
"Ayo Pak,Jeng nak alvin makan dan diminum dulu,"tawar Bu jacky pada keluarga Alvin.
Setelah berbicara sebentar akhirnya Pak Brata mengatakan tujuan mereka datang ke kediaman Pak Jacky.
"Begini Pak saya datang mau melamar putri Bapak untuk putra kami Alvin,"Beritahu Pak Brata.
Pak Jacky yang menatap ke arah putrinya," Lila bagaimana jawaban yang harus Bapak kasih ke Pak Brata,"tanya Papinya Lila pada putri bungsunya.
Lila hanya diam dan menunduk memegang erat ujuk roknya.
"Ya di tanya diam berarti Lilanya tidak....," Lila menatap Papinya seakan tidak setuju dengan jawaban yang diberikan Pak Jacky.
"Hais Papi Lilakan belum jawab,kok Papi langsung bilang tidak," ketus Lia dengan perlahan.
"Hmm Papi belum habis ngomong dah kau potong," ledek Papi Lila pada anaknya.
Bu Jacky hanya geleng kepala melihat tingkah suami dan putrinya. Bahkan di depan calon besan pun mereka berdua tidak sungkan berdebat.
"Maaf Pak Brata ucapan saya terpotong karena putri bungsu saya ini,"ucap Pak Jacky yang disambut senyum oleh Pak brata dan keluarganya.
"Maksud saya Lila tidak akan menolaknya Pak," sahut Pak Jacky yang di sambut dengan ucapan syukur dari kedua keluarga.
Lila pun kembali ke dapur,ia membantu Artnya untuk memasak buat menjamu keluarga Alvin.
__ADS_1
Lila sengaja mencari alasan membantu bibi di dapur, pada hal ia mau menyebunyikan pipinya yang sudah merah merona.
Setelah selesai memasak dan menatanya, Lila memanggl Papi dan Maminya dan kedua Orang Tua Alvin untuk makan siang.
"Papi,Mami,Tante,Om dan Alvin ayo makan siang dulu mumpung lagi hangat,"ajak Lila.
Kedua keluarga pun akhirnya makan siang bersama di kediaman Pak Jacky.
Selama makan ada dua hati yang lagi senang.
Yang satu senang karena hatinya dapat kejelasan,sementara yang satu tidak akan merasa kehilangan untuk kedua kali.
Selesai makan Pak Brata dan Pak Jacky pun melanjutkan kembali pembicaraan mengenai tentang pertunangan anak anak mereka.
Sementara di taman belakang rumah keluarga Pak Jacky, Lila dan Alvin menghabiskan waktu berdua.
"Bukan kita masih akan bertunangan terlebih dahulu," ucap Lila mencari tahu melalui tatapan mata Alvin.
"Tidak,aku sudah mengatakan untuk kita menikah saja langsung,toh kita sudah lama saling kenal," sahut Alvin dengan nada yang pasti.
Lila meneteskan air mata penuh haru,lelaki yang selama ini dia cintai tulus bahkan sabar menanti akhirnya berbuah manis.
"Tenang saja karena setelah ini kau harus bersedia mendampingiku kemana pun aku pergi,kecuali ketika aku ke toilet,"cerocos Alvin dengan bercanda.
__ADS_1
Tanpa mereka sadari kedua ibu mereka sudah berada di dapur mendengar perkataan putra dan putri mereka.
Bu Brata dan Bu Jacky akhirnya kembali ke ruang depan bersama suaminya.
"Papi, mami dan Jeng Brata sudah sepakat untuk langsung menikahkan kedua anak kita,tidak usah pakai acar Tunangan mubajir," cerocos Bu Jacky mengeluarkan pendapat.
"Loh Mi tidak boleh seperti itu dimana-mana orang itu Tunangan dulu baru Nikah,"ucap Pak Jacky.
"Maaf nih Pak Jacky saya juga setuju dengan apa yang di ucapkan Jeng Jacky," sahut Bu Brata dengan mantap
"Ya sudah kalau seperti itu bagaiman kalau besok saja kita lanjutkan lagi kerana sekarang hari sudah sore," usul Pak Brata mantap.
" Baiklah besok sore setelah akad nikah kakak sepupu Lila,"ucap Pak Jacky yang di sambut anggukan kepala dari semuanya.
"Bu panggil anaknya,Bapak takut nanti dia khilaf pula," seloroh Pak Brata.
Bu Brata berjalan ke arah dapur berniat memanggil Anaknya Alvin untuk Pulang.
" Vin udah ayo pulang, kalau loe kelamaan sama Lila di sini bisa bisa kalian di nikah paksa nanti," ucap Bu Brata melirik anaknya Alvin.
" Ya sudah sayang akang pulang dulu ya,"hendak mencium pipi Lila.
"Eits,belum lampu hijau masih Kuning,"gumam Bu Brata sambil menarik telinga Alvin.
__ADS_1
Lila yang melihat hal itu hanya bisa tertawa.
Bersambung...