"Kak aku mau yang itu sekarang juga,dan tidak mau yang lain," ketus Raya dengan kesal.


Reyhan mau tidak mau terpaksa putar arah dan membeli ayam bakar serta roti bakar yang di inginkan istrinya.


Belum sampai di rumah Raya sudah memakan habis roti bakar. Reyhan hanya bisa geleng kepala melihat sikap istrinya.


"Sayang kenapa Ayamnya tidak dimakan?" tanya Reyhan penasaran.


"Nanti aja Kak di rumah, oh ya Kak satu hari ini aku tidak bisa fokus mencari bahan bahan materi skripsi ku kak," beritahu Raya panjang lebar.


"Kok bisa,padahal kamu tidak pernah seperti itu loh say,"jawab Reyhan sembari turun dari dalam mobil.


Reyhan pun berjalan dan membukakan pintu buat istrinya.


Raya turun dan memegang lengan suaminya,merek pun berjalan masuk ke dalam rumah.


bersambung

__ADS_1


__ADS_2